Category: Gelora Terkini

Fahri Hamzah Harap Para Pemimpin Punya Kepercayaan Diri yang Tinggi Hadapi Disrupsi Geopolitik Global

Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum Partai Gelomvbang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, bahwa dunia sekarang dipenuhi disrupsi akibat perang dan konflik, sehingga  memberikan ketidakpastian kepada banyak orang di seluruh dunia.

Hal itu tentu saja memberikan tantangan kepada Indonesia, dan perlu tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapinya. Sehingga dapat menciptakan peluang besar untuk melakukan perubahan yang fundamental.

“Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) ini adalah orang yang punya latar unik dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah confidence-nya yang berlebihan di saat bangsa ini mengalami defisit kepercayaan diri,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Peryataan tersebut, disampaikan Fahri Hamzah yang juga Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasaan Permukiman (PKP) RI dalam Kajian Pengembangan Kebangsaan Bagian-8 yang digelar secara pada Jumat (10/4/2026) malam.

Menurut dia, deposit kepercayaan diri bangsa Indonesia saat ini sangat lemah, akibat terlalu lama dininabobokan sebagai  bangsa lemah, dianggap bukan bangsa petarung dan tidak punya keinginan untuk maju.

“Ini akibat narasi yang kita kembangkan sendiri, kita dijajah 350 tahun. Narasi ini telah melemahkan kita sebagai bangsa, bahwa Indonesia bukan penguasa dunia, tetapi bangsa yang dijajah,” katanya.

Padahal Indonesia adalah termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua dunia seperti halnya Persia (Iran), Turki dan lain-lain yang menjadi penguasa dunia selama ribuan tahun.

“Makanya sekarang ada upaya untuk menulis kembali sejarah Indonesia yang dilakulan oleh Pak Fadli Zon (Menteri Kebudayaan). Indonesia rupaya termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua, yang dibuktikan oleh artefak-artefek sejarah yang ditemukan. Kita ini adalah peradaban tua,” ujarnya.

Fahri berharap seluruh pemimpin introspeksi dan memiliki kepercayaan diri atau confindence yang tinggi seperti halnya Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden mengatakan ini waktu kita, ini kesempatan kita. Di mana ada krisis, di situ ada peluang. Beliau mengingatkan, kalau di Selat Hormuz, Iran hanya mengendalikan 30% dari sumber minyak dan perdagangan dunia.  Tetapi Indonesia dengan Selat-selatnya, mengendalikan 70% dari produk-produk dunia,” ungkap dia.

Artinya, posisi strategis Indonesia jauh lebih besar dan jauh lebih kuat di masa yang akan datang, dibandingkan dengan negara lain, serta memiliki banyak peluang untuk dikembangkan.

Sehingga para elite nasional  diharapkan tidak secara terus menerus mengembangkan narasi perpecahan dan polarisasi di masyarakat yang bisa menjurus pada perpecahan bangsa.

“Saya sangat terharu dengan rakyat Iran yang mendukung para pemimpinnya. Para pemimpinnya juga mampu menggerakkan masyarakat ke depan meski di embargo puluhan tahun. Ketika satu pemimpinnya pergi sudah ada yang langsung menggantikan. Dan ditingkat bawah, rakyatnya itu turun ke jalan, memberikan dukungan sampai hari ini. Ini mengharukan,”katanya.

Karena itu, di tengah ketidakpastian situasi geoplitik global sekarang diperlukan kebersamaan yang kuat dan menyatukan seluruh komponen bangsa.

“Inilah yang menyebabkan kita memerlukan persatuan, kita memerlukan narasi persatuan, narasi kenbersamaan,” katanya.

Lalu,  diperlukan juga untuk mengatur cara kerja kelembagaan di pusat dan daerah, dengan membangun kekompakan lintas sektoral, serta kekompakan kolektif semua komponen bangsa.

Selanjutnya adalah ikut membersamai pemimpin Indonesia yang punya keinginan menjadikan Indonesia sebagai negara Superpower baru, serta ikut serta menjaga ketertiban dunia dan mewujudkan negara Palestina.

“Jika melihat pergerakan Indonesia di kancah politik global  sekarang di bawah kepimpinan Pak Prabowo. Ini  satu pertanda, bahwa kita ingin juga untuk menjadi kekuatan atau super power baru. Wajar kalau suatu hari Indonesia memimpin dunia,” kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Fahri menambahkan Presiden Prabowo memiliki kesamaan dengan Partai Gelora dalam hal narasi  gelombang sejarah dan arah baru Indonesia ke depan.

“Pak Prabowo menggunakan kata-kata konsensus, sementara Pak Ketum kita (Anis Matta) menggunakan kata-kata gelombang dalam menuliskan sejarah Indonesia yang dibagi dalam tiga gelombang. Tetapi memang kata konsensus dengan gelombang itu bisa memiliki makna yang sama,” katanya.

Konsensus  pertama yang disampaikan Presiden Prabowo diperlambangkan oleh peristiwa Sumpah Pemuda 1928, sementara gelombang pertama yang ditulis Anis Matta dalam bukunya tentang menjadi Republik.

Konsensus kedua, yaitu lahirnya Pancasila dan UUD 1945, sementara dalam buku gelombang kedua adalah fase menjadi negara modern yang kuat.

Sedangkan konsensus ketiga adalah gelombang ketiga yang ditulis Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menjadikan Indonesia sebagai negara Superpower baru.

“Apa yang dilakukan Presiden Prabowo sekarang ini adalah membebaskan Indonesia dari ketidakmandirian, Membangun kemandirian pangan, kemandirian energi, hilirisasi, industrialisasi, dan membangun basis Indonesia digital., termasuk teknologi militer dan sebagainya. Kemudian memmpersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi sumber daya yang kuat,  yang bisa mengusung tema Indonesia Superpower Baru tadi,” pungkasnya.

Serang Lebanon, Mahfuz Sidik: Israel Sabotase Gencatan Senjata AS-Iran

Partaigelora.id-Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata untuk masa dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Rabu (8/4/2026) waktu setempat, pada saat yang sama militer Israel memborbardir wilayah Lebanon Selatan, Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, telah menginformasikan kepada pihak Pakistan—sebagai mediator gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran—bahwa Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Setelah pemberitahuan tersebut, militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung melakukan serangan balasan ke wilayah Israel pada hari yang sama.

Kekhawatiran akan terjadi sabotase dari Israel untuk menggagalkan kesepakan gencatan senjata dalam perang di Teluk Persia, seperti dikhawatiran banyak pihak pun mulai terbukti.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora)  Mahfuz Sidik, menyatakan pandangannya, bahwa srangan militer Israel ke wilayah Lebanon Selatan merupakan tindakan sabotase serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.

“Israel menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kekacauan keamanan di Teluk Persia beserta dampak global yang ditimbulkannya,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Kamis  (9/4/2026).

Menurut dia,  pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menolak kompromi dan akan melanjutkan perang, adalah bukti bahwa Israel-lah yang menginginkan dan paling berkepentingan dengan perang ini.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini ⁠mendorong Amerika Serikat agar menjaga kesepakatan gencatan senjata yang sudah disambut positif oleh negara-negara di kawasan Teluk dan juga masyarakat dunia.

“Sudah saatnya Presiden Donald Trump berdiri di atas kepentingan masyarakat dunia dan beralih dari alat pukul yang digunakan oleh Israel,” kata dia.

Hal itu sebagaimana pernah diucapkan Trump, bahwa Amerika tidak punya kepentingan terhadap dinamika di kawasan Teluk Persia, sehingga langkah penghentian perang oleh Amerika Serikat akan menjadi keputusan positif yang akan disambut dunia.

Karena itu, mencermati perubahan keseimbangan kekuatan akibat perang, Mahfuz mendorong pemimpin negara di kawasan Timur Tengah (Middle East), Asia Barat (West Asia), dan Afrika Utara (North Africa)—disebut sebagai MEWANA—perlu segera melakukan dialog komprehensif untuk membangun format kerja sama baru di kawasan yang lebih luas dengan bertumpu pada kekuatan mandiri.

“Format kerja sama ini harus dibangun untuk mewujudkan stabilitas (stabilisasi) keamanan dan politik, serta pengamanan jalur pelayaran dan perdagangan dunia yang melintasi kawasan tersebut,” katanya.

Peneliti Dunia Islam ini mengatakan, ⁠⁠penting bagi negara-negara di kawasan ini untuk mendefinisikan ulang siapa ancaman terbesar dan musuh bersamanya.

“Iran tidak lagi relevan diposisikan sebagai ancaman. Pelajaran dari perang ini adalah Iran dengan kekuatan dan posisi strategisnya justru harus menjadi mitra utama menggantikan Amerika Serikat dan Israel,” katanya.

Mahfuz  menegaskan, format kerja sama negara-negara Muslim di kawasan baru MEWANA akan mampu menjadi penyeimbang baru bagi Israel yang berambisi menjadi kekuatan dominan.

“Stabilitas dunia dan keamanan kawasan Teluk Persia dan sekitarnya sekarang ini kuncinya ada pada keputusan Presiden Trump, apakah akan kembali mendukung Israel melanjutkan perang atau menginisiasi penghentian perang dengan keluar dari tekanan atau jebakan Israel,” pungkasnya.

Waspada Sabotase Celah Gencatan Senjata

Partaigelora.id-Celah gencatan senjata pada perang antara Amerika Serikat dan Iran mulai terbuka. Pada selasa (7/4/2026) kemarin secara bersamaan, Presiden Donald Trump lewat akun Truth menyatakan menunda rencana serangan ke Iran untuk waktu dua pekan ke depan. Sementara, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dalam pernyataan resminya menyebutkan militer Iran akan mengentikan operasi defensifnya apabila serangan militer terhadap Iran dihentikan, dan untuk periode dua pekan ke depan Selat Hormuz berpeluang dibuka melalui koordinasi dengan pihak militer Iran.

Perkembangan positif yang mengarah kepada kesepakatan gencatan senjata ini adalah respon terhadap inisiasi mediasi yang dimotori oleh Pakistan, dengan dukungan dari pihak Saudi Arabia, Mesir dan Turki. Pihak negara-negara Teluk (GCC) secara terbuka juga mendukung upaya mediasi menuju gencatan senjata ini.

Mencermati perkembangan positif ini, Partai Gelora Indonesia berpendapat:

        1. Mendukung penuh upaya gencatan senjata dalam celah waktu terbatas selama dua pekan ke depan. Hal ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi negosiasi menuju kesepakatan penghentian perang yang sudah berjalan selama 40 hari, dan menimbulkan dampak serius berskala global.

        2. Mengapresiasi inisiatif Pakistan – melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif – yang memimpin upaya mediasi menuju gencatan senjata dan negosiasi menuju penghentian perang. Keberhasian inisiatif Pakistan juga karena dukungan kuat dari pihak Saudi Arabia, Mesir dan Turki yang sebelumnya telah mengadakan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 29 Maret di Islamabad, Pakistan.

        3. Mendorong dibangunnya dialog komprehensif para pemimpin negara-negara muslim di kawasan, untuk mewujudkan keamanan dan stabilitasi regional yang lebih permanen, dan bertumpu pada kekuatan dan kerjasama negara-negara tersebut. Dialog komprehensif tersebut melibatkan negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah (Middle East), Asia Barat (West Asia), dan Afrika Utara (North Africa) sebagai para pihak pemangku kepentingan regional yang lebih luas.

        4. Perlu mewaspadai setiap upaya sabotase untuk menggagalkan celah gencatan senjata dan sabotase untuk menutup pintu negosiasi penghentian perang. Sabotase sangat mungkin dilakukan oleh pihak yang akan dirugikan oleh kesepakatan gencatan senjata dan penghentian perang. Israel yang sejak awal dinilai telah “memaksa” Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran, harus menghentikan semua tindakan militernya yang masih dilakukan di kawasan ini; Gaza, Libanon Selatan, dan ke wilayah Iran. Karena jika tidak, tindakan militer Israel hanya akan memporak-porandakan celah gencatan sejata dan peluang negosiasi penghentian perang.

        5. Partai Gelora Indonesia berpandangan pemerintah Indonesia perlu memberikan dukungan kuat kepada langkah mediasi yang dilakukan Pakistan bersama Arab Saudi, Mesir dan Turki. Serta mendorong negara-negara Teluk untuk memulai dialog komprehensif dengan para pemimpin negeri muslim di kawasan yang lebih luas. Pada saat bersamaan, pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan terhadap ketahanan nasional dan menjaga kohesi nasional yang sangat diperlukan untuk keluar dengan selamat dari dampak krisis global ini.

          Mahfuz Sidik
          Sekjen Partai Gelora Indonesia

          Fahri Hamzah: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu

          Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah memberikan kritikan kepada pengamat politik senior Saiful Mujani yang menyinggung upaya untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.

          Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini meminta publik untuk tetap berpijak pada prinsip demokrasi konstitusional dan tidak memberi ruang bagi tindakan yang bertentangan dengan konstitusi.

          “Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya. Dan jenis dari tindakan inkonstitusional itu banyak,” kata Fahri usai rapat bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

          Menurut Fahri, tindakan inkonstitusional yang dibiarkan dapat memicu kekacauan di tengah kondisi global yang tidak stabil.

          “Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” katanya.

           “Dan dalam sistem konstitusi kita, presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat, itu,” sambungnya.

          Fahri juga menyebut pandangan tersebut sejalan dengan para aktivis yang selama ini berjuang membangun demokrasi di Indonesia.

          “Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot,” katanya.

          Fahri juga mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri dan menjaga persatuan, terutama di tengah situasi dunia yang menuntut kekompakan.

          “Ya, tolong introspeksi jugalah ya. Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macamlah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat,” ujarnya.

          “Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust-lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu,” pungkasnya.

          Saiful Mujani sendiri merupakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga penelitian, konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

          Belakangan potongan videonya yang dinarasikan mengajak menjatuhkan pemerintah ramai di media sosial

           Pada potongan video itu Mujani bicara di acara  ‘Halal Bihalal Pengamat’.

          “Ya hanya kita yang bisa, rakyat, ’98 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman enggak turun, enggak akan itu MPR akan menurunkan Suharto, enggak akan,” kata Mujani dalam potongan video yang dicantumkan Hasan.

          Omongan Mujani itu juga direspons eks Kepala PCO Hasan Nasbi yang mengkritik keras pernyataan tersebut. Lewat Instagram @hasan_nasbi ia menyampaikan kekecewaannya sekaligus mengkritik balik Saiful Mujani.

          “Saya terpaksa mengungkapkan kekecewaan saya,” kata Hasan dalam Instagram-nya, dikutip Senin (6/4/206).

          Hasan menyentil sejumlah pihak yang mengaku pejuang demokrasi, namun pada prakteknya hanya mengakui demokrasi jika pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan mereka.

          Hasan juga menyebut orang-orang itu yang menurutnya kerapkali tergoda menyampaikan pernyataan yang melampaui batas, salah satunya ajakan menjatuhkan pemerintah.

          Ia menyentil orang semacam itu menurutnya tidak paham esensi demokrasi, sehingga berbanding terbalik dengan pengakuannya sebagai pejuang demokrasi.

          “Apalagi yang menyampaikan ingin menjatuhkan presiden itu seorang profesor ilmu politik, seorang konsultan politik, seorang polster,” ujarnya.

           

          Partai Gelora ‘Kick Off Program Capacity Building’, Program Peningkatan Kapasitas DPD

          Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan peluncuran atau Kick Off ‘Progam Capacity Building DPD’ dalam rangka meningkatkan kapasitas para pengurus di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu 2029 mendatang.

          Launching tersebut, digelar di sela-sela acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H dan Rakor IV Pimpinan DPP-DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (4/4/2026).

          “Partai Gelora hari ini meluncurkan program pengembangan kapasitas untuk para pimpinan partai di DPD. Hal ini kita lakukan dalam rangkaian menabung syarat-syarat kemenangan di Pemilu 2029.” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

          Menurut dia, program pengembangan peningkatan kapasitas DPD ini, untuk melengkapi tiga program yang telah diluncurkan sebelumnya. Yakni Program Ideologisasi, Program Pengembangan Wawasan dan Program Rekruitmen Anggota.

          “Saya mengingatkan kepada seluruh DPW dan DPD yang belum melakukan Program Ideologisasi untuk segera mengatur jadwal penyelenggaraan kaderisasi,” kata Anis Matta yang juga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini.

          Sedangkan mengenai Program Pengembangan yang memiliki enam tema, yakni Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan bertujuan untuk membangun komunitas atau masyarakat berpengetahuan.

          Ia berharap agar seluruh pengurus di pusat dan daerah agar mengikuti program tersebut melalui ruang zoom meeting, sementara para kader bisa mengikutinya lewat platform media sosial seperti Facebook, Tiktok, Insagram, YouTube dan Twitter (X).

          “Alhamduillah, terutama soal tema geopolitik mendapatkan sambutan luas masyarakat, tidak hanya pengurus dan kader. Dan Insya Allah kita juga akan membuat Podcast untuk tema geopolitik dan isu-isu politik,” katanya.

          Anis Matta menegaskan, bahwa dengan memberikan pengetahuan dan mengedukasi publik secara konsisten melalui program pengembangan wawasan, maka secara tidak langsung mengajak publik terlibat aktif dalam politik dan ikut serta memberikan arah dalam perjalanan bangsa.

          “Program pengembangan wawasan ini merupakan bahan saudara-saudara semuanya untuk melakuan rekruitmen. Program Rekruitmen Anggota yang sudah kita launching bulan lalu, bisa kita mulai dari sini,” kataya.

          Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan, Program Capacity Building ini merupakan program nasional, program pengembangan kapasitas struktur tidak hanya untuk pengurus DPD saja tetapi juga pengurus di DPP dan DPW.

          “Program peningkatan kapasitas struktur ini, merupakan program prioritas kategori Indonesia,” ujar Mahfuz.

          Wakil Ketua Tim Capacity Building DPW-DPD Gungun Gunawan mengatakan, program peningkatan kapasitas untuk DPD ini, bukan sekedar ‘Kick Off’, melainkan lanjutan pemenuhan aktivitas kognitif dari struktur partai di seluruh Indonesia yang diinisiasi DPP Parta Gelora melalui Program Indiologisasi.

          “Program ini kita sebut sebagai program peningkatan kapasitas untuk manajemen Partai Gelora, karena struktur sudah terbentuk. Pimpinan kita ingin terciptanya masyarakat berpengetahuan, sekaligus menciptakan learning yang lebih terukur,” kata Gunawan.

          Ia menjelaskan, Tim Capacity Building DPW-DPD ini diketuai oleh Mohammad Syahfan Badri Sampurno, sedangkan Muhammad Sutiyadi sebagai Sekretaris Tim.

          Mahfuz Sidik selaku Sekjen Partai Gelora bertindak sebagai Ketua Tim Pengarah, sementara beberapa Ketua Koordinator Bidang DPP Partai Gelora menjadi Anggota Pengarah antara lain Akhmad Faradis, Ahmad Zainuddin, Rico Marbun, Triwisaksana, dan TB Dedi Miing Gumelar.

          Sekretaris Tim Capacity Building DPW-DPD Muhammad Sutiyadi mengatakan, bahwa program ini merupakan kebutuhan pengembangan kapasitas kepemimpinan manajemen organisasi dan kemampuan berpikir strategis di tingkat pimpinan DPD

          “Jadi hari ini kita tidak hanya sekedar meluncurkan program pelatihan, tapi kita juga sedang memulai mesin penggerak baru bagi jalannya organisasi,” kata Sutiyadi.

          Peningkatan kapasitas DPD, kata Kapten Yadi-sapaan akrab Muhammad Sutiyadi, akan menentukan kemenangan Partai Gelora ke depannya, karena DPD merupakan garda terdepan partai.

          “Materi akan diberikan para pemateri yang berpengalaman dalam politik, sekaligus akan menjadi pendamping untuk menterjemahkan visi misi strategis di lapangan. Kita akan jadikan DPD ini driver kemenangan,” katanya.

          Sehingga para pengurus di DPD, nantinya tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki kapasitas dan basis riil di akar rumput.

          “Kita akan memberikan potret objektif mengenai kapasitas mesin partai menjelang verifikasi di tahun 2027 menuju kemenangan di 2029,” katanya.

          Kapten Yadi mengatakan, materi yang diberikan dalam pengembangan kapasitas DPD ini akan dibagi dalam empat klaster dengan 16 modul. Pertama Klaster Manajemen, Manajemen Komunikasi, Manajemen Organisasi dan Manajemen Penggalangan.

          “Sehingga kita bisa membangun leadership dengan menjadikan struktur efektif yang terukur. Tentu hasilnya mengubah struktur ini menjadi suara,” katanya.

          Artinya setiap pengurus DPD, lanjut dia, akan menjadi poros penggerak utama organisasi partai. Dimana tidak hanya sekedar aktif, tetapi juga mampu berpikir strategis dalam menggerakkan organisasi.

          “Dalam waktu 6-12 bulan mendatang, kita dapat mengetahui keberhasilannya. Kita akan memiliki struktur yang lebih rapi, serta pengurusnya memiliki kapasitas dan energi kepemimpinan,” pungkasnya.

          Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Dampak Perang Teluk terhadap APBN

          Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta pemerintah mengantisipasi dampak serius dari perang di Kawasan Teluk apabila perang semakin meluas dan menunjukkan peningkatan ekskalasinya.

          Sebab, hal itu akan berdampak pada domestik, ekonomi dan APBN Indonesia, jika harga minyak mentah dunia nantinya menembus USD 200 per barel.

          “Apakah BBM kita bisa bertahan dengan sistem subsidi, apabila 2-3 bulan ke depan misalnya, perang semakin meluas. Bagaimana dampaknya pada APBN kita?” kata Mahfuz Sidk.

          Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Perang Akan Segera Berakhir?, Membaca Skenario End-War Game dan Situasi Paska Perang (Aftermath) Antara AS-Israel dan Iran’, Jumat (3/4/2026) malam.

          Menurut Mahfuz, harga minyak mentah dunia bisa menyentuh USD 200 per barel, apabila jalur distribusi energi semua terganggu, tidak hanya di Selat Hormuz, tapi juga di Selat Bab el Mandeb dan Laut Merah.

          “Dunia akan menderita, tidak hanya Indonesia. Dunia akan mengalami krisis energi dan dunia akan mengalami depresi ekonomi yang sangat kuat,” ujarnya.

          Tersendatnya distribusi energi, kata Mahfuz, akan membawa dampak ikutan pada sektor pertanian dan pangan yang bisa menyebabkan bencana kelaparan global.

          “Ini akan menjadi bencana global. Tidak akan mampu ditanggung oleh negara sebesar dan sekuat apapun,” katanya.

          Karena itu, Mahfuz menyoroti soal kemampuan APBN 2026 dalam mengantipasi dampak tersebut, karena sepertiga APBN masih dibiayai dari utang, sehingga Indonesia tidak memiliki keleluasaan dalam mengelola anggaran.

          “Kenaikan harga BBM sekarang ini sudah menguras cadangan devisa kita. Dan kalau perang ini misalnya berlanjut sampai 6 bulan ke depan, maka sebagaimana banyak negara lain, APBN kita juga tidak akan mampu menutup ini,” katanya.

          Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel yang sudah memasuki pekan kelima tersebut, tidak dapat diketahui secara pasti akan berakhir.

          “Saatnya sekarang pemerintah menjelaskan situasi ini secara gamblang, secara jelas, tanpa ditutup-tutupi, tanpa dikurangi atau dilebihkan. Ini harus dijelaskan kepada masyarakat seluas-luasnya,” katanya.

          Hal ini penting, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi mengajak masyarakat secara kolektif sebagai bangsa dan negara agar mempersiapkan diri secara bersama-sama menanggung resiko dampak perang.

          “Apabila masyarakat tidak mendapat penjelasan. Dan kalau guncangan ini datangnya lebih cepat, maka bukan saja pemerintah dengan APBN-nya yang tidak siap, tapi yang kita khawatirkan adalah ada reaksi balik, ada social unrest (kerusuhan sosial),” katanya.

          Kerusuhan sosial, lanjut dia, bisa terjadi karena masyarakat marah, fustasi, serta tidak siap melihat situasi dan kondisi sekarang, yang menambah beban hidup mereka sehari-hari.

          “Jadinya bukan malah bersama-sama bergandengan tangan, justru malah akan saling menyalahkan. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

          Mahfuz berharap pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta anggota dewan di DPR dan DPRD, perlu mulai berbicara skenario terpahit.

          “Saya kira masyarakat kita, masyarakat yang pintar, masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang sudah terbiasa menghadapi situasi-situasi sulit,” katanya.

          Ia berharap perang AS-Israel melawan Iran segera berakhir, sebagaimana banyak negara lain, Indonesia juga menginginkan perdamaian dunia, karena merupakan amanah konstitusi.

          “Tetapi kita perlu mendiskusikan, bagaimana Indonesia mulai meletakkan kembali strategic positioning-nya, posisi strategisnya di dalam dunia yang mulai berubah,” ujarnya.

          Mahfuz menambahkan, bahwa Presiden AS Donald Trump sekarang berusaha sekuat tenaga untuk segera mengakhiri perang, karena tekanan politik domestik yang semakin menguat terhadap dirinya.

          Namun, Trump tidak mau mengaku kalah perang dengan Iran, meskipun kekuatan militernya mengalami kehancuran, serta kerugian besar secara finansial, dimana harus merogoh kocek USD 40 miliar untuk membiayai perang hingga hari ini.

          Pengamat politik Timur Tengah ini menilai Amerika telah menyiapkan empat skenario untuk mengakhiri permainan perang ‘End-War Game bersama Israel.

          Adapun skenario pertama, klaim kemenangan prematur. Amerika menyatakan secara sepihak kemenangan terhadap Iran dalam perang ini, dengan mengungkapkan kekuatan militer Iran telah dilancurkan bersama Israel.

          Lalu, skenario kedua, gencatan senjaran bersyarat. Ada keterlibatan pihak ketiga untuk melalukan perundingan untuk mencari titik temu negosiasi 15 poin tuntutan dari Amerika dan 7 poin tuntutan dari Iran.

          Kemudian skenario ketiga, Amerika dan Israel melanjutkan serangan militer secara masif hingga mampu melumpuhkan Iran, terutama instalasi kekuatan militernya. Tetapi hal ini akan mendapatkan serangan balangan dari Iran, dan perang bisa semakin meluas.

          Terakhir skenario keempat, perang berlarut dan kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Skenario ini hanya mungkin terjadi apabila Presiden AS Donald Trump mendapatkan persetujuan dari Kongres untuk melanjutkan perang.

          “Kongres juga menyetujui anggaran tambahan untuk perang sebesar USD 200 miliar. Kalau ini terjadi Trump tidak akan berpikir panjang, tidak akan berpikir lama untuk melanjutkan perang dengan Iran,” katanya.

          “Artinya, Amerika punya nafas untuk berperang selama 200 hari lagi dengan asumsi 1 hari USD 1 miliar. Itu berarti ada 6 bulan lebih untuk mengalahkan Iran. Tetapi sebaliknya, juga siap berperang panjang, bahkan bertahun-tahun,” pungkasnya.

          Tiga Prajurit TNI Gugur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

          Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Keluarga Besar Partai Gelora berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL, akibat serangan artileri militer Israel (IDF) di wilayah Libanon Selatan; Libanon pada Senin (30/3/2026).

          “Keluarga Besar Partai Gelora Indonesia mengucapkan Turut Berduka Cita atas gugurnya prajurit Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Semoga Allah SWT menempatkan mereka dalam barisan Syuhada dan seluruh keluarga mereka diberikan kekuatan, serta ketabahan,” kata Mahfuz dalam keterangan, Selasa (31/3/2026).

          Diketahui, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon gugur saat menjalankan misi penjaga perdamain di Indonesia di Timur Tengah.

          Mereka tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut serangan Israel di Lebanon.

          Insiden tersebut terjadi di tengah serangan dan pendudukan Israel ke Lebanon. Bahkan, sejak awal Maret 2026, Israel memperluas serangan untuk mencaplok Lebanon selatan.

          Menurut Mahfuz, peristiwa ini harus menjadi concern dan keprihatinan Indonesia. Investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban harus dituntut atas insiden yang mencoreng spirit pasukan penjaga perdamaian.

          “Saya kira tidak hanya Partai Gelora yang kehilangan atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI, yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Tapi seluruh Indonesia berduka,” katanya.

          Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menilai serangan militer Israel ke garis demarkasi antara Libanon dan Israel (Blue Line) adalah bentuk pelanggaran serius terhadap aturan hukum internasional tentang Blue Line, yang mengacu kepada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006.

          “Blue Line adalah area bebas senjata, penghentian permusuhan dan berlaku ketentuan inviolability, yaitu tidak boleh dilanggar oleh para pihak yang bersengketa,” tegas Mahfuz Sidik.

          Menurut Mahfuz, serangan beruntun militer Israel ke wilayah demarkasi ini menyebabkan keberadaan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB, menjadi sangat rentan dan beresiko tinggi.

          “Meskipun pasukan UNIFIL memiliki kewenangan melakukan self-defense, yaitu menggunakan kekuatan senjata untuk pertahanan diri, namun dalam serangan militer Israel yang menggunakan rudal, akan membuat pasukan UNIFIL sulit melakukan self-defence,” kata dia.

          Mahfuz yang pernah mengunjungi markas pasukan penjaga perdamaian TNI di Libanon Selatan itu, menegaskan, bahwa serangan Israel menggunakan rudal di Libanon Selatan mengancam keselamatan jiwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia. “Nyawa mereka terancam setiap saat.” tegasnya.

          Mahfuz menilai pemerintah dan militer Israel telah seringkali melanggar perjanjian dan kesepakatan. Misalnya selama masa gencatan senjata di Gaza sejak Oktober tahun lalu.

          “Militer Israel masih kerap melakukan pemboman di wilayah Gaza dan kantong-kantong pengungsian,” ungkapnya.

          Pengamat Timur Tengah ini menunjukkan, data kekejaman dan kebengisab militer zionis Israel sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026, telah memakan korban jiwa 600-an warga sipil Gaza.

          “Jadi jika kali ini militer Israel melanggar aturan Blue Line di Libanon Selatan dan mengakibatkan tiga pasukan TNI gugur, ini adalah pola ulangan dari perilaku brutal militer Israel,” ungkap Ketua Komisi I DPR RI periode 2010-2017.

          Mengacu kepada peristiwa ini, Mahfuz mengusulkan agar pemerintah Indonesia menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan stabilisasi Internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace.

          “Saya mendesak agar pemerintah menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan ke Gaza,” kata Sekjen Partai Gelora ini.

          Mahfuz melihat militer Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan melanggar aturan PBB tentang Blue Line di Libanon Selatan, serta terus melakukan serangan bersenjata yang mengorbankan banyak warga dan pasukan penjaga perdamaian.

          Ia mengecam pemerintah dan militer Israel tidak pernah menyatakan penyesalan dan pengakuan terhadap tindakan pelanggaran serius ini. Bahkan pemerintah Amerika Serikat yang selama ini menjadi pelindung dan sekutu Israek ikut membiarkan tindakan itu.

          Jadi menurut Mahfuz, tidak ada jaminan keamanan sedikitpun bagi pasukan stabilisasi internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace yang akan ditempatkan di Gaza.

          Apalagi ada desakan dari Israel agar tugas pertama dari pasukan stabilisasi di Gaza ini adalah melakukan perlucutan senjata dari pejuang Hamas dan pendukungnya.

          “Hal ini tentu akan sangat beresiko tinggi bagi keamanan dan nyawa pasukan TNI di Gaza,” tutup Mahfuz.

          Anis Matta Ingatkan Indonesia akan Hadapi Hari-hari yang Berat ke Depan

          Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengingatkan, bahwa perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat.

          Bisa jadi perang akan berlangsung hingga satu atau dua tahun mendatang seperti yang disampaikan Wakil Presiden AS James David Vance beberapa waktu lalu. Sehingga Indonesia harus bersiap menanggung dampaknya secara global.

          “Di hari-hari yang akan datang, akan menjadi hari yang berat, bukan hanya bagi negara yang berperang, tapi justru bagi negara yang tidak bergerak, termasuk kita di Indonesia,” kata Anis Matta dalam Halalbihal Fungsionaris DPP Partai Gelora di Jakarta, Senin (30/3/2026) malam.

          Anis Matta kemudian teringat salah satu ayat dalam surat Al-Jinn yang menggambarkan situasi dan kondisi saat ini, yang akan menjadi gelombang besar perubahan tatanan global baru.

          “Makanya ketika mendirikan Partai Gelora, doa yang kita baca adalah doa Nabi Nuh sebelum berlayar karena kita tahu akan menghadapi gelombang atau goncangan,” katanya.

          Nabi Nuh saat itu memanjatkan sebuah doa yang tercantum dalam Al Qur’an Surat Hud Ayat 41.“Bismillahi majreha wa mursaha inna rabbi la ghafurur Rahim”.

          “Sebelum berlayar, Nabi Nuh berdoa tersebut waktu ada banjir besar saat menumpangi perahunya bersama orang-orang yang mengikutinya agarbisa melewati semua gelombang-gelombang besar itu, serta diturunkan di waktu dan tempat yang tepat untuk berlabuh,” ujar Anis Matta.

          Anis Matta mengatakan, situasi yang dialami Nabi Nuh saat itu mirip yang dialami Partai Gelora sekarang. Sebab, yang terjadi sekarang apakah sebenarnya diinginkan oleh penduduk bumi atau memang karena Allah SWT yang menginginkan agar manusia kembali ke jalan yang lurus.

          “Sekarang kita sedang melewati gelombang besar seperti itu. Dan sepanjang kita berlayar, kita pasti akan bertanya, pada akhirnya kita akan berlabuh di mana,” katanya.

          Wamenlu RI ini mengatakan, melihat situasi sekarang tidak ada yang bisa memprediksi perang akan berlangsung pendek. Bahkan tanda-tanda perang akan berlangsung lama, bisa sampai 1-2 tahun.

          “Kemarin Wakil Presiden AS sudah menyampaikan perang bisa sampai satu atau dua tahun. Dan kita sudah mendapatkan laporan, pasukan darat Amerika sudah siap turun. Mereka sudah ada di sekitar kawasan Teluk, tinggal menunggu perintah saja,” katanya.

          Karena itu, Anis Matta tidak bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi di dunia pada hari-hari mendatang, apabila perang terus menunjukkan peningkatan ekskalasinya.

          “Seluruh dunia akan kesulitan energi, dan kita ketahui juga Indonesia mengimpor BBM mencapai 900 ribu barrel melalui Serat Hormuz.,” katanya.

          Selain itu, apabila proksi Iran melalui Houthi juga menutup jalur Bab el-Mandab Laut Merah,jalur sempit yang membentang ke arah tenggara dari Terusan Suez Mesir, yang merupakan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.

          “Maka kita akan punya masalah serius, yang tidak pernah dibayangkan orang. Kita akan menghadapi bahaya kelaparan. Karena selain jalur perdagangan, dimana 90 persen kebutuhan pupuk dunia melewati jalur ini,” ujarnya.

          Anis Matta berharap agar seluruh kader Partai Gelora memanjatkan doa kedua Nabi Nuh, setelah berlayar seperti ada di dalam Al Qur,an Surat Al Mu’minun ayat 29.

          “Wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn. Yang artinya , Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat,”

          Ia ingin menggarisbawahi dua kata mengenai tempat turun dalam doa tersebut. Yakni bermakna kedudukan (bahasa politik), strategic positioning (bahasa geopolitik), sedangkan dalam bahasa Arab sebagai tempat terbuka atau tempat berlabuh yang diberkahi.

          Sementara itu tempat berlabuhnya Nabi Nuh sendiri setelah banjir besar berada di Pegunungan Ararat di antara Turki , Iran dan Azerbaijan.

          “Dan ketika kita menghadapi goncangan-goncangan dan ketidakpastian, kita diajarkan berdoa Allah SWT seperti doa Nabi Nuh. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada kita semua, yang berjamaah melalui Partai Gelora ini, sebagai tempat turun yang benar, tempat yang diberkahi Allah SWT. Jalan lurus yang diberkahi,” pungkasnya.

          Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika

          Partaigelora.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mendorong negara-negara Teluk perlu segera memikirkan aliansi baru, membangun aliansi bersama untuk menghilangkan hegemoni Amerika Serikat (AS) di Kawasan Timur Tengah (Timteng) baik secara ekonomi, politik dan militer.

          Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam acara diskusi Bola Liar Kompas TV dengan tema ‘Iran Unggul Strategis, Trump Mau Invasi Darat atau Negosiasi?’ di Jakarta, Jumat (27/3/2026) malam.

          ”Negara-negara Teluk ini perlu memikirkan aliansi baru pasca perang untuk menghilangkan hegemoni Amerika di kawasan tersebut. Iran sudah mengajukan proposal untuk membangun aliansi bersama,” kata Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

          Menurut Mahfuz, aliansi ini tidak hanya beranggotakan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain saja, tetapi negara-negara lain di kawasan Timteng ada Iran, Irak, Turki dan lain-lain.

          “Perang ini adalah gong yang menandakan berakhirnya hegemoni ekonomi, politik dan militer Amerika di kawasan Timur Tengah,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

          Dengan adanya aliansi bersama ini, maka kata Mahfuz, secara tidak langsung AS-Israel telah mengakui kekalahan dalam perang dengan Iran yang telah berlangsung selama satu bulan ini.

          “Trump (Presiden AS Donald Trump) menelan pil pahit. Trump benar-benar salah kalkulasi, tidak bisa memenangkan perang dengan Iran. Trump sekarang berpikir bagaimana perang ini segera berakhir.,” katanya.

          Amerika, lanjut Mahfuz, mengalami kekalahan secara strategis dalam perang asimetris dengan Iran. Ia yakin Trump tidak akan melakukan seragan darat.

          Hal itu hanya imajinasi Trump sebagai upaya untuk melakukan buying time atau mengulur-ngulur agar tidak ‘kehilangan muka’ di dalam publik domestik di AS maupun pandangan negatif dunia internasional.

          “Sejak awal Trump ini tidak punya tujuan yang jelas dan tidak punya rencana juga yang jelas di dalam operasi militer ini,” ujarnya.

          Trump tidak menduga keberhasilan dalam menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro justru gagal total di Iran, meski telah membombardir dengan ratusan rudal dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini.

          “Iran bukanlah Venezuela. Dia pikir dengan serangan 28 Februari itu,  membombardir 800 rudal ke Teheran dan beberapa kota lain, berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Ini kemenangan mutlak, ternyata kan itu tidak terjadi,” katanya.

          Peneliti Dunia Islam Ini berpandangan bahwa Trump mengalami kebingungan yang hebat saat ini, dimana Presiden AS itu mengatakan, meminta upaya gencatan senjata dan keinginan untuk mengakhiri perang.

          Bahkan Trump mengklaim ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang dengan melibatkan Turki, Pakistan dan Qatar, namun hal itu dibantah secara tegas Iran.

          “Kita lihat Trump ini ngajak Iran negosiasi, tapi meletakkan semua tujuan yang dari awal pernah dia sebutkan dalam satu piring besar melalui 15 tuntutan. Jelas ditolak Iran,” katanya.

          Mahfuz menegaskan, bahwa Amerika tidak mendapatkan apa-apa dalam perang dengan Iran kali ini, bahkan mengalami kekalahan telak, karena mendukung keinginan Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netayanhu.

          “Rencana negosiasi juga tidak jelas. Kalaupun ada keinginan memobilisasi pasukan darat atau serangan yang jauh lebih besar, itu hanya bentuk gertakan Trump untuk Iran saja,” katanya.

          Karena itu, pernyataan-pernyataan yang disampaikan Presiden AS Donald Trump tidak bisa dipercaya dan berubah-ubah terus.

          “Peperangan ini tidak akan bisa dengan mudah dimenangkan oleh Amerika  dan Israel. Peperangan asimetris ini menempatkan Iran dalam posisi yang jauh lebih unggul ketimbang Amerika,” katanya.

          Apabila melihat situasi sekarang, lanjutnya, Amerika atau Israel bisa saja menyerang Iran dengan menggunakan senjata nuklir taktis. “Ini sangat mungkin terjadi,” tegas dia.

          Sebab, tekanan politik domestik terhadap Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benyamin Netayanhu semakin berat.

          Trump ingin mengakhiri perang, sementara Netayanhu justru mencegah proses negosiasi dan melanjutkan perang dengan Iran.

          “Kalau perang ini terus berlanjut, Trump bisa jatuh. Trump ingin menyelamatkan wajahnya, dan perang ini segera selesai,” katanya.

          Trump semakin menyadari, bahwa Amerika tidak bisa memenangi perang dengan Iran. Karena itu,  Trump akan mengambil langjah membuat dunia semakin menderita, karena krisis energi.

          Sikap Trump yang tidak bisa diduga, bisa saja dia membiarkan eskalasi perang semakin meluas menjadi perang kawasan di Timteng, mulai melibatkan pejuang Houthi (Yaman) misalnya.

          “Ketika ekskalasi semakin meluas, Trump akan tampil sebagai seorang pahlawan ingin menyelamatkan dunia. Trump akan segera menghentikan perang, karena banyak permintaan dari negara-negara yang kesulitan energi dan gas untuk menghidupi masyarakatnya. Maka Amerika atas nama kepentingan dunia mengakhiri perang,” pungkasnya.

          Acara diskusi Bola Liar Kompas TV ini juga dihadiri Pakar Strategi PPAU/Alumni US Air War College Marsma (Purn) Agung Sasongkojati, Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar dan Ketua Centra Initiative & Peneliti Senior Imaparsial.

          Lalu, Dosen Psikologi UI Whnda Yustisia, Guru Besar Geopolitik Timur Tengah UGM Siti Mu’tiah Sewtiawi, Peneliti Senior Indo Pacific Strategic Intelligence Fauzia Cempaka Timur dan Wartawan Harian Kompas Antiounius Tony Trinugroho.

          Ucapkan Selamat Rayakan Idul Fitri 1447 H, Ini Pesan Anis Matta kepada Umat Islam di Tanah Air

          Partaigelora.id-Umat Islam di seluruh belahan dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ada yang merayakan pada Jumat (20/3/2026)  dan ada pula yang merayakan pada Sabtu (21/3/2026), termasuk umat Islam di Indonesia.

          Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri/Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

          Sementara jadwal ini berbeda dengan organissasi keagamaan Muhammadiyah akan melaksanakan Lebaran pada Jumat, 20 Maret 2026. Sedangkan organisasi keagamaan lainnya, Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti jadwal pemerintah.

          Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta Pusat, pada Kamis (19/3/2026) malam, mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga kebersamaan, meskipun terdapat perbedaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

          “Kami mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama masa Ramadan tahun ini,” kata Nasaruddin Umar.

          Nasaruddin mengajak seluruh pihak untuk menguatkan persatuan dan silaturahim untuk menjaga kondisi masyarakat tetap rukun. Sikap tersebut, kata Nasaruddin, sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

          “Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah, menyambung silaturahim, dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

          Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengatakan, bahwa Ramadan 1447 Hijriah ditandai satu peristiwa besar, yang bebeda dengan Ramadan sebelumnya.

          Yaitu adanya serangan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran, yang telah memicu perang besar di Kawasan Timur Tengah (Timteng), yang sampai sekarang belum berakhir.

          “Kita tidak tahu, dan saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang ini akan berakhir,” kata Anis Matta, Sabtu (21/3/2026).

          Namun, semua pihak sepakat, bahwa dampak perang ini akan mempengaruhi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, bukan hanya tiga negara yang berperang atau negara-negara di sekitarnya.

          “Perang ini akan mempengaruhi seluruh penduduk dimuka bumi. Ini akan mempengaruhi ekonomi kita, akan mempengaruhi situasi keamanan kita dan situasi politik kita,” ujarnya.

          Bahkan kemungkinan besar akan menjadi awal dari satu perubahan-perubahan yang lebih dashyat, karena tidak ada yang bisa memprediksi ekskalasi sampai sekarang.

          “Tetapi kita berdoa. Semoga seluruh puasa kita, tilawah kita, tahajud kita, sedekah kita, infak kita dan  seluruh kebaikan yang kita lakukan selama Ramdahan ini, menjadi sebab bagi Allah SWT untuk menjauhkan kita dari seluruh keburukan yang mungkin menimpa kita atau umat manusia,” katanya.

          “Tidak ada yang lebih baik, kecuali terus berdoa. Rasullah SAW mengajar satu doa,” Ya Allah perbaikilah akhir dari segala urusan kami, dan lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan siksa di akhirat,” imbuhnya.

          Di hari yang bahagia ini, Anis Matta mengucapkan selamat merayakan Hari Raya idul Fitri 1447 H kepada seluruh umat Islam di tanah air. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. ‘Idukum Mubarok, ‘Idukum Said. Mohon maaf lahir batin,” pungkas Anis Matta.

          Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Mahfuz Sidik mengajak para Fungsionaris, Kader dan Sahabat Gelora menjadikan hari yang  berbahagia ini sebagai energi yang berlipat ganda untuk melanjutkan perjuangan.

          “Saya dan segenap jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Gelora Indonesia mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal ‘Aidin wal-Faizin, Kullu Aamin wa Antum bikhair. Mohan maaf lahir batin,” kata Mahfuz.

          Ia  berharap kebahagian, kegembiraan dan keberkahan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum dan menjadi energi tambahan untuk demi Indonesia yang lebih baik.

          “Mari rayakan hari kemenangan dengan hati yang bersih dan semangat yang baru. ​Jadikan momen Syawal ini sebagai energi tambahan untuk terus berkolaborasi dan berjuang demi Indonesia yang lebih baik,” katanya.

          Alamat Dewan Pengurus Nasional

          Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

          Newsletter

          Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

          X