Enam Langkah Disiplin Berpikir yang Perlu Dilakukan Sebelum Mengambil Keputusan

Partaigelora.id-Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Gunawan mengatakan, sebuah keputusan strategis sangat dipengaruhi oleh mindset atau pola pikir seseorang secara sadar, walaupun hal itu terkadang tidak disadari.

“Baik dalam jangan  pendek dan jangka panjang, dalam kehidupan sehari-hari, berkeluarga, dalam karir, bahkan dalam politik, bahkan lebih jauh lagi scopenya,” kata Gunawan dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kepribadian dengan tema Strategi Transformasi Pola Pikir, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, keputusan strategi yang dilakukan secara sadar dalam aktivitas sehari-hari tersebut, dibagai menjadi dua masalah. Pertama dibuat secara sadar dan kedua dibuat secara tidak sadar.

Keputusan tersebut berada di ruang konsolidasi internal yang bersifat life skill (keterampilan hidup) dan bersifat cognitive abilities activation (aktivasi kemampuan kognitif), sehingga diperlukan peningkatan kualitas pribadi sebagai sarana pengambil keputusan strategis dalam hidup masing-masing.

“Ketika banyak keputusan-keputusan yang hadir tanpa kita sadari, karena arsitektur mindset ini tiga lapisan penguatan. Pertama, penguatan kesadaran psikologis yang akan terus kita bangun. Kedua, disiplin berpikir yang terus kita latih dan ketiga menajamkan integritas arah perjuangan kita,” katanya.

Coach Gunawan, sapaan akrabnya, mengatakan, ketiga lapisan penguatan midset ini harus dilakukan secara konsisten, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif atau menjadi kontrapduktif.

“Kecerdasan seseorang itu bisa hilang 80%, ketika negatif emosi itu hadir.  Jadi mengambil keputusan ketika kita emosi. Apakah hal ini berdampak atau tidak,  maka kita harus disiplin berpikirnya dan dilakukan secara konsisten. Sehingga kita punya keyakinan 100% untuk menentukan dan menajamkan arah perjuangan kita,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, cita-cita pribadi harus selaras dengan cita-cita partai itu agar mempunyai nilai atau value.

“Makanya dalam program ini, kita melakukan penguatan kesadaran psikologis, disiplin berpikir dan menajamkan integritas arah perjuangan,” katanya.

Coach Gunawan mengatakan, kekuasaan tidak bisa merubah karakter, jika dilihat dari kacamata psikologi kepemimpinan (leadership), sebaliknya justru akan memperbesar karakter seseorang.

“Nah, di level pimpinan inti, persoalan jarang bersifat teknis. Justru bisa jadi musuh terbesar bukan pada kompetitor, masalah di psychological stability (stabilitas psikologis). Psychological stability ini yang mempunyai peranan sangat penting ketika orang memberikan atau mengambil keputusan,” katanya.

Misalnya, ketika ada seorang pemimpin zalim, itu disebabkan karena kekuasannya dia menjadi zalim, tetapi karena sifat kezaliman tersebut sudah ada dalam dirinya, jauh hari sebelum dia berkuasa.

“Makanya kita diberikan materi Tazkiyatun Nafs, oleh Ketua Harian kita Syeikh Rofi Munawar agar kita terus menerus melakukan detoksifikasi psikologis untuk menghilangkan karakter-karakter negative kita,” katanya.

Sehingga diharapkan dapat ketenangan hati, batin, menjadi orang ramah, begitu diberikan kekuasaan dia tetap tenang dan tidak menjadi zalim, anti kritik atau bersikap defensif yang cukup tinggi.

Coach Gunawan mengatakan, secara psikologis kekuasaan itu dapat memperbesar karakter seorang pemimpin secara positif dan negatif. Karena itu, setiap pemimpin diingatkan agar selalu menjaga karakter positifnya agar tidak menjadi pemimpin tiran.

Ia menegaskan, seorang yang mengambil keputusan strategis, tidak hanya pemimpin akan berdampak penjang, tidak hanya mempengaruhi dirinya, tetapi juga orang lain.

“Dan selama ini keputusan-keputusan dalam hidup kita justru banyak yang kontraproduktif dengan cita-cita kita. Dan itu dampak panjangnya,” ujar Coach Gunawan.

Karena itu, setiap manusia perlu betul-betul mengamplifikasi langkahnya agar sesuai pada tujuan sebelum mengambil sebuah keputusan. Setidaknya ada enam langkah disiplin berpikir yang harus dilakukan.

“Kenapa perlu enam langkah disiplin berpikir? Why? Karena pada dasarnya manusia itu punya dua ego ketika dia mau mengambil keputusan,” katanya.

Pertama dalam hal sifat leadership atau kepemimpinannnya, dimana seorang pemimpin jangan mudah tersinggung ketika dikritik, bahkan dilecehkan. Hal ini menjadi tantangan sendiri bai seorang pemimpin.

“Seperti dikatakan Ketum kita Ustadz Anis Matta, bahwa pujian sanjungan itu tidak akan membuat kita masuk surga pun. Sebaliknya dengan cacian hinaan bahkan kezaliman yang kita alami tidak akan membuat kita masuk neraka. Yang membuat kita masuk surga adalah amal-amal terbaik kita,” katanya.

Artinya, dia memiliki ego defensif atau dalam istilah modern adalah defend mechanism, yang akan membuat jiwanya sangat rapuh, karena tergantung pada pujian dan cacian, serta memutuskan sesuatu demi citra diri.

“Seharusnya kita itu ego strategis stabil dalam kritik, mendengar tanpa merasa terancam, memutuskan demi arah jangka panjang dan keputusan yang matang. Nah,kita berharap kita memperkuat sisi ego strategis, bukan ego defensif,” katanya.

Untuk menumbuhkan ego strategis ini, lanjut dia, perlu dilatih dalam pergaulan sehari-hari, meskipun yang bersangkutan memiliki pengetahuan yang tinggi.

“Disinilah kita butuh jeda kognitif, kalau kita tidak punya, yang muncul ego defensi. Sehingga apapun keputusannya akan bersifat reaktif,” ujarnya.

Ia menilai enam langkah disiplin berpikir ini, bukan untuk memperlambat menunda keputusan. Justru akan dapat membuat keputusan yang lebih cepat menuju cita-cita.

“Kalau ada sebab, pasti ada akibat. Kalau ada aks,  pasti ada reaksi. Respon yang disebut dengan hukum stimulus. Kalau aksinya sama terus-menerus, maka otomatis nanti responnya juga otomatis,” katanya.

Ketika terlalu sering mendapatkan respon yang sama berulang, maka responnya menjadi menetap, dan mindset adalah stimulus yang berulang itu, tanpa jeda, tanpa kesadaran, tanpa awareness.

“Tetapi ketika kita dalam keadaan sadar, maka kita sedang melakukan investasi kognitif jangka panjang. Dalam keadaan sadar ini, yang membuat ada jeda kognitif, sehingga kita bisa membuat keputusan strategis,” katanya.

Pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan masalah bukan gejala, karena selama ini terbiasa dengan satu struktur pola berpikir, sehingga perlu membedakan masalah dan gejala.

“Ibarat kita tiba-tiba seorang sakit kepala pada siang hari, padahal paginya aman-aman saja. Apa yang dilakukan si orang itu? Dia pergi ke apotek, dia beli obat anti nyeri. Yang diobati itu apanya, itu gejalanya. Sementara dia pusing karena dimarahin sama bos, sehingga gangguannya lebih bersifat psikosomatik, bukan karena patologis ,” katanya.

Kedua bisa membedakan atau kemampuan dalam mengidentifikasi masalah. Sehingga dapat diketahui mana persepsi dan perasaan.

Sedangkan yang ketiga adalah sadari emosi yang sedang aktif saat itu, dan pastikan mengambil keputusan apa yang dipikirkan, bukan dirasakan.

Keempat melakukan uji perspektif. Misalkan keputusan diambil hari ini, bagaimana dampaknya ketika dalam waktu tiga bulan atau lima tahun dan seterusnya.

Kelima cek keselarasan visi dan nilai. Maksudnya adalah ketika telah mengambil sebuah keputusan, maka dilakukan pengecekan keselasan antara visi dan nilai.

Apakah keputusan tersebut dilakukan dengan penuh keyakinan atau keraguan,  selaras dengan nilai agama, nilai keluarga, atau nilai organisasi dan lain-lain.

Keenam menghitung konsekuensi terburuknya (the worst thing). “Jadi, itu yang disebut disiplin berpikir atau jeda kognitif, enam langkah berpikir. Sebab, keputusan buruk sering lahir bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kurang disiplin berpikir.,” pungkasnya.

Mahfuz Sidik: Waspada Dampak Serius Jika Perang Berlarut di Timur Tengah

MataParlemen.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, konflik yang terjadi antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran sekarang adalah perang sesungguhnya di Kawasan Timur Tengah (Timteng), bukan hanya sekedar serangan militer biasa.

Meskipun Israel dan AS menyebutnya sebagai serangan militer pencegahan (pre-emptive) pada Sabtu (28/2/2026), sementara Iran menyebutnya sebagai serangan militer pembalasan (retaliation).

“Karena itu, kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan terasnya, terbukti tidak menyurutkan langkah pembalasan dari militer Iran. Bahkan sasarannya meluas ke basis militer AS di sejumlah negara Teluk,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, Iran diyakini menyiapkan rencana operasi serangan pembalasan berlarut, setelah dua kali serangan militer Israel dan Amerika Serikat tidak berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran.

“Situasi ini perlu diwaspadai. Karena ketika perang ini berlarut maka akan timbul sejumlah dampak besar dan sangat serius,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Dampak pertama adalah kekacauan politik di kawasan Timur Tengah, ketika sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS terjebak pada dilema menyikapi serangan pembalasan dari Iran.

Jika negara seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait membentuk front bersama Israel dan AS  untuk menghadapi Iran, maka akan ada resiko domestik penolakan dari warganya.

“Ini berpotensi memicu kekacauan politik domestic,” ujar Mahfuz.

Dampak kedua adalah raibnya perimbangan militer di kawasan. Jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka akan menyisakan Israel sebagai kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Sehingga serangan rudal Israel ke wilayah Qatar untuk menyasar delegasi Hamas beberapa waktu lalu, bakal menjadi mimpi buruk terus bagi negara di kawasan ini, karena kejadian tersebut, bisa saja akan terjadi lagi.

“Belum lagi militer Amerika Serikat yang telah melingkari seluruh kawasan tersebut,” katanya.

Dampak ketiga, adanya potensi perluasan agresi militer Israel di kawasan. Selama agresi Israel terhadap Gaza berlangsung selama dua tahun, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam beberapa kesempatan secara terbuka telah menafikan konsep solusi dua negara, dan menyuarakan ambisi zionis mewujudkan Israel Raya.

Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel, akan memuluskan ambisi Israel Raya.

“Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel,” tegas Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini.

Dampak keempat, adanya potensi krisis ekonomi dunia yang dipicu terblokirnya jalur pelayaran energi dunia yang melewati Selat Hormuz dan Selat Baab el-Mandab.

Selat Hormuz mencakup 20-30 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Sementara selat Baab el-Mandab di jalur Laut Merah mencakup 12 persen pasokan minyak dan 10-15 persen perdagangan maritim dunia.

“Perang berlarut akan sangat mengganggu rantai pasok energi dunia, dan pada gilirannya memicu krisis ekonomi dunia,” katanya.

Dampak kelima, perang berlarut akan menciptakan perang asimetris baru. Iran dengan jaringan proksi dan penganut syiah yang tersebar di banyak negara dapat dikelola sebagai instrumen perang asimetris baru, untuk melawan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di manapun.

Partai Gelora Luncurkan Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota

Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia  Anis Matta secara resmi me-launching Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan pada Pemilu 2029.  Triwisaksana, Ketua DPP Koordinator Bidang (Korbid) Penggalangan Partai Gelora Triwisaksana ditunjuk sebagai Ketua Tim tersebut.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Rapat Koordinasi III Pimpinan DPP & DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (28/2/2026).

“Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim. Program Nasional Rekrutmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan Pemilu 2029 yang akan datang dimulai secara resmi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Menurut Anis Matta, program rekruitmen anggota ini, dalam rangka menabung energi menuju kemenangan Pemilu 2029, sehingga di-launching pada bulan Ramadan ini.

“Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi, Sehingga setelah rapat kita  mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

Program ini untuk melengkapi program yang sudah ada seperti program Pengembangan Wawasan Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan.

“Program jni dengan pendekatan normal, tetapi apabila ada perkembangan situasi global maupun nasional yang tidak nornal, maka kita mendorong untuk mengakselerasi semua pekerjaan kita dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan, bahwa semua pekerjaan yang dilakukan Partai Gelora sekarang,  adalah masuk dalam kategori menabung syarat-syarat kemenangan pada Pemilu 2029.

“Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi,  menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029. Sehingga setelah rapat kita  mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

Selain itu, kata Anis Matta, Partai Gelora menfokuskan diri untuk melakukan pembinaan generasi muda selama Ramadan.

Karena Partai Gelora ingin membangun kepemudaan ini menjadi backbone (tulang punggung) dari semua tingkatan struktur dari DPP, DPW dan DPD.

“Kita akan ciptakan semacam pasukan di Perang Badar, ada sekitar 300- an pemuda di setiap DPW. Tim kepemudaan ini akan menjadi penggerak yang akan menjadi faktor utama kemenangan kita di tahun 2029,” katanya.

Rekuitmen 1,5 Juta Anggota

Sementara itu, Ketua Tim Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota Triwisaksana mengatakan,  bahwa seperti disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, program rekruitmen adalah cara Partai Gelora menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029.

Selaku Ketua Tim, ia akan didampingi empat Wakil Ketua, yakni Endy Kurniawan (Ketua Bidang Rekruitmen Anggota), Lukman Effendy (Sekretaris Korbid Pemenangan Teritorial), dan Ketua  Sarah Azzahra (Wakil Ketua Korbid Komunikasi).

Lalu, Wakil Ketua Tim  Rifkoh Abraini (Sekretaris Korbid Penggalangan), serta Sekretaris Tim Ahmad Chudori (Wasekjen Bidang Data dan Informasi) . Sedangkan Anggota Tim adalah Ketua Pemenangan Teritori 1-10 dan para Ketua Bidang DPP Partai Gelora.

“Target nasional kita, Insya Allah kita akan merekrut 1,5 juta Anggota. Dua kali lebih banyak dari yang periode lalu,” katanya.

Dalam rektruitmen ini akan digunakan formasi ‘222’ seperti dalam strategi sepak bola profesional. Maksudnya Partai Gelora memiliki dua jalur rekruitmen, pertama adalah verifikasi Anggota yang sudah terdaftar dan melakukan rekruitmen Anggota baru.  

“Periode lalu, kita sudah punya Anggota sebesar 750 ribu, dan kita akan merekrut lagi 750 ini pada periode sekarang. Kita sudah siapkan strategi untuk verifikasi dan perekrutan baru,” ujarnya.

Pada 2026 ini, Partai Gelora mentargetkan untuk mendapatkan Anggota masing-masing  350 ribu dari program verifikasi dan perekrutan baru.

“Kira-kira pada Juni 2028 atau 8 bulan sebelum Pemilu 2029, kita sudah dapatkan 1,5 Juta dari program verifikasi dan perekrutan baru, masing-masing 750 ribu,” katanya.

Dengan adanya program rekruitmen ini, ia  berharap kepengurusan Partai Gelora bisa mengakar sampai pada tingkat kecamatan, kelurahan/desa.

“Mudah-mudahan  bisa sampai tingkat TPS, dan anggota kita isa mencapai jutaan. Semua harus aktif dan agresif, termasuk Alegnya,” tandasnya Triwisaksana.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik menambahkan, untuk mendukung program rekruitmen anggota ini, Partai Gelora akan menuntaskan kepengurusan KWSB pada tingkat DPD (Kabupaten/kota).

“Kita harapkan kepengurusan DPD dapat dituntaskan selama Ramadan ini atau 100 persen. Sehingga kita dapat bergerak cepat melengkapi struktur DPC (Kelurahan/Desa) agar bisa 100 persen juga,,” kata Mahfuz.

Partai Gelora Berduka Atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan serangan ‘pre-emptive yang dilakukan Israel dan didukung operasi militer besar Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

“Partai Gelora sebagaimana perasaan banyak masyarakat dunia sangat berdukacita atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Menurut Mahfuz, Ali Khamenei gugur di dalam bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Ia menilai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu, dengan gagah berani mempertahankanb kedaulatan negara dan teguh membela Palestina.

“Beliau telah gugur di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah, mempertahankan kedaulatan negaranya dan teguh dalam pembelaan terhadap masyarakat dan bangsa Palestina yang terjajah oleh Israel,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, kematian Ali Khamenei tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi Zionis Israel yang didukung  

“Kematian beliau tentu saja tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi kesombongan dan ambisi penguasaan rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat,” ujarnya.

Mahfuz menilai kematian Ali Khamenei menjadi alam kuat bagi para pemimpin negara di Kawasan Timur Tengah akan menjadi korban agresi milter Israel dan AS selanjutnya.

“Ini menjadi alarm kuat bagi semua negara di kawasan bahwa satu saat pemimpin negara-negara itu pun dapat menjadi korban agresi militer berikutnya,” ujar Mahfuz.

Serangan militer Israel yang didukung militer AS terhadap Iran, lanjut dia, akan mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” katanya

Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Diketahui, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat usai serangan besar-besaran yang dilakukan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2028).

Media Iran melaporkan Khamenei meninggal saat berada di kantornya. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei juga dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.

“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” lapor kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

Menteri Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh juga dilaporkan tewas. Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (28/2/2026), laporan dari dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nazirsadeh tewas dalam serangan Israel di Iran hari ini.

Selain Nazirsadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.

Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan

Partaigelora.id-Israel mengumumkan telah melakukan serangan pendahuluan pada Iran, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan militer yang didukung Amerika Serikat (AS) itu, menunjukkan bahwa dengan gamblang  bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.

“Iran adalah negara dengan  kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan, dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Ketua Komisi I DPR 2010-2017 dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Menurut dia, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu  kepada sejumlah  pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

“Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir, adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu,” katanya.

Iran pun akhirnya melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah, Yordania dan Arab Saudi.

Serangan balasan ini, kata Mahfuz, berpotensi besar menciptakan perang Kawasan, karena  menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang.

Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan  pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

“Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” ujarnya.

Mahfuz berharap negara-negara di kawasan teluk akan berpikir ulang tentang kerjasama newujudkan perdamaian kawasan bersama Israel.

Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak munggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Mahfuz menegaskan, serangan Israel-AS terhadap Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS.

“Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tandas Mahfuz.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai serangan tersebut, akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza.

“Serangan ini dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini berpandangan, bahwa serangan militer Israel-AS ke Iran,  bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Trump.

Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut.

“Tidak logis memadamkan api di satu area, tapi mengobarkan api di area lainnya dalam kawasan yang sama. Hal ini hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) terhadap ide perdamaian,” katanya.

Mahfuz menyebut serangan Israel-AS ke Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace.

Serangan militer Israel yang didukung oleh militer AS, bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace yang dipimpin Presiden Trump.

Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut. .

Serangan Israel-AS terhadap Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace. Serangan ini juga mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan dan Persatuan

Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah mengatakan, bahwa situasi dunia sekarang mengharuskan Indonesia punya persiapan matang dalam menghadapi dinamika politik global saat ini.

“Kita harus banyak bicara tentang tema-tema kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, geopolitik dan sebagainya. Karena apa yang terjadi di luar sana bisa saja menciptakan goncangan yang besar,” kata Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat (27/2/2026).

Goncangan besar itu, kata Fahri, bisa saja sampai pada level perang dunia (PD) III yang menyeret seluruh negara di dunia dalam peperangan.

Apabila tidak bersiap, maka Indonesia bisa menjadi ‘collateral damage’, atau korban lagi seperti sebelumnya.

Menurut dia, keterlibatan Indonesia sebagai anggota Badan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) adalah dalam rangka persiapan tersebut. Sebab, cita-cita Indonesia dari awal merdeka adalah ingin terciptanya perdamaian dunia, dan tidak ada lagi penjajahan.

 “Jadi Indonesia memang meniatkan dan mencita-citakan sejak hari pertama negara ini dibentuk. Dalam pembukaan UUD 1945,  ditegaskan bahwa tujuan bernegara itu, antara lain  ikut serta dalam perdamaian dunia, yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial.,” katanya.

Karena itu, cita-cita ikut serta dalam perdamaian tersebut, lanjut Fahri,  adalah cita-cita bangsa Indonesia sejak hari pertama merdeka dari penjajahan.

Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia, juga  sudah dilakukan oleh Proklamator RI Soekarno-Hatta dan para tokoh bangsa sebelumnya dalam berbagai forum internasional.

Sehingga ketika pemimpinnya sekarang gandrung ikut dalam partipasi global seperti yang diakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sekarang.

Membawa Indonesia bergabung ke dalam BoP, ikut serta merencanakan keadilan dan perdamaian global, maka hal itu merupakan mandat konstitusi, bukan kemauan Presiden Prabowo sendiri.

“Itu mandat konstitusi, cita-cita konstitusional yang harus kita laksanakan. Indonesia mengajak bangsanya untuk  melakukan persiapan untuk menghadapi keadaan ketidakppastian global. Itu yang dilakukan Pak Prabowo sekarang,” jelasnya.

Partai Gelora mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun persatuan dan mendukung upaya Presiden Prabowo bergabung dengan BoP, bukan sebaliknya menciptakan narasi-narasi perpecahan.

“Terus terang saat ini memang banyak narasi perpecahan yang dikembangkan, terkait BoP ini. Saya sendiri sudah membaca opini publik dan cara masyarakat bereaksi. Kita memang ada problem dalam membangun kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Seharusnya dalam situasi sekarang, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, kekompakkan adalah yang paling dibutuhkan dalam tubuh bangsa Indonesia sekarang, bukan perpecahan.

“Kita perlu mulai mentradisikan persatuan dan kekompakan, sekarang-lah situasinya yang sangat dibutuhkan. Negara dan bangsa membutuhkan persatuan,” katanya.

Fahri tidak menyalahkan masyarakat sepenuhnya, apabila tidak ada kekompakan di bangsa saat ini, nuansa perpecahan masih ada.

Karena hal ini, merupakan kesalahan pemimpin-pemimpin sebelumnya, yang tidak mengorganisir kekompakan secara baik.

“Karena itu, Partai Gelora terus berusaha mengorganisir kekompakan itu secara baik. Salah satunya adalah dengan kajian-kajian, serta berbicara pentingnya kekompakan dan persatuan dalam situasi sekarang,” paparnya.

Sekali lagi Fahri menegaskan, dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja, dan mengharuskan semua komponen bangsa untuk menjaga kekompakan dan persatuan, yang selalu diupayakan oleh Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto.

“Dari awal koalisi ini terbentuk, kita sudah  merencanakan satu rekonsiliasi yang menginginkan agar bangsa ini bersatu. Rekonsiliasi itu harus dioperasikan, sehingga tidak hanya menjadi jargon,” katanya.

Rekonsiliasi itu, seharusnya tercipta ketika bangsa sedang memerlukan, karena dunia sekarang memang tidak sedang baik-baik saja, dipenuhi ketidakpastian situasi politik global.

“Saya berharap dalam suasana Ramadan, hal ini bisa menjadi refleksi bersama. Saya mengajak kita semua khususnya para elite bangsa, marilah kita gunakan bulan yang baik ini untuk memikirkan satu perencanaan untuk meneruskan persatuan nasional,” katanya.

Bulan Suci Ramadan, menurut dia, adalah tempat yang sangat baik untuk memulai perjuangan membangun peradaban bangsa Indonesia yang betul-betul kuat dan kokoh ke depan.

“Tidak saja elitenya yang mengerti arah, bagaimana seharusnya bangsa ini dan ke mana seharusnya bangsa in. Tapi juga rakyatnya yang memahami dan percaya bahwa pemimpinnya bisa membawa mereka ke sana. Sehingga mereka akan positif melihat pemimpinnya ke depan,” katanya.

Fahri yakin dengan adanya  persatuan dan langkah Indonesia mulai terlibat dalam partisipasi global, akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara Superpower Baru. “Indonesia akan menjadi negara kuat. Kita ingin Indonesia berkontribusi pada peradaban umat manusia. Inilah waktunya, dari perjalanan Arah Baru Indonesia menuju superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah.

Mahfuz Sidik: Ambang Batas Parlemen Idealnya Sejalan dengan Presidential Threshold Sebesar 0 Persen

Partaigelora.id-artai Gelombang Rakyat (Gelora) indonesia berpandangan, bahwa ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) idealnya sejalan dengan besaran ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yakni sebesar 0 persen.

“Pandangan Partai Gelora sejalan dengan putusan MK yang menetapkan presidential threshold 0 persen, maka sejatinya itu juga diberlakukan untuk parliamentary threshold,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Adapun presidential threshold 0 persen merupakan amanah dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 62/PUU-XXII/2024.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik, menanggapi polemik munculnya usulan menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 7 persen yang akan diberlakukan pada Pemilu 2029 mendatang.

Menurut dia, wacana menaikkan ambang batas parlemen adalah logika yang keliru dan bertentangan dengan putusan MK.

“Ide menaikkan parliamentary threshold menabrak logika dan putusan hukum MK. Telah dipahami bahwa MK membatalkan parliamentary threshold 4 persen dengan mempertimbangkan banyaknya suara pemilih yang hangus,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dan DPR selaku pembuat Undang-Undang (UU) harus membuat aturan sesuai dengan ketentuan pada putusan MK.

“Jadi pembuat UU yakni pemerintah dan DPR sejatinya merumuskan formula PT dengan merujuk kepada putusan MK,” katanya.

Mahfuz mengatakan, besar kecilnya ambang batas parlemen, bahkan nol persen sekalipun tidak akan mengubah jumlah kursi di DPR.

“Kalau sekarang jumlah kursinya 580 ya tetap anggota DPR-nya ada 580 orang. Mau ambang batasnya 0 %, 1 % atau tetap 4 % atau bahkan ada yang mengusulkan 7 %,” katanya.

Yang terjadi, lanjut dia, adalah porsi jumlah anggota dewan setiap fraksi di DPR, ada yang bertambah dan berkurang, serta tidak ada legislatif deadlocks.

“Jadi kalau kita bicara legislatif deadlocks, itu relatif tidak ada korelasi yang kuat dengan persoalan ambang batas parlemen,” kata Sekjen Partai Gelora ini.

Mahfuz berpendapat, Revisi UU Pemilu No.17 Tahun 2017 harus mengacu pada dua hal mendasar putusan Mahkamah Konstitusi.

Pertama, adalah soal proporsional perolehan suara dan kursi yang cenderung tidak proporsional.

Misalnya pada kasus hangusnya perolehan suara PPP dan PSI pada Pemilu 2024 lalu, kurang lebih mencapai 17 juta suara.

Ketika dikonversi, perolehan suara tersebut, menjadi 18 kursi. Namun, kemudian suara itu, dialihkan menjadi tambahan kursi bagi partai lain yang duduk di Senayan sekarang.

“Jadi ada 17 juta suara yang hilang, itu luar biasa. Kalau di Pemilu 2009, 18 kursi itu bisa satu fraksi sendiri,” ujar Mahfuz.

Kedua, adalah soal kedaulatan suara rakyat, sebab rakyat yang datang untuk memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijamin oleh Konstitusi.

“Jadi atas dasar apa atau atas kewenangan apakah, suara ini kemudian dihanguskan dan dikonversi. Lalu, diberikan ke partai lain,” jelas Ketua Komisi I DPR 2010-2016 ini.

Seperti diketahui, Partai Nasdem mengusulkan agar ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 7 persen. Hal itu pun selalu menjadi pernyataan dari elite Partai Nasdem dan belum berubah hingga saat ini.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut NasDem akan tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ditingkatkan menjadi 7 persen. Paloh menilai ambang batas 7 persen jauh lebih efektif.

“Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif.,” ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan revisi UU Pemilu ditargetkan mulai dibahas pada Juli atau Agustus tahun ini.

Rifqinizamy menjelaskan, saat ini Komisi II tengah melakukan dua langkah awal sebelum membawa bakal beleid itu ke tahap pembahasan resmi.

“Kami menargetkannya sekitar bulan Juli atau Agustus (pembahasan RUU Pemilu) setelah seluruh daftar inventarisir masalah disusun dengan baik dan kerangka normatifnya juga bisa kami susun,” kata Rifqinizamy kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Inilah Lima Syarat Seseorang yang Ingin Mengemban Mandat Kepemimpinan untuk Memakmurkan Bumi

Partaigelora.id– Ketua Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Rofi’ Munawar mengatakan, Kajian Pengembangan Wawasan Spiritual (Tazkiyatun Nafs) yang dilakukan pada Selasa setiap bulannya, telah menyelesaikan pembahasan dua tema besar.

Yakni pertama adalah meluruskan niat perjuangan politik sebagai ibadah. Kedua iman sebagai  fondasi perjuangan perjuangan politik , dimana titik tolak dari perjuangan tersebut adalah ideologis keimanan.

“Tema yang ketiga ini menyambung dengan tema pertama dan kedua, bahwa Amanah amanah kekhalifahan atau amanah kepemimpinan di bumi adalah tanggungjawab sejarah,” kata Rofi’ Munawar di Jakarta.

Hal itu disampaikan nya dalam Kajian Pengembangan Wawasan Spiritual (Tazkiyatun Nafs) dengan tema ‘Amanah Kekhilafahan (Kepemimpinan di Bumi dan Tanggungjawab Sejarah, Selasa (24/2/2026).

“Karena niat di dalam perjuangan politik ini adalah dalam rangka menunaikan ibadah kepada Allah SWT,  maka melaksanakan mandat khilafah atau mandat kepemimpinan untuk memakmurkan bumi ini adalah bentuk ibadah kita kepada Allah SWT juga,” katanya.

Artinya, mandat kepemimpinan untuk memakmurkan bumi ini, adalah ibadah sepertinya melaksanakan ibadah lain seperti salat, menunaikan zakat, melaksanakan puasa,   menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

“Itu semuanya adalah ibadah-ibadah dalam rangka memenuhi tugas kita sebagai manusia di hadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Begitupula dengan amanah kepemimpinan atau amanah kekhilafaan untuk memakmurkan bumi,” ujarnya.

Menurut Rofi’, Allah SWT telah berfirman di dalam Surat Al Baqarah ayat 30,”Dan ingatlah  ketika Tuhanmu Muhammad mengatakan kepada para malaikat. Sesungguhnya kami menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi”.

“Sebagai pemimpin, makhluk yang diberikan tugas untuk memakmurkan bumi, melakukan kepemimpinan di muka bumi. Maka orang-orang yang terjun di dalam proses kepemimpinan, pekerjaan-pekerjaan atau aktivitas-aktivitas masalah kepemimpinan, dia ini sedang melakukan ibadah kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sehingga perjuangan politik dapat dikatakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari ibadah seorang mukmin kepada Allah SWT.  Inilah yang disebut dengan amanah kekhilafahan atau Amanah kepemimpinan yang dimandatkan oleh Allah SWT kepada manusia.

Jika melihat tanggungjawab sejarah, lanjut dia, manusia pertama yang diberi mandat untuk menjadi khalifah di muka bumi adalah Nabi Adam AS.

Karena itu, apabila seseorang diberikan mandat kepemimpinan sekarang, berarti sedang melanjutkan mata rantai kepemimpinan, mata rantai kekhilafahan untuk memakmurkan bumi.

“Itulah yang saya maksud sebagai sebuah tanggung jawab Sejarah, maka tanggungjawabkita sebagai pemimpin adalah kepada Allah SWT dari orang pertama Nabi Adam hingga sampai ke kita sekarang,” paparnya.

Rofi’ berpandangan ada lima syarat bagi orang yang ingin mengemban kepemimpinan atau amanah  kekhalifahan untuk memakmurkan bumi.

Syarat pertama adalah integritas yang terkait dengan tazkiyatun nafs, yakni integritas spiritual atau integritas kepribadian, sehingga dia layak untuk bisa mengemban amanah kepemimpinan dalam level manapun dan bisa memimpin orang dalam jumlah banyak.

“Integritas spiritual penting, karena seorang pemimpin harus membersihkan diri dan mensucikan jiwa secara berkesinambungan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya,” ujar Rofi’.

Tujuannya adalah memperbaiki aspek spiritualitas di dalam dirinya agar seorang pemimpin atau kader melakukan pengembangan kapasitas spiritualnya.

Dengan ketaatannya dalam beribadah, maka diharapkan hal itu menjadi sebuah energi spiritual untuk menjaga integritas spiritualnya. Dan itu sebabnya kalau kita lihat di dalam Sejarah.

“Kalau kita lihat para pemimpin sebelum mereka menjadi pemimpin besar di dalam bidang apapun, misalkan para nabi dan rasul, maka pertama-tama yang mereka bangun adalah kapasitas spiritualnya. Maka Ketika berhadapan dengan hal-hal yang tidak mudah untuk dihadapi, mereka bisa dengan mudah menghadapi karena memiliki energi spiritual itu,” katanya.

Syarat kedua adalah lebih kepada masalah teknis , yakni menjaga penyimpangan di tujuh anggota badan. Seperti mata, telinga, lisan, tangan, kaki, perut dan syahwat (kemaluan).

“Mengapa? Karena tujuh inilah yang akan menjadi eksekutor, yang mengekskekusi kebijakan-kebijakan kita. Jadi kebijakan seorang pemimpin itu akan dieksekusi oleh sekurang-kurangnya tujuh anggota badan ini . Jangan sampai ada penyimpangan yang akan akan mengotori integritas kepribadiannya,” jelas Rofi’.

Sebab, di politik itu akan banyak godaannya, sehingga menjaga penyimpangan tujuh anggota badan merupakan hal penting. Jika bisa menjaga dari penyimpangan, maka akan dapat memperkuat dan memperkokoh kepemimpinan seseorang pada level apapun.

“Oleh karena itu, para pemimpin itu jangan bosan-bosan mendengar, perbanyak   mendengar, bukan mendahulukan banyak berkata. Pemimpin yang banyak berkata itu, karena dia sedang menutupi kelemahan dirinya,” tandas Rofi’.

Pemimpin seperti itu, tidak pernah bisa objektif terhadap dirinya, dan butuh bantuan orang untuk mengetahui kekurangannya, karena dia merasa seolah-olah mengetahui segala-galanya.

“Karena itu, seorang pemimpin  harus mengendalikan kata-katanya, lisannya. Jangan sampai  akan menyulitkan langkah-langkah kita ke depan. Sekarang ini ada jejak digital akan diungkap orang, manakah yang kita katakana dulu, bertentangan dengan sikap yng kita lakukan. Jadi tazkiyatun nafsnya itu di situ,” urainya.

Syarat ketiga adalah kompetensi atau kemampuan. Sebab, tidak semua orang diberikan kemampuan untuk memimpin atau mengemban amanah tertentu.

“Seorang pemimpin itu tahu tentang kadar dirinya, kalau tidak mampu di situ ya jangan ngoyoh. Karena ketika diberi amanah dia pasti tidak mampu dan melakukan tindakan-tindakan yang bisa men-downgrade dirinya pada akhirnya diketahui, kalau dia  enggak mampu di situ,” katanya.

Tetapi ada juga orang yang mampu menjadi pemimpin, tetapi menghindari mandat kepemimpinan untuk memakmurkan bumi, karena takut mengemban amanah.

“Bagaimana amanah itu kok bisa disia-siakan. Ketika amanah itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu datangnya hari kiamat. Makna lainnya itu adalah tunggu datangnya kehancuran,” ujarnya.

Karena tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah munculnya para pemimpin yang sebetulnya dia tidak mampu menjadi pemimpin. Pada akhirnya dia kemudian tidak mampu  di dalam mengelola kepemimpinannya.

“Karena ketika ada orang mampu menjadi pemimpin tertentu , dia tidak melakukannya, malah menghindar. Saya khawatir ini  bagian dari idatul amanah, bagian dari menyia-nyiakan amanah,” katanya.

Sebab, kepemimpinan itu harus identik dengan keadilan. Apabila kepemimpinan itu tidak identik dengan keadilan, maka akan identik dengan kezaliman.

Syarat keempat adalah seorang pemimpin ketika mengemban amanah, harus mampu menyampaikan amanat tersebut kepada rakyat. “Ketika kalian memimpin orang, pimpinlah dengan adil, tidak boleh ada nepotisme.,” katanya.

Syarat kelima adalah seolah pemimpin harus selalu berusaha untuk bertakwa dan menjaga rasa takutnya kepada Allah SWT.

“Orang takwa itu bisa bersalah, bedanya ketika orang takwa itu bersalah, dia tahu persis bagaimana cara memperbaiki kesalahannya. Dia tahu persis bagaimana, dia harus bergerak secepat mungkin untuk bisa mengatasi dan memperbaiki kesalahannya. Jadi, orang bertakwa itu adalah orang yang tidak pernah nyaman dengan kesalahan,” pungkasnya.

Sambut Ramadan 1447 H, Pemuda Gelora Gelar Diskusi dengan Anis Matta

Partaigelora.id– Menyambut bulan suci Ramadan, Pemuda Gelora menggelar diskusi mendalam bersama dan buka Bersama Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta di Gelora Media Centre, Jakarta pada Sabtu (21/2/2026).

Dalam forum tersebut, Anis Matta membagikan perspektif yang lebih luas mengenai sejumlah isu geopolitik global terkini dan dampaknya bagi Indonesia ke depan.

“Diskusi ini akan dilaksanakan secara rutin selama Ramadhan sebagai sarana untuk menambah wawasan dan membangun pola pikir kritis,” kata Anis Matta.

Dengan begitu, menurut Anis Matta, Pemuda Gelora diharapkan memiliki wawasan luas dan kerangka berpikir yang baik dalam menyikapi berbagai persoalan.

Ketua Bidang Pemuda DPP Partai Gelora Mushab A Robbani mengatakan, di sosial media banyak berita yang membuat penasaran semua pihak mengenai situasi geopolitik global sekarang.

“Di media sosial, banyak  berita  yang membuat kita penansaran. Terhadap apa yang terjadi belakangan dan apa yang akan terjadi ke depannya,” kata Mushab A Robbani.

“Pada hari ini, Para Pemuda DPP Partai Gelora mendapatkan kesempatan yang spesial bersama Ketum Partai Gelora Bapak Anis matta yang juga merupakan Wakil Menteri Luar Negeri. Ini kesempatan kita untuk bertanya dan berdiksusi untuk mendapatkan penjelasan apa sebetulnya terjadi,” sambungnya.

Menurut dia, Pemuda Gelora dapat mengetahui situasi geopolitik global sebenarnya, setelah mendapatkan penjelasan dari Anis Matta.

Sehingga dapat mengetahui dampat atau impact yang bakal dihadapi, apabila situasi geopolitik semakin memburuk.

“Ketika kita mengetahui impact atau dampaknya yang akan terjadi dengan segala isu yang beredar hari ini, maka Pemuda Gelora bisa bersiap-siap untuk menghadapinya,” ujar Mushab.

Ia mengatakan, program ini merupakan serial diskusi-diskusi yang diadakan Partai Gelora Bersama Anis Matta selama Bulan Suci Ramadan 1447 H.

“Kita berharap di akhir ramadahan ini, bisa menambah banyak wawasan yang cukup luas untuk para pemuda di Partai Gelora. Sehingga bisa membangun kerangka berpikir dalam menyikapi berbagai isu dan juga apa yang akan kita berikan untuk negara Indonesia,” pungkasnya.

Diskusi ini dihadiri para pemuda di berbagai bidang dan kesekjenan di Partai Gelora. Selain itu juga dihadiri Ketua DPP Koordinator Bidang Penggalangan Partai Gelora Triwisaksana (Bang Sani).

Polemik PD III, Mahfuz Sidik: Dunia Menanti Kabar Terbaru Serangan Amerika ke Iran, Jadi atau Tidak?

Partaigelora.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, dunia saat ini menantikan kepastian rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, apakah benar-benar terjadi atau tidak. Karena serangan tersebut, berpotensi memicu terjadinya perang dunia (PD) III.

“Masalah ini sangat aktual menjadi perbicangan banyak pihak, yang sering dinanti adalah kabar terbaru dari situasi ini, yaitu serangan Amerika ke Iran yang berpotensi memicu terjadinya perang dunia ketiga,” kata Mahfuz Sidik.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Serangan ke Iran: Benarkah Ambang Pintu Perang Dunia III, Jumat (20/2/2026) malam.

Menurut Mahfuz, Iran masuk di dalam tujuh negara yang harus dihancurkan, dilumpuhkan secara politik dan militer untuk kepentingan mewujudkan Israel sebagai kekuatan paling besar dan penjamin kepentingan Barat di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Hal itu terungkap dalam dokumen yang dibocorkan mantan Penglima Nato Jenderal Wesley Clark, bahwa Gedung Putih mengagendakan untuk melancarkan perang militer terhadap tujuh negara dalam 5 tahun pasca serangan 11 September 2001 ke AS.

“Secara definitif negara yang disebut itu adalah Irak, Suriah, Libanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Ini tujuh negara yang dalam dokumen itu sebagaii target dari perang secara militer,” ungkap Mahfuz.

Mahfuz menilai dari tujuh negara yang belum bisa dilumpuhkan secara militer dan politik, saat ini tinggal Iran saja. Enam negara lainnya sudah bisa dikuasai, bahkan situasi negaranya nyaris porak poranda seperti Libya dan Suriah.

Dokumen tersebut, saat ini dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump akan menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya menyerang Iran.

Trump menganggap Iran sebagai pendukung terorisme global, sehingga AS mengumandangkan ‘global war terrorism’, yang disebutnya sebagai pendekatan baru di era perang dingin.

Dokumen lainnya, yang dijadikan dasar Trump untuk menyerang Iran adalah dokumen yang disusun oleh satu tim politisi senior, advisor senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

“Dokumen tersebut, mereposisi peta Timur Tengah dan menjadikan Israel sebagai kekuatan paling dominan di Timur Tengah. Dan Iran sebagai ‘the last stone of the region’, sebagai batu terakhir yang masih menjulang kokoh di kawasan Timur Tengah, yang menjadi ancaman bagi Israel,” katanya.

Mahfuz menilai strategi yang dijalankan Trump tersebut, menjadi tantangan dan ancaman besar bagi dunia. Sebab, Iran berbeda dengan enam negara yang telah dilumpuhkan AS sebelumnya.

“Iran ini punya nuklir, punya rudal balistik, pasukan garda revolusinya sangat kuat dekat dengan Rusia dan China yang siap untuk membantu Iran. Iran juga menguasai Selat Hormuz, kalau ditutup jalur distribusi dunia akan terganggu,” ujarnya.

Bahkan Iran mengancam akan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timteng. Belum lagi Iran juga didukung kelompok poros perawanan di Timteng seperti Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, Palestina.

“Amerika dan Israel sedang berhadap-hadapan dengan Iran hari demi hari. Mereka sedang menghitung kapan dimulai peperangan. Jika mereka nekat, maka bisa dipastikan serangan Amerika dan Israel ke Iran ini akan menjadi pemantik bagi terjadinya perang dunia ketiga,” tegasnya.

Ia menegaskan, publik AS juga semakin sadar bahwa kebijakan politik Amerika di bawah kepemimpinan Trump saat ini merupakan refleksi dari kepentingan Israel, bukan kepentingan Amerika, sehingga tidak memiliki legitimasi secara politik.

“Nah, apa yang harus dilakukan Indonesia? Saya kira Indonesia harus mengkalkulasi secara hati-hati, tidak boleh terjebak dalam politik aliansi. Kemudian memitigasi resiko,jika perang ini betul-betul terjadi. Karena salah satu faktornya kita masih punya ketergantungan terhadap impor minyak,” pungkasnya.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X