Fungsionaris dan Kader Partai Gelora Diajak Luruskan Kembali Niat Perjuangan Politik

Partaigelora.id- Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Rofi’ Munawar mengajak fungsionaris dan kader Partai Gelora untuk meluruskan kembali niat dalam perjuangan politik.

Sebab, dalam perjuangan politik itu terdapat banyak fitnah, jebakan dan godaan. Sehingga perjuangan politik oti dianggap ibadah yang paling afdal.

Karena apabila tidak dapat mengendalikan syahwat politik, maka orang tersebut akan terjerembab dalam berbagai macam persoalan menyangkut dirinya.

“Makanya Pak Ketum (Anis Matta) mengatakan, bahwa orang tidak akan bisa melakukan sesuatu yang lebih besar, kalau dengan dirinya sendiri belum selesai,” kata Rofi’ Munawar.

Hal itu disampaikannya dalam Kajian Pengembangan Wawasan Spiritual (Tazkiyatun Nafs) dengan tema ‘Meluruskan Niat Perjuangan Politik’, Selasa (3/2/2026) malam.

Rofi’ mengatakan, di lapangan godaan politik begitu luar biasa, bukan hanya sekedar syahwat politik saja. Tetapi juga ada anggapan, bahwa image politik itu kotor.

“Karena itu niat kita harus ibadah. Karena sesungguhnya Allah SWT menjadikan manusia itu sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah yang dimaksud adalah melaksanakan tugas kepemimpinan untuk memakmurkan bumi,” katanya.

Menurut dia, tugas untuk memakmurkan bumi antara lain adalah terjun ke dunia politik untuk melaksnakan mandat atau amanah kepemimpinan.

“Inilah yang harus kita pahami, bahwa kita terlibat dalam perjuangan politik, kebetulan lewat Partai Gelora, karena kita mendapatkan mandat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT,” ujarnya.

Dalam melaksanakan mandat itu, lanjut dia, Partai Gelora memiliki visi-miai antara lain membangun masyarakat yang religius dan berpengetahuan.

“Religius itu, masyarakat yang memiliki energi spiritual yang baik. Dan berpengetahuan berarti memiliki energi intelektual atau pemikiran. Inilah dua energi yang kita perlukan,” katanya.

Energi spiritual akan menentukan arah yang akan dicapai, sedangkan energi Intekektual akan menentukan langkah yang akan ditempuh.

“Sekali lagi, tazkiyatun nafs ini akan memberikan guidance kepada kita. Sebab, Tazkiyatun nafs adalah pembersihan hati penyucian jiwa agar kita benar-benar memiliki kesiapan,” katanya.

Artinya, ketika hati dan jiwa sudah dibersihkan, maka hal itu adalah bagian dari niat dalam perjuangan politik.

Ketika sudah melakukan niat dalam ibadah politik, seseorang akan mendapatkan kekuatan, memiliki kesabaran dan daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan.

“Ini mesti kita ketahui supaya kita memiliki kewaspadaan dan kehati-hatian agar ibadah politik kita tidak tercederai,” katanya.

Rofi’ berharap para fungsionaris dan kader Partai Gelora tidak terjangkiti empat penyakit hati, yakni penyakit kemunafikan, kedustaan, ria dan pengkhianatan agar niat dalam perjuangan politiknya sesuai arah dan tujuan.

“Kalau kita kena empat penyakit ini, pasti perjuangan politik kita akan berantakan. Niat kita harus terbebas dari empat penyakit ini,” tegasnya.

Ia menambahkan agar perjuangan politik tidak tercederai, maka perlu dibentengi secara spiritual. 

Sebab, dalam perjuangannya dipastikan  akan mengalami berbagai macam dinamika politik. 

“Karena itu, niat itu penting  dan kita harus berusaha terus menjaga niat. Saya kira pesan pentingnya adalah bahwa energi spiritual harus ada di dalam perjuangan politik,” pungkasnya. 

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X