Partai Gelora Gulirkan Nusantara Investment Network, Solusi Investasi Bisnis Riil Terarah

Partaigelora.id – Guna meminimalkan risiko kegagalan investasi di sektor riil dan membentengi masyarakat dari maraknya penawaran investasi bodong, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggulirkan inisiatif Nusantara Investment Network (NIN).

Wadah ini dirancang khusus sebagai ruang belajar bersama sekaligus sarana mempertemukan pemegang modal dengan pelaku bisnis potensial di seluruh Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan bertajuk Strategi Investasi di Bisnis Riil: Dari Startup Hingga Scale Up Perusahaan!, Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Muhammad Zuhrif Hudaya, bersama Wakil Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis, Arifin Wicaksono, Selasa (1/9/2026).

Wakil Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis, Arifin Wicaksono menekankan bahwa berinvestasi pada bisnis riil merupakan salah satu instrumen yang sangat populer.

Namun, banyak pelaku usaha tidak menyadari bahwa saat mendirikan bisnis dengan modal sendiri, mereka secara otomatis menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai investor dan operator bisnis.

Arifin menjelaskan terdapat tiga kebutuhan utama mengapa sebuah perusahaan membutuhkan suntikan investasi dari luar:

  1. Startup: Tahap awal pembentukan ide bisnis yang memerlukan pengujian modal awal, baik dari founder maupun investor rekanan.
  2. Scale Up: Upaya pengembangan skala usaha yang sudah teruji (proven), seperti penambahan cabang, peningkatan modal iklan, atau peningkatan kapasitas produksi secara signifikan.
  3. Networking (Jaringan): Langkah strategis memperkuat rantai pasok (supply chain), jaringan pemasaran, hingga pemenuhan kebutuhan konsul manajemen serta perlindungan legalitas.

Lebih lanjut, kajian ini membandingkan antara membangun bisnis dari awal (startup) dengan membeli bisnis yang sudah berjalan (existing).

Membangun bisnis sendiri memberikan kendali penuh atas visi, kultur, dan keuntungan tanpa bagi hasil, namun menyimpan risiko tinggi serta biaya belajar (learning cost) yang besar.

Sebaliknya, membeli bisnis existing memberi keuntungan berupa efisiensi waktu pengembangan, legalitas yang sudah lengkap, serta jaringan pelanggan dan rantai pasok yang telah terbentuk.

Baca juga:

Meski membutuhkan modal awal lebih besar dan proses uji tuntas (due diligence) yang ketat, opsi ini menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih terukur.

Menjawab keraguan publik mengenai alasan bisnis berkinerja baik dijual oleh pemiliknya, Arifin merinci empat faktor utama di lapangannya: pembagian harta warisan, pembagian aset akibat perceraian, kebutuhan dana cepat, hingga titik kebosanan atau stagnasi dari pemilik lama yang ingin pensiun.

“Pahami motivasi penjual serta profil risiko dan imbal hasilnya (risk-reward ratio). Dengan memahami faktor penyebab bisnis tersebut ditawarkan, investor dapat hadir sebagai pemecah masalah (problem solver) sekaligus bernegosiasi secara efektif untuk mendapatkan nilai investasi terbaik,” katanya.

Selain itu, Arifin menyarankan model bisnis waralaba (franchise) yang sudah mapan dan teruji sebagai pilihan bisnis riil yang aman bagi keluarga muda.

Opsi ini dinilai memiliki rasio risiko yang relatif terukur serta menghemat biaya besar untuk pembangunan reputasi merek.

“Prinsip utama sebelum berinvestasi adalah memahami profil risikonya terlebih dahulu sebelum melihat potensi keuntungannya. Membeli franchise yang teruji memungkinkan investor menduplikasi sistem manajemen dan aliran kas secara lebih stabil,” jelas Arifin.

Terkait kehadiran NIN, Arifin mengungkapkan bahwa wadah ini dibentuk untuk menjawab minimnya kultur saling berinvestasi di Indonesia, di mana aset sering kali mengendap (idle asset) akibat keraguan pemilik modal terhadap keamanan iklim investasi.

Melalui NIN, Partai Gelora di berbagai tingkatan struktur kepengurusan akan memfasilitasi edukasi pembacaan laporan keuangan, analisa kelayakan bisnis, hingga pencocokan bisnis (business matching).

Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Muhammad Zuhrif Hudaya menambahkan, pemahaman yang selaras antara investor dan operator bisnis sangat krusial guna menghindari konflik pengelolaan di kemudian hari.

“Melalui wadah ini, kita tidak hanya mendorong semangat berinvestasi, tetapi juga membekali pemahaman mendasar mengenai kalkulasi risiko agar investasi masyarakat dapat tumbuh dengan aman dan berkelanjutan,” tegas Zuhrif.

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X