Category: Gelora Terkini

Mahfuz Sidik Minta Indonesia Belajar Banyak dari Konflik di Timteng

Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta Indonesia belajar banyak dari peristiwa konflik di Timur Tengah (Timteng), perang antara  Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) saat ini.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Iran sebagai Game Changer’ di Jakarta, Jumat (13/3/2026) petang.

“Kita harus belajar banyak dari peristiwa perang ini. Bahwa Amerika dan Israel ini adalah dua kekuatan dunia yang sama sekali tidak bisa dipercaya,” tegas Mahfuz Sidik.

Menurut dia, Amerika dan Israel telah mempertontonkan kepada dunia bagaimana mereka mengkhianati lawan negosiasi mereka. Padahal perundingan tersebut, belum selesai dan tidak pernah dinyatakan gagal.

“Bahkan mediator Menteri Luar Negeri Oman mengatakan ada perkembangan positif yang baik. Dimana Iran bersedia tunduk pada aturan internasional terkait dengan program nuklir,” katanya.

Namun, tak berselang lama, secara sepihak kemudian Israel menyerang Iran dan Amerika tanpa basa-basi ikut mendukung dan terlibat dalam gempuran berikutnya.

“Ini adalah warning bagi semua negara, negara-negara di Teluk, termasuk juga negara muslim besar seperti Indonesia,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, bahwa perang di kawasan Timteng saat ini menimbulkan keguncangan dan bencana secara hebat bagi negara-negara Teluk.

“Ekonomi negara-negara Teluk yang dikenal sebagai negara petrodollar, ternyata kekuatan ekonominya, fondasi ekonominya sangat sangat rentan. Berbeda dengan Iran,” katanya.

Mahfuz mengatakan, perang ini juga membuat prospek masa depan Perjanjian Abraham Accord, dimana normalisasi hubungan negara-negara di kawasan Timteng dengan Israel akan semakin suram.

Bahkan keberadaan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, dimana Indonesia menjadi salah satu anggotanya juga akan semakin ‘absurd’.

“Orang tidak tahu apa sebeneranya rencana Trump (Presiden AS Donald Trump) untuk Gaza dan Palestina. Karena untuk persoalan Iran saja ini,  masih banyak PR yang harus diselesaikan,” katanya.

Ia menilai dalam konflik di Timteng ini, ada peluang penggunaan senjata nuklir dalam perang ini sangat terbuka.

Karena dalam dua pekan perang sejak, Sabtu 28 Pebruari 2026, Israel dan Amerika dalam posisi terdesak, kalah dari Iran.

“Ketika perang di Gaza lawan sayap militer Hamas saja, Israel telah menjadikan Gaza sebagai laboratorium persenjataan militer baru. Sehingga banyak jenis bom yang tidak pernah dipakai Amerika dan Israel di tempat-tempat yang lain digunakan di Gaza,” ungkapnya.

Israel dan Amerika, lanjut dia, tidak peduli korbannya adalah rakyat sipil Gaza yang mencapai 70 ribu jiwa, dimana hampir 60 ribu yang tewas adalah perempuan, anak-anak dan balita.

Begitu pula korban jiwa di Iran,  dimana ketika Amerika merudal SD di Minab dengan Tomahawk yang menewaskan 165 pelajar dan guru pada hari pertama serangan. Artinya, genosida yang terjadi di Gaza, bisa terjadi di Iran yang dilakukan Israel dan Amerika.

“Kalau situasi itu, tindakan itu bisa dilakukan oleh Israel di Gaza, maka sangat mungkin Israel akan melakkukan serangan nuklir ke Iran, karena secara militer kemampuan militer Iran  melampaui kemampuan militer sayap Hamas. Probalitasnya sangat tinggi,” ujarnya.

Di tengah kepanikan sekarang, Amerika bisa saja mendukung langkah Israel untuk menggunakan senjata nuklirnya untuk mengebom Iran.

Apabila hal itu terjadi, maka ekskalasi perang tidak hanya di kawasan Timteng saja, tetapi akan menjadi perang dunia (PD) III.

Mahfuz mengatakan, ancaman Trump yang akan melakukan aksi pemboman lebih keras dan lebih luas, serta meminta Iran bertekuk lutut, menjadi sinyalemen bahwa Amerika siap  menggunakan senjata canggih mereka yang memiliki daya kerusakannya tinggi, seperti nuklir.

“Kita tentu tidak mengharapkan itu, kita berharap Amerika masih waras. Jika tidak ingin Israel menggunakan senjata nuklirnya, maka negara-negara pemilik nuklir seperti Rusia, China, termasuk Pakistan dan Korea Utara, yang bisa ikut mencegah tindakan sepihak dari Israel yang didukung Amerika itu,” katanya.

Ia berpandangan, bahwa perang Iran dengan Israel dan Amerika akan menjadi perang berlarut. Sebab, Iran menggunakan strategi perang asimetris, bukan untuk memenangkan pertarungan.

“Tetapi target Iran adalah bagaimana menguras energi, menguras kemampuan finnasial, dan lebih jauh lagi adalah menguras kemauan atau motivasi militer Israel dan Amerika bertarung dalam jangka waktu yang panjang. Iran ingin membangkrutkan Amerika dan Israel,” katanya.

Karena itu, banyak pengamat yang menilai, bahwa Iran sangat cerdik dalam menerapkan strategi perang. Iran sengaja menyerang pangkalan dan aset militer Amerika di negara-negara Teluk.

“Kapasitas militer Iran terus menunjukkan peningkatan yang komprehensif, meskipun Instalansi mliternya dihancurkan. Ini yang tidak terprediksi intelejen Amerika dan Israel. Iran semakin teruji dan semakin tidak tergoyahkan, walaupun bombardir secara masif dan pemimpin tertinggi mereka gugur (Ayatollah Ali Khamenei) dalam pertempuran itu,” pungkasnya.

Perang Terhadap Iran Usai, Israel Akan Jadi Musuh Bersama?

Partaigelora.id-Perang Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah masuk hari ke sepuluh, dan tidak ada tanda akan segera berakhir. Pihak Iran masih terus melancarkan serangan balasan yang semakin fokus ke wilayah Israel, dengan jenis rudal yang makin kuat dan sulit ditangkal sistem pertahanan udara Israel.

Kerusakan infrastruktur, korban jiwa dan kepanikan warga semakin besar dialami Israel, meskipun fakta-fakta ini sering ditutup dari media oleh pihak pemerintahnya. Namun saluran media sosial masih dapat menunjukkan fakta sebenarnya yang terjadi.

Pada sabtu, 7 Maret 2026 di Habima Square, Tel Aviv terjadi demonstrasi ratusan warga Israel menuntut penghentian perang. Aksi yang juga diikuti beberapa anggota Knesset ini menolak perang yang dinilai lebih sebagai kepentingan rezim pemerintahan Netanyahu yang menganut paham Messianis.

Sementara di Amerika Serikat, penolakan terhadap aksi perang Trump semakin menguat. Beberapa polling diantaranya yang dilakukan oleh Ipsos Poll, pada awal maret menunjukkan hanya 27 persen warga AS yang setuju, 43 persen menolak tegas, dan sisanya ragu terhadap tindakan presiden Trump. Sejumlah pengamat militer dan intelijen asal Amerika, semisal Douglas McGregor dan Larry C. Johnson juga menyangsikan klaim keberhasilan operasi militer dan data-data kerugian yang diungkap oleh pihak Gedung Putih.

Satu hal pasti yang melampaui prediksi dan kalkulasi pihak militer Israel dan Amerika Serikat adalah kemampuan Iran melakukan tindakan pembalasan ke wilayah Israel, armada militer Amerika, dan ke hampir semua obyek vital kepentingan AS di kawasan Teluk hingga Turki dan Siprus. Bahkan memasuki hari ketiga peperangan, Iran berhasil mengubah menjadi perang kawasan.

Serangan militer Iran yang juga menyasar pelabuhan laut, bandara dan kilang minyak sejumlah negara Teluk telah menciptakan destabilitas keamanan dan ekonomi yang sangat serius, di tambah blokade Iran atas Selat Hormuz yang menyebabkan tersumbatnya arus pengiriman energi dunia. Pada hari Minggu (9/3/2026), menyusul pemboman terhadap kilang minyak Iran oleh militer Israel, harga minyak mentah di pasar dunia telah menyentuh angka 107 USD/barel. Sementara Rusia menawarkan harga minyak produksinya di angka 105 USD/barel.

Kecemasan negara-negera Teluk sangat terlihat. Dalam pertemuan bersama Menlu Rusia, Sergei Lavrov dan para duta besar negara-negara Arab pada Miinggu (9/3/2026) di Moscow, muncul permintaan dari para Duta Besar agar pihak Rusia menekan Iran untuk menghentikan tindakan militernya yang menyasar wilayah negara-negara sekitarnya.

Namun Lavrov secara diplomatis dan logis merespon bahwa tindakan militer Iran sebagai hak politiknya untuk membela diri dari agresi militer sepihak yang dilakukan Israel dan AS, di tengah proses perundingan yang masih berlangsung. Bahkan serangan Israel dan AS terhadap Iran juga sangat mengejutkan pemerintah Oman yang menjadi mediator perundingan. Lavrov juga mempertanyakan tidak adanya ucapan keprihatinan dari negara-negara Arab atas agresi militer sepihak Israel dan AS terhadap Iran, dan juga terhadap kematian Ali Khamenei akibat serangan udara yang menyasar kediaman pemimpin tertinggi Iran itu.

Dalam menghadapi perang ini, Iran berhasil menjalankan strategi untuk mengubahnya menjadi perang kawasan dan bahkan menciptakan dampak tekanan global. Para pemimpin negara Teluk nampaknya tidak mudah meminta Iran untuk menghentikan tindakan militer lanjutan karena dua alasan. Pertama, pola serangan balasan militer Iran semakin kuat dan tidak mampu ditangkal oleh sistem persenjataan canggih Israel dan AS. Kedua, Iran memiliki target untuk mengubah hegemoni militer dan dominasi politik AS di kawasan, serta mengubah persepsi tentang Israel sebagai ancaman bersama kawasan.

Serangan balasan militer Iran terhadap basis militer AS di sejumlah negara Teluk telah membuka mata banyak pihak bahwa kekuatan militer AS tidak seperti yang diyakini, dan bahkan muncul keraguan atas kemampuan AS menjadi payung keamanan bagi negara-negara di kawasan itu.

Sebaliknya, tindakan militer Israel yang terus menyeret AS untuk mendukung aksinya di kawasan, malah membalikkan lagi posisi Israel sebagai ancaman dan musuh bersama negara-negara di kawasan Teluk dan sekitarnya. Tindakan militer sepihak oleh Israel yang selalu didukung penuh oleh AS, terbukti akan menjadi ancaman stabilitas keamanan, ekonomi dan politik bagi para penguasa otokrasi di negara-negara Teluk.

Perang kawasan ini diyakini akan berlangsung cukup lama, dan ini akan berakibat munculnya kekacauan kawasan. Semua bermula dari agresi  militer sepihak Israel yang (kemudian) didukung oleh Trump. Iran setidaknya mampu bertahan, tapi korban terbesarnya justru negara-negara kawasan Teluk yang menjadi sekutu AS dan teman Israel. Seusai perang kelak, sepertinya akan muncul musuh bersama baru di kawasan Teluk dan sekitarnya, yaitu Israel.

Mahfuz Sidik
Sekjen Partai Gelora Indonesia
Ketua Komisi 1 DPR RI, periode 2010-2017

Sambut Anggota Baru, Partai Gelora Gelar OK Gelora, Beri Orientasi Kepartaian

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar OK Gelora atau Orientasi Kepartaian Partai Gelora Indonesia menyambut  anggota baru. OK Gelora digelar secara daring selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 7-8 Maret 2026.

Hal ini tindak lanjut dari peluncuran Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan pada Pemilu 2029 yang di-launching  pada Sabtu (28/3/2026).

OK Gelora dibuka Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. Dalam arahannya Anis Matta mengatakan, Partai Gelora adalah partai masa depan yang didirikan oleh kumpulan orang-orang gelisah terhadap tatanan lama  dunia yang sudah mati.

“Kita seperti sedang berjalan dalam lorong waktu yang gelap, yang penuh dengan kekecewaan. Sementara tatanan baru belum lahir,” kata Anis Matta, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, dunia sekarang berada dalam ancaman perang besar yang bisa menghancurkan umat manusia seperti perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng) sekarang, apabila ekskalasinya terus meluas.

“Kita sadar , ini bukan masalah yang sederhana. Itu masalah yang melampaui kemampuan kita untuk menyelesaikannya,” katanya.

Namun, sebagai manusia beragama, seluruh manusia bertanggungjawab untuk mencegah terjadinya perang besar tersebut.

“Sejarah ini yang menyatukan kita, yang kita sebut dengan gelombang dari orang-orang yang gelisah, dengan sadar dan bertanggung jawab kepada rakyat. Partai Gelora mau menjadi pelaku sejarah yang akan menentukan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Anis Matta pun menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota baru Partai Gelora. “Selamat bergabung  di Partai Gelombang  Rakyat Indonesia, partai masa depan,” tandas  Anis Matta, yang juga Wakil Menteri Luar Negeri RI ini.

Ketua Tim Desk Rekruitmen DPP Partai Gelora Triwisaksana mengatakan, OK Gelora merupakan satu ekosistem rekrutmen anggota yang sudah diluncurkan oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta pada pekan lalu.

“Ketika kita sudah menjadi anggota baru Partai Gelora, maka kita tidak bisa hanya berdiam diri. Kita mesti menjadi anggota aktif, untuk kemudian membesarkan dan melebarkan meluaskan pengaruh dari partai  ini,”kata Triwisaksana.

Sehingga setiap kader baru, kata Triwisakana, wajib mengikuti program  OK Gelora atau Orientasi Kepartaian Partai Gelora Indonesia.

“Sesudahnya wajib mengikuti program lain seperti Program Kaderisasi, Pengembangan wawasan atau program-program lainnya di Partai Gelora,” ujarnya.

Baca juga:

Triwisaksana yang juga Ketua DPP Partai Gelora Koordinator Bidang Penggalangan ini berharap setelah aktif sebagai kader,  anggota baru didorong untuk mulai melakukan tugas perekrutan anggota baru.

“Kita punya program ‘Member  get Member’. Satu anggota merekrut satu anggota baru. Silahkan mereka yang punya keluarga, tetangga, teman, alumni  dan lain sebagainya. Ajak mereka gabung  ke Partai Gelora,” ujarnya.

Bang Sani, sapaan akrab Triwisakna mengatakan, setiap kader  Partai Gelora akan mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam hal pengembangan wawasan kapasitas dirinya.

“Sekali lagi kami berharap, yang sudah menjadi anggota bisa mengajak teman-teman kita, anggota keluarga kita, dan yang lainnya bergabung bersama Partai Gelora. Partai Gelora menargetkan merekrut 1,5 juta anggota menjelang Pemilu 2029,” pungkasnya.

Pada hari pertama , setelah memberikan arahan dan membuka pelaksanaan OK Gelora, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menyampaikan materi  tentang ‘Mengapa Memilih Partai Gelora?’ yang sedianya akan disampaikan Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, namun berhalangan hadir karena ada tugas negara.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik membawakan materi tentang ‘Indonesia dan Duna Hari ini’.

Sementara Rofi’ Munawar,  Ketua Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelora menyampaikan materi  tentang ‘Menciptakan Sejarah Peradaban Bersama Gelora’.

Pada hari kedua, OK Gelora berbicara tentang ‘120 Menit Awal untuk Kiprah Besar’, memperdalam materi pada hari pertama.

Materi tersebut, dibagi dalam dalam dua sesi, yakni tentang ‘Indonesia & Dunia Hari Ini, Kenapa Bangsa Ini Butuh Arah Baru?, serta tentang ‘Mengapa Partai Gelora? , Gerakan Arah Baru Indonesia’.

OK Gelora ini diikuti oleh calon anggota baru  dari seluruh Indonesia, anggota baru, kader  dan seluruh fungsionaris DPP, DPW dan DPD Partai Gelora.

Mahfuz Sidik Khawatirkan Peristiwa Genosida di Gaza Terjadi di Iran

Partaigelora.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, peristiwa genosida di Gaza, Palestina bisa terjadi di Iran , jika dampak dari serangan milter yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam beberapa hari ini.

Hal ini mengacu pada data media pemerintah Iran, yang menyebutkan bahwa jumlah korban sipil yang tewas hingga hari kelima perang mencapai 1045 orang, dengan sekitar 6000 orang terluka.

“Bagaimana kemungkinan jumlah korban jika serangan udara menyeluruh dilancarkan Amerika dan Israel tanpa henti seperti ancaman Menteri Pertahanan AS? Kita bisa membuat perbandingan dengan korban di Gaza,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, studi yang dilakukan oleh The Lancet Global Health mengungkap jumlah korban tewas di Gaza selama 15 bulan pertama operasi militer Israel mencapai lebih dari 75.000 orang.

Sedangkan Unesco mengungkap 64.000 korban adalah anak-anak dan sedikitnya 1.000 bayi. Angka korban yang dilansir The Lancet artinya rata-rata jatuh korban tewas 167 orang per-hari.

“Membandingkan dengan jumlah korban tewas di Iran yang mencapai 1.045 orang dalam lima hari, berarti rata-rata jatuh korban tewas 209 orang per-hari. Jumlah ini hampir 1.5 kali jumlah korban di Gaza,” katanya

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai jika militer AS-Israel  tanpa mengindahkan hukum humaniter internasional, maka genosida yang lebih buruk dan lebih besar dari peristiwa di Gaza akan segera terulang di negeri Iran.

Ancaman Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, lanjut Mahfuz, nampaknya sudah menjadi keputusan Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt pada Rabu (4/3/2026) mengonfirmasi pernyataan Hegseth dengan menyatakan “dalam beberapa jam ke depan, kami akan mencapai dominasi di langit Iran, dan pesawat militer kami akan menghujani Iran dengan rudal dan senjata yang melumpuhkan”.

Aksi militer ini dipastikan akan semakin masif dan agresif setelah Kongres melalui pemungutan suara, akhirnya menyetujui aksi perang yang diambil oleh Presiden Trump.

Mengacu kepada tindakan brutal militer Israel di Gaza, maka menurut dia, serangan udara gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran akan benar-benar menjadi perang yang ‘unfair’.

“Hari-hari ke depan, masyarakat dunia akan kembali menyaksikan pembantaian besar-besaran warga sipil di Iran oleh kekuatan militer udara Amerika Serikat dan Israel,”

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Amerika Serikat,Pete Hegseth, dalam pernyataannya kepada media pada Rabu (4/3/2026), mengancam akan melakukan serangan menyeluruh yang menghancurkan tanpa henti, tiap hari dan tiap menit untuk mengusai wilayah Iran dan.

“Sampai kami memutuskan aksi ini selesai, dan Iran tidak bisa berbuat apa-apa,” demikian ancam Hegseth.

Ancaman ini menandakan bahwa militer AS-Israel akan mengerahkan maksimal armada tempur udaranya untuk memborbardir daratan Iran secara menyeluruh. Bahkan Hegseth mengakui bahwa itu akan menjadi aksi perang yang tidak sepadan (unfair).

Pada pada hari pertama , Sabtu (28/2/2026), serangan AS-Israel telah menyasar sekolah dasar khusus siswi di Minab, Iran yang mengakibatkan tewasnya 165 orang pelajar, yang telagh mendapatkan kecaman keras salah satu Lembaga PBB, Unesco.

Kemudian  media pemerintah Iran menyebutkan jumlah korban sipil yang tewas hingga hari kelima perang mencapai 1045 orang, dengan sekitar 6000 orang terluka.

Enam Langkah Disiplin Berpikir yang Perlu Dilakukan Sebelum Mengambil Keputusan

Partaigelora.id-Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Gunawan mengatakan, sebuah keputusan strategis sangat dipengaruhi oleh mindset atau pola pikir seseorang secara sadar, walaupun hal itu terkadang tidak disadari.

“Baik dalam jangan  pendek dan jangka panjang, dalam kehidupan sehari-hari, berkeluarga, dalam karir, bahkan dalam politik, bahkan lebih jauh lagi scopenya,” kata Gunawan dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kepribadian dengan tema Strategi Transformasi Pola Pikir, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, keputusan strategi yang dilakukan secara sadar dalam aktivitas sehari-hari tersebut, dibagai menjadi dua masalah. Pertama dibuat secara sadar dan kedua dibuat secara tidak sadar.

Keputusan tersebut berada di ruang konsolidasi internal yang bersifat life skill (keterampilan hidup) dan bersifat cognitive abilities activation (aktivasi kemampuan kognitif), sehingga diperlukan peningkatan kualitas pribadi sebagai sarana pengambil keputusan strategis dalam hidup masing-masing.

“Ketika banyak keputusan-keputusan yang hadir tanpa kita sadari, karena arsitektur mindset ini tiga lapisan penguatan. Pertama, penguatan kesadaran psikologis yang akan terus kita bangun. Kedua, disiplin berpikir yang terus kita latih dan ketiga menajamkan integritas arah perjuangan kita,” katanya.

Coach Gunawan, sapaan akrabnya, mengatakan, ketiga lapisan penguatan midset ini harus dilakukan secara konsisten, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif atau menjadi kontrapduktif.

“Kecerdasan seseorang itu bisa hilang 80%, ketika negatif emosi itu hadir.  Jadi mengambil keputusan ketika kita emosi. Apakah hal ini berdampak atau tidak,  maka kita harus disiplin berpikirnya dan dilakukan secara konsisten. Sehingga kita punya keyakinan 100% untuk menentukan dan menajamkan arah perjuangan kita,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, cita-cita pribadi harus selaras dengan cita-cita partai itu agar mempunyai nilai atau value.

“Makanya dalam program ini, kita melakukan penguatan kesadaran psikologis, disiplin berpikir dan menajamkan integritas arah perjuangan,” katanya.

Coach Gunawan mengatakan, kekuasaan tidak bisa merubah karakter, jika dilihat dari kacamata psikologi kepemimpinan (leadership), sebaliknya justru akan memperbesar karakter seseorang.

“Nah, di level pimpinan inti, persoalan jarang bersifat teknis. Justru bisa jadi musuh terbesar bukan pada kompetitor, masalah di psychological stability (stabilitas psikologis). Psychological stability ini yang mempunyai peranan sangat penting ketika orang memberikan atau mengambil keputusan,” katanya.

Misalnya, ketika ada seorang pemimpin zalim, itu disebabkan karena kekuasannya dia menjadi zalim, tetapi karena sifat kezaliman tersebut sudah ada dalam dirinya, jauh hari sebelum dia berkuasa.

“Makanya kita diberikan materi Tazkiyatun Nafs, oleh Ketua Harian kita Syeikh Rofi Munawar agar kita terus menerus melakukan detoksifikasi psikologis untuk menghilangkan karakter-karakter negative kita,” katanya.

Sehingga diharapkan dapat ketenangan hati, batin, menjadi orang ramah, begitu diberikan kekuasaan dia tetap tenang dan tidak menjadi zalim, anti kritik atau bersikap defensif yang cukup tinggi.

Coach Gunawan mengatakan, secara psikologis kekuasaan itu dapat memperbesar karakter seorang pemimpin secara positif dan negatif. Karena itu, setiap pemimpin diingatkan agar selalu menjaga karakter positifnya agar tidak menjadi pemimpin tiran.

Ia menegaskan, seorang yang mengambil keputusan strategis, tidak hanya pemimpin akan berdampak penjang, tidak hanya mempengaruhi dirinya, tetapi juga orang lain.

“Dan selama ini keputusan-keputusan dalam hidup kita justru banyak yang kontraproduktif dengan cita-cita kita. Dan itu dampak panjangnya,” ujar Coach Gunawan.

Karena itu, setiap manusia perlu betul-betul mengamplifikasi langkahnya agar sesuai pada tujuan sebelum mengambil sebuah keputusan. Setidaknya ada enam langkah disiplin berpikir yang harus dilakukan.

“Kenapa perlu enam langkah disiplin berpikir? Why? Karena pada dasarnya manusia itu punya dua ego ketika dia mau mengambil keputusan,” katanya.

Pertama dalam hal sifat leadership atau kepemimpinannnya, dimana seorang pemimpin jangan mudah tersinggung ketika dikritik, bahkan dilecehkan. Hal ini menjadi tantangan sendiri bai seorang pemimpin.

“Seperti dikatakan Ketum kita Ustadz Anis Matta, bahwa pujian sanjungan itu tidak akan membuat kita masuk surga pun. Sebaliknya dengan cacian hinaan bahkan kezaliman yang kita alami tidak akan membuat kita masuk neraka. Yang membuat kita masuk surga adalah amal-amal terbaik kita,” katanya.

Artinya, dia memiliki ego defensif atau dalam istilah modern adalah defend mechanism, yang akan membuat jiwanya sangat rapuh, karena tergantung pada pujian dan cacian, serta memutuskan sesuatu demi citra diri.

“Seharusnya kita itu ego strategis stabil dalam kritik, mendengar tanpa merasa terancam, memutuskan demi arah jangka panjang dan keputusan yang matang. Nah,kita berharap kita memperkuat sisi ego strategis, bukan ego defensif,” katanya.

Untuk menumbuhkan ego strategis ini, lanjut dia, perlu dilatih dalam pergaulan sehari-hari, meskipun yang bersangkutan memiliki pengetahuan yang tinggi.

“Disinilah kita butuh jeda kognitif, kalau kita tidak punya, yang muncul ego defensi. Sehingga apapun keputusannya akan bersifat reaktif,” ujarnya.

Ia menilai enam langkah disiplin berpikir ini, bukan untuk memperlambat menunda keputusan. Justru akan dapat membuat keputusan yang lebih cepat menuju cita-cita.

“Kalau ada sebab, pasti ada akibat. Kalau ada aks,  pasti ada reaksi. Respon yang disebut dengan hukum stimulus. Kalau aksinya sama terus-menerus, maka otomatis nanti responnya juga otomatis,” katanya.

Ketika terlalu sering mendapatkan respon yang sama berulang, maka responnya menjadi menetap, dan mindset adalah stimulus yang berulang itu, tanpa jeda, tanpa kesadaran, tanpa awareness.

“Tetapi ketika kita dalam keadaan sadar, maka kita sedang melakukan investasi kognitif jangka panjang. Dalam keadaan sadar ini, yang membuat ada jeda kognitif, sehingga kita bisa membuat keputusan strategis,” katanya.

Pertama yang harus dilakukan adalah mendefinisikan masalah bukan gejala, karena selama ini terbiasa dengan satu struktur pola berpikir, sehingga perlu membedakan masalah dan gejala.

“Ibarat kita tiba-tiba seorang sakit kepala pada siang hari, padahal paginya aman-aman saja. Apa yang dilakukan si orang itu? Dia pergi ke apotek, dia beli obat anti nyeri. Yang diobati itu apanya, itu gejalanya. Sementara dia pusing karena dimarahin sama bos, sehingga gangguannya lebih bersifat psikosomatik, bukan karena patologis ,” katanya.

Kedua bisa membedakan atau kemampuan dalam mengidentifikasi masalah. Sehingga dapat diketahui mana persepsi dan perasaan.

Sedangkan yang ketiga adalah sadari emosi yang sedang aktif saat itu, dan pastikan mengambil keputusan apa yang dipikirkan, bukan dirasakan.

Keempat melakukan uji perspektif. Misalkan keputusan diambil hari ini, bagaimana dampaknya ketika dalam waktu tiga bulan atau lima tahun dan seterusnya.

Kelima cek keselarasan visi dan nilai. Maksudnya adalah ketika telah mengambil sebuah keputusan, maka dilakukan pengecekan keselasan antara visi dan nilai.

Apakah keputusan tersebut dilakukan dengan penuh keyakinan atau keraguan,  selaras dengan nilai agama, nilai keluarga, atau nilai organisasi dan lain-lain.

Keenam menghitung konsekuensi terburuknya (the worst thing). “Jadi, itu yang disebut disiplin berpikir atau jeda kognitif, enam langkah berpikir. Sebab, keputusan buruk sering lahir bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kurang disiplin berpikir.,” pungkasnya.

Mahfuz Sidik: Waspada Dampak Serius Jika Perang Berlarut di Timur Tengah

MataParlemen.id-Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, konflik yang terjadi antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran sekarang adalah perang sesungguhnya di Kawasan Timur Tengah (Timteng), bukan hanya sekedar serangan militer biasa.

Meskipun Israel dan AS menyebutnya sebagai serangan militer pencegahan (pre-emptive) pada Sabtu (28/2/2026), sementara Iran menyebutnya sebagai serangan militer pembalasan (retaliation).

“Karena itu, kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan terasnya, terbukti tidak menyurutkan langkah pembalasan dari militer Iran. Bahkan sasarannya meluas ke basis militer AS di sejumlah negara Teluk,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, Iran diyakini menyiapkan rencana operasi serangan pembalasan berlarut, setelah dua kali serangan militer Israel dan Amerika Serikat tidak berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran.

“Situasi ini perlu diwaspadai. Karena ketika perang ini berlarut maka akan timbul sejumlah dampak besar dan sangat serius,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

Dampak pertama adalah kekacauan politik di kawasan Timur Tengah, ketika sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS terjebak pada dilema menyikapi serangan pembalasan dari Iran.

Jika negara seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait membentuk front bersama Israel dan AS  untuk menghadapi Iran, maka akan ada resiko domestik penolakan dari warganya.

“Ini berpotensi memicu kekacauan politik domestic,” ujar Mahfuz.

Dampak kedua adalah raibnya perimbangan militer di kawasan. Jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka akan menyisakan Israel sebagai kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

Sehingga serangan rudal Israel ke wilayah Qatar untuk menyasar delegasi Hamas beberapa waktu lalu, bakal menjadi mimpi buruk terus bagi negara di kawasan ini, karena kejadian tersebut, bisa saja akan terjadi lagi.

“Belum lagi militer Amerika Serikat yang telah melingkari seluruh kawasan tersebut,” katanya.

Dampak ketiga, adanya potensi perluasan agresi militer Israel di kawasan. Selama agresi Israel terhadap Gaza berlangsung selama dua tahun, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam beberapa kesempatan secara terbuka telah menafikan konsep solusi dua negara, dan menyuarakan ambisi zionis mewujudkan Israel Raya.

Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel, akan memuluskan ambisi Israel Raya.

“Artinya wilayah negara Libanon, Suriah, Irak, Jordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel,” tegas Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini.

Dampak keempat, adanya potensi krisis ekonomi dunia yang dipicu terblokirnya jalur pelayaran energi dunia yang melewati Selat Hormuz dan Selat Baab el-Mandab.

Selat Hormuz mencakup 20-30 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Sementara selat Baab el-Mandab di jalur Laut Merah mencakup 12 persen pasokan minyak dan 10-15 persen perdagangan maritim dunia.

“Perang berlarut akan sangat mengganggu rantai pasok energi dunia, dan pada gilirannya memicu krisis ekonomi dunia,” katanya.

Dampak kelima, perang berlarut akan menciptakan perang asimetris baru. Iran dengan jaringan proksi dan penganut syiah yang tersebar di banyak negara dapat dikelola sebagai instrumen perang asimetris baru, untuk melawan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di manapun.

Partai Gelora Luncurkan Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota

Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia  Anis Matta secara resmi me-launching Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan pada Pemilu 2029.  Triwisaksana, Ketua DPP Koordinator Bidang (Korbid) Penggalangan Partai Gelora Triwisaksana ditunjuk sebagai Ketua Tim tersebut.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Rapat Koordinasi III Pimpinan DPP & DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (28/2/2026).

“Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim. Program Nasional Rekrutmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan Pemilu 2029 yang akan datang dimulai secara resmi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Menurut Anis Matta, program rekruitmen anggota ini, dalam rangka menabung energi menuju kemenangan Pemilu 2029, sehingga di-launching pada bulan Ramadan ini.

“Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi, Sehingga setelah rapat kita  mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

Program ini untuk melengkapi program yang sudah ada seperti program Pengembangan Wawasan Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan.

“Program jni dengan pendekatan normal, tetapi apabila ada perkembangan situasi global maupun nasional yang tidak nornal, maka kita mendorong untuk mengakselerasi semua pekerjaan kita dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan, bahwa semua pekerjaan yang dilakukan Partai Gelora sekarang,  adalah masuk dalam kategori menabung syarat-syarat kemenangan pada Pemilu 2029.

“Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi,  menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029. Sehingga setelah rapat kita  mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

Selain itu, kata Anis Matta, Partai Gelora menfokuskan diri untuk melakukan pembinaan generasi muda selama Ramadan.

Karena Partai Gelora ingin membangun kepemudaan ini menjadi backbone (tulang punggung) dari semua tingkatan struktur dari DPP, DPW dan DPD.

“Kita akan ciptakan semacam pasukan di Perang Badar, ada sekitar 300- an pemuda di setiap DPW. Tim kepemudaan ini akan menjadi penggerak yang akan menjadi faktor utama kemenangan kita di tahun 2029,” katanya.

Rekuitmen 1,5 Juta Anggota

Sementara itu, Ketua Tim Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota Triwisaksana mengatakan,  bahwa seperti disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, program rekruitmen adalah cara Partai Gelora menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029.

Selaku Ketua Tim, ia akan didampingi empat Wakil Ketua, yakni Endy Kurniawan (Ketua Bidang Rekruitmen Anggota), Lukman Effendy (Sekretaris Korbid Pemenangan Teritorial), dan Ketua  Sarah Azzahra (Wakil Ketua Korbid Komunikasi).

Lalu, Wakil Ketua Tim  Rifkoh Abraini (Sekretaris Korbid Penggalangan), serta Sekretaris Tim Ahmad Chudori (Wasekjen Bidang Data dan Informasi) . Sedangkan Anggota Tim adalah Ketua Pemenangan Teritori 1-10 dan para Ketua Bidang DPP Partai Gelora.

“Target nasional kita, Insya Allah kita akan merekrut 1,5 juta Anggota. Dua kali lebih banyak dari yang periode lalu,” katanya.

Dalam rektruitmen ini akan digunakan formasi ‘222’ seperti dalam strategi sepak bola profesional. Maksudnya Partai Gelora memiliki dua jalur rekruitmen, pertama adalah verifikasi Anggota yang sudah terdaftar dan melakukan rekruitmen Anggota baru.  

“Periode lalu, kita sudah punya Anggota sebesar 750 ribu, dan kita akan merekrut lagi 750 ini pada periode sekarang. Kita sudah siapkan strategi untuk verifikasi dan perekrutan baru,” ujarnya.

Pada 2026 ini, Partai Gelora mentargetkan untuk mendapatkan Anggota masing-masing  350 ribu dari program verifikasi dan perekrutan baru.

“Kira-kira pada Juni 2028 atau 8 bulan sebelum Pemilu 2029, kita sudah dapatkan 1,5 Juta dari program verifikasi dan perekrutan baru, masing-masing 750 ribu,” katanya.

Dengan adanya program rekruitmen ini, ia  berharap kepengurusan Partai Gelora bisa mengakar sampai pada tingkat kecamatan, kelurahan/desa.

“Mudah-mudahan  bisa sampai tingkat TPS, dan anggota kita isa mencapai jutaan. Semua harus aktif dan agresif, termasuk Alegnya,” tandasnya Triwisaksana.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik menambahkan, untuk mendukung program rekruitmen anggota ini, Partai Gelora akan menuntaskan kepengurusan KWSB pada tingkat DPD (Kabupaten/kota).

“Kita harapkan kepengurusan DPD dapat dituntaskan selama Ramadan ini atau 100 persen. Sehingga kita dapat bergerak cepat melengkapi struktur DPC (Kelurahan/Desa) agar bisa 100 persen juga,,” kata Mahfuz.

Partai Gelora Berduka Atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan serangan ‘pre-emptive yang dilakukan Israel dan didukung operasi militer besar Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

“Partai Gelora sebagaimana perasaan banyak masyarakat dunia sangat berdukacita atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Menurut Mahfuz, Ali Khamenei gugur di dalam bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Ia menilai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu, dengan gagah berani mempertahankanb kedaulatan negara dan teguh membela Palestina.

“Beliau telah gugur di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah, mempertahankan kedaulatan negaranya dan teguh dalam pembelaan terhadap masyarakat dan bangsa Palestina yang terjajah oleh Israel,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, kematian Ali Khamenei tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi Zionis Israel yang didukung  

“Kematian beliau tentu saja tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi kesombongan dan ambisi penguasaan rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat,” ujarnya.

Mahfuz menilai kematian Ali Khamenei menjadi alam kuat bagi para pemimpin negara di Kawasan Timur Tengah akan menjadi korban agresi milter Israel dan AS selanjutnya.

“Ini menjadi alarm kuat bagi semua negara di kawasan bahwa satu saat pemimpin negara-negara itu pun dapat menjadi korban agresi militer berikutnya,” ujar Mahfuz.

Serangan militer Israel yang didukung militer AS terhadap Iran, lanjut dia, akan mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” katanya

Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Diketahui, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat usai serangan besar-besaran yang dilakukan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2028).

Media Iran melaporkan Khamenei meninggal saat berada di kantornya. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei juga dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.

“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” lapor kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

Menteri Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh juga dilaporkan tewas. Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (28/2/2026), laporan dari dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nazirsadeh tewas dalam serangan Israel di Iran hari ini.

Selain Nazirsadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.

Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan

Partaigelora.id-Israel mengumumkan telah melakukan serangan pendahuluan pada Iran, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan militer yang didukung Amerika Serikat (AS) itu, menunjukkan bahwa dengan gamblang  bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.

“Iran adalah negara dengan  kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan, dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Ketua Komisi I DPR 2010-2017 dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Menurut dia, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu  kepada sejumlah  pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

“Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir, adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu,” katanya.

Iran pun akhirnya melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah, Yordania dan Arab Saudi.

Serangan balasan ini, kata Mahfuz, berpotensi besar menciptakan perang Kawasan, karena  menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang.

Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan  pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

“Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apapun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” ujarnya.

Mahfuz berharap negara-negara di kawasan teluk akan berpikir ulang tentang kerjasama newujudkan perdamaian kawasan bersama Israel.

Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak munggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

Mahfuz menegaskan, serangan Israel-AS terhadap Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS.

“Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tandas Mahfuz.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai serangan tersebut, akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza.

“Serangan ini dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” katanya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini berpandangan, bahwa serangan militer Israel-AS ke Iran,  bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Trump.

Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut.

“Tidak logis memadamkan api di satu area, tapi mengobarkan api di area lainnya dalam kawasan yang sama. Hal ini hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) terhadap ide perdamaian,” katanya.

Mahfuz menyebut serangan Israel-AS ke Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace.

Serangan militer Israel yang didukung oleh militer AS, bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace yang dipimpin Presiden Trump.

Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut. .

Serangan Israel-AS terhadap Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace. Serangan ini juga mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan dan Persatuan

Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah mengatakan, bahwa situasi dunia sekarang mengharuskan Indonesia punya persiapan matang dalam menghadapi dinamika politik global saat ini.

“Kita harus banyak bicara tentang tema-tema kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, geopolitik dan sebagainya. Karena apa yang terjadi di luar sana bisa saja menciptakan goncangan yang besar,” kata Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat (27/2/2026).

Goncangan besar itu, kata Fahri, bisa saja sampai pada level perang dunia (PD) III yang menyeret seluruh negara di dunia dalam peperangan.

Apabila tidak bersiap, maka Indonesia bisa menjadi ‘collateral damage’, atau korban lagi seperti sebelumnya.

Menurut dia, keterlibatan Indonesia sebagai anggota Badan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) adalah dalam rangka persiapan tersebut. Sebab, cita-cita Indonesia dari awal merdeka adalah ingin terciptanya perdamaian dunia, dan tidak ada lagi penjajahan.

 “Jadi Indonesia memang meniatkan dan mencita-citakan sejak hari pertama negara ini dibentuk. Dalam pembukaan UUD 1945,  ditegaskan bahwa tujuan bernegara itu, antara lain  ikut serta dalam perdamaian dunia, yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial.,” katanya.

Karena itu, cita-cita ikut serta dalam perdamaian tersebut, lanjut Fahri,  adalah cita-cita bangsa Indonesia sejak hari pertama merdeka dari penjajahan.

Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia, juga  sudah dilakukan oleh Proklamator RI Soekarno-Hatta dan para tokoh bangsa sebelumnya dalam berbagai forum internasional.

Sehingga ketika pemimpinnya sekarang gandrung ikut dalam partipasi global seperti yang diakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sekarang.

Membawa Indonesia bergabung ke dalam BoP, ikut serta merencanakan keadilan dan perdamaian global, maka hal itu merupakan mandat konstitusi, bukan kemauan Presiden Prabowo sendiri.

“Itu mandat konstitusi, cita-cita konstitusional yang harus kita laksanakan. Indonesia mengajak bangsanya untuk  melakukan persiapan untuk menghadapi keadaan ketidakppastian global. Itu yang dilakukan Pak Prabowo sekarang,” jelasnya.

Partai Gelora mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun persatuan dan mendukung upaya Presiden Prabowo bergabung dengan BoP, bukan sebaliknya menciptakan narasi-narasi perpecahan.

“Terus terang saat ini memang banyak narasi perpecahan yang dikembangkan, terkait BoP ini. Saya sendiri sudah membaca opini publik dan cara masyarakat bereaksi. Kita memang ada problem dalam membangun kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Seharusnya dalam situasi sekarang, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, kekompakkan adalah yang paling dibutuhkan dalam tubuh bangsa Indonesia sekarang, bukan perpecahan.

“Kita perlu mulai mentradisikan persatuan dan kekompakan, sekarang-lah situasinya yang sangat dibutuhkan. Negara dan bangsa membutuhkan persatuan,” katanya.

Fahri tidak menyalahkan masyarakat sepenuhnya, apabila tidak ada kekompakan di bangsa saat ini, nuansa perpecahan masih ada.

Karena hal ini, merupakan kesalahan pemimpin-pemimpin sebelumnya, yang tidak mengorganisir kekompakan secara baik.

“Karena itu, Partai Gelora terus berusaha mengorganisir kekompakan itu secara baik. Salah satunya adalah dengan kajian-kajian, serta berbicara pentingnya kekompakan dan persatuan dalam situasi sekarang,” paparnya.

Sekali lagi Fahri menegaskan, dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja, dan mengharuskan semua komponen bangsa untuk menjaga kekompakan dan persatuan, yang selalu diupayakan oleh Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto.

“Dari awal koalisi ini terbentuk, kita sudah  merencanakan satu rekonsiliasi yang menginginkan agar bangsa ini bersatu. Rekonsiliasi itu harus dioperasikan, sehingga tidak hanya menjadi jargon,” katanya.

Rekonsiliasi itu, seharusnya tercipta ketika bangsa sedang memerlukan, karena dunia sekarang memang tidak sedang baik-baik saja, dipenuhi ketidakpastian situasi politik global.

“Saya berharap dalam suasana Ramadan, hal ini bisa menjadi refleksi bersama. Saya mengajak kita semua khususnya para elite bangsa, marilah kita gunakan bulan yang baik ini untuk memikirkan satu perencanaan untuk meneruskan persatuan nasional,” katanya.

Bulan Suci Ramadan, menurut dia, adalah tempat yang sangat baik untuk memulai perjuangan membangun peradaban bangsa Indonesia yang betul-betul kuat dan kokoh ke depan.

“Tidak saja elitenya yang mengerti arah, bagaimana seharusnya bangsa ini dan ke mana seharusnya bangsa in. Tapi juga rakyatnya yang memahami dan percaya bahwa pemimpinnya bisa membawa mereka ke sana. Sehingga mereka akan positif melihat pemimpinnya ke depan,” katanya.

Fahri yakin dengan adanya  persatuan dan langkah Indonesia mulai terlibat dalam partisipasi global, akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara Superpower Baru. “Indonesia akan menjadi negara kuat. Kita ingin Indonesia berkontribusi pada peradaban umat manusia. Inilah waktunya, dari perjalanan Arah Baru Indonesia menuju superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X