Partaigelora.id-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, menegaskan bahwa dukungan dan bantuan bagi Palestina adalah utang kemanusiaan yang harus terus kita cicil sampai tercapainya kemerdekaan Palestina.
Hal itu disampaikan Anis Matta saat Hadir dalam Silaturahmi Tokoh dan Lembaga: Indonesia untuk Palestina bertema “Ramadhan Bulan Empati dan Berbagi” yang digelar AlQuds Volunteer Indonesia, di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).
Anis Matta menyatakan hanya orang-orang yang punya masalah dengan hati nuraninya yang tidak menangis melihat pembantaian di Palestina, yang bahkan menyasar perempuan dan anak-anak.
“Hanya orang dengan hati nurani yang bermasalah yang bisa tetap diam menyaksikan pembantaian di Palestina, terutama yang menyasar perempuan dan anak-anak,” kata Anis Matta.
Anis Matta membongkar narasi usang yang kerap mengelabui publik. Dulu, pada dekade 70-an hingga 90-an, konflik Palestina sering direduksi sebagai masalah etnis semata, yakni konflik Arab-Israel.
“Framing ini membuat bangsa seperti Indonesia merasa terpisah, seolah-olah ini adalah urusan orang lain yang jauh di sana,” ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa perjuangan membebaskan Palestina bukan hanya milik umat Islam, melainkan soal kemanusiaan universal.
“Hari ini, kita semuanya menyaksikan, bahwa perjuangan Palestina telah menjadi problema umat manusia secara keseluruhan di muka bumi ini,” ungkapnya.
Menurutnya, lebih dari satu tahun terakhir, dunia menyaksikan pembantaian demi pembantaian di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Bahkan di bulan Ramadhan 2025 , ketika umat manusia seharusnya merayakan kedamaian, pembantaian masih berlangsung.
“Korban jiwa di Palestina telah melampaui angka puluhan ribu sejak eskalasi konflik terbaru, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, sebuah statistik yang mencoreng wajah peradaban modern,” ujarnya.
Karena itu, apabila ada yang tidak menangis melihat perempuan-perempuan, anak-anak dibantai, pasti ada masalah dalam hati nuraninya.
Ia pun menyerukan panggilan untuk introspeksi kolektif seraya bertanya mengenai makna menjadi manusia di tengah tragedi ini.
“Apa makna bahwa setiap kali kita menyaksikan pembantaian itu dan kita sebagai umat manusia tidak terlibat sama sekali?” tanyanya.
Anis menegaskan, bahwa dukungan untuk Palestina adalah utang kemanusiaan yang harus terus kita bayar dengan cicilan.
“Nafas kita untuk terus memberi tidak boleh habis. Kita harus punya nafas yang panjang dan yakin bahwa sebelum Palestina merdeka, kita akan tetap punya utang kemanusiaan yang harus terus menerus kita bayar dengan cicilan,” jelasnya.
Acara yang dihelat AlQuds Volunteer Indonesia, menurutnya, adalah salah satu bentuk cicilan tersebu. Yakni sebuah langkah kecil tapi bermakna untuk menunjukkan solidaritas.
Hadir pula dalam acara ini antara lain Ustadz Bachtiar Nasir, aktor senior Deddy Mizwar, Bhiksu Jimmu Gunabhadra dari Sangha Mahayana Indonesia, diplomat senior Ple Priatna, legenda Timnas Indonesia Budi Sudarsono, dan sejumlah selebritis Indonesia.
Partaigelora.id-Kita sudah relatif jauh berjalan. Banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi, banyak juga yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret. Dan masih banyak lagi!
Jadi mari kita berhenti sejenak di sini! Beri’tikaf. Kita memerlukan saat-saat itu: saat di mana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati; saat di mana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; saat di mana kita melepaskan sejenak beban kehidupan yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.
Kita memerlukan saat-saat seperti itu, karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita raih; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah berubah.
Sesungguhnya, bukan hanya kita yang perlu berhenti. Para pelaku bisnis pun punya kebiasaan itu. Orang-orang yang mengurus dunia itu memerlukannya untuk menata ulang bisnis mereka. Mereka menyebutnya “penghentian”. Tapi sahabat-sahabat Rasulullah saw. — generasi pertama yang telah mengukir kemenangan-kemenangan dakwah dan karenanya berhak meletakkan kaidah-kaidah dakwah — menyebutnya “majlis iman”. Maka Ibnu Mas’ud berkata, “Duduklah bersama kami, biar kita beriman sejenak”.
I’tikaf Kita Butuhkan untuk Dua Keperluan
Pertama, untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin kita capai dari upaya ini adalah memperbaharui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah, peluang yang disediakan lingkungan eksternal, dan target-target yang dapat kita raih.
Kedua, untuk mengisi ulang hati kita dengan energi baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah Swt. Bahwa kita akan tetap teguh memegang janji itu; bahwa kita akan tetap setia memikul beban amanat dakwah ini; bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan; bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.
Hari-hari panjang yang kita lalui bersama ini menguras seluruh energi jiwa yang kita miliki, maka i’tikaf adalah tempat kita berhenti sejenak untuk mengisi hati dengan energi yang tercipta dari kesadaran baru, semangat baru, tekad baru, harapan baru, dan keberanian baru.
Karena itu, i’tikaf harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan hidup sudah semakin jauh.
Pertama, kita hidup di sebuah masa dengan karakter tidak stabil. Perubahan-perubahan besar di lingkungan strategis berlangsung dalam durasi dan tempo yang sangat cepat. Dan perubahan-perubahan itu selalu menyediakan peluang dan tantangan yang sama besarnya. Dan, apa yang dituntut dari kita adalah melakukan pengadaptasian, penyelarasan, penyeimbangan, dan — pada waktu yang sama — meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan momentum.
Kedua, karena kita mengalami seleksi dari Allah Swt. secara kontinu sehingga banyak du’at yang berguguran, juga banyak yang berjalan tertatih-tatih.
Semua itu membutuhkan perenungan yang dalam. Maka, dalam i’tikaf ini, kita mengukuhkan sebuah wacana bagi proses pencerahan pikiran, penguatan kesadaran, penjernihan jiwa, pembaharuan niat dan semangat jihad. Dan inilah yang dibutuhkan oleh dakwah kita saat ini.
Tradisi i’tikaf ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan; individu atau jamaah. Pada tingkatan individu, tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi, menghayati, dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, dan aktual disamping kebiasaan muhasabah, memperbarui niat, menguatkan kesadaran dan motivasi, serta memelihara kesinambungan semangat perjuangan.
Anis Matta Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI
Partaigelora.id-Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menerima sejumlah Lembaga keuangan internasional, Kamis (20/3/2025).
Yakni World Bank, Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Islamic Development Bank (IDB), dan German Agency for International Cooperation (GIZ).
Dalam kesempatan ini, Kementerian PKP menerima dukungan penuh dari sejumlah lembaga keuangan internasional. Mereka menunjukkan antusiasme terhadap rencana strategis kementerian PKP dalam sektor perumahan.
“Dukungan ini bertujuan untuk mempercepat program pembangunan perumahan dan penataan kawasan permukiman yang layak bagi masyarakat Indonesia,” kata Fahri Hamzah di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Karena itu, Fahri menekankan pentingnya integrasi ide dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, guna mewujudkan hunian yang layak secara lebih cepat dan efektif.
“Kita memiliki banyak mitra di pemerintah daerah yang dapat diajak bekerja sama. Saya hanya perlu memastikan bahwa program ini berjalan sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019.
Diharapkan, dengan adanya dukungan dari lembaga donor internasional, program perumahan dan permukiman yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera terealisasi, demikian Fahri Hamzah.
Seperti diketahui, di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus memastikan bahwa setiap tahapan program berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat menikmati hak atas hunian yang layak dan terjangkau.
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi backlog perumahan dan memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang berkualitas.
Program pembangunan 3 juta rumah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, target ini diyakini dapat dicapai sesuai rencana.
Pemerintah berharap kolaborasi ini semakin memperkuat ekosistem perumahan nasional serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas.
Partaigelora.id-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menyoroti pentingnya melawan Islamofobia melalui diplomasi internasional dan narasi positif.
Menurut Anis Matta, Islamofobia bukan hanya isu sosial, tetapi juga persoalan politik global yang harus diatasi dengan strategi yang tepat.
“Kita harus membangun narasi Islam yang positif, menampilkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, serta memperkuat diplomasi Indonesia di forum internasional,” ujar Anis Matta dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh UBN Podcast dengan tema ‘Say NO to Islamophobia’, Sabtu (15/3/2025).
Dalam pemaparannya, Anis Matta menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam diplomasi internasional untuk memperjuangkan hak-hak umat Islam.
Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain, pertama mendorong Resolusi Global-Indonesia dapat menjadi pelopor dalam menekan PBB dan organisasi internasional untuk mengeluarkan resolusi yang mengutuk tindakan Islamofobia.
“Kedua mendorong Kerja Sama dengan Negara Muslim melalui penguatan hubungan diplomatik dengan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyuarakan solidaritas terhadap umat Islam,” katanya.
Sedangkan yang ketiga adalah mendorong Advokasi Hak Asasi Manusia, yakni menggunakan platform global untuk menekan negara-negara yang menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap Muslim.
Selain diplomasi, Anis Matta juga menegaskan bahwa umat Islam harus berperan aktif dalam membangun narasi yang lebih positif di ruang publik, terutama melalui media sosial dan platform digital.
“Umat Islam perlu mengisi ruang-ruang informasi dengan konten yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan inklusif,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mengubah persepsi masyarakat global yang selama ini dibentuk oleh propaganda Islamofobia di media mainstream.
Menanggapi pertanyaan peserta webinar tentang kemungkinan lahirnya RUU Islamofobia di Indonesia, Anis Matta menyambut baik wacana tersebut.
Ia menilai, regulasi yang melindungi umat Islam dari diskriminasi dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan keadilan sosial.
“RUU ini bukan hanya tentang umat Islam, tetapi juga tentang perlindungan kebebasan beragama dan mencegah segala bentuk diskriminasi. Jika kita ingin hidup dalam masyarakat yang adil dan harmonis, kita harus memastikan tidak ada kelompok yang menjadi korban stereotip negatif,” ungkapnya.
Anis Matta menutup pemaparannya dengan menyerukan aksi nyata bagi umat Islam dalam melawan Islamofobia, baik melalui diplomasi, edukasi, maupun advokasi.
“Kita tidak boleh diam. Mari bersama-sama membangun dunia yang lebih adil dengan menampilkan wajah Islam yang sesungguhnya, Islam yang penuh kedamaian dan kasih sayang,” pungkasnya.
Webinar ‘Say NO to Islamophobia’ ini menjadi momentum penting bagi umat Islam di Indonesia untuk memahami isu Islamofobia secara lebih luas dan mencari solusi bersama untuk menghadapinya.
Partaigelora.id-Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR sepakat menyatakan, bahwa sikap Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Mardani Ali Sera dinilai tak etis saat melontarkan olokan yang ditujukan kepada Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dalam acara ‘Silaturahmi Nasional BKSAP dengan Ormas dan Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina’ di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Karena itu, MKD akan memanggil ahli bahasa pada sidang lanjutan kasus tersebut, untuk memberikan penilaian, apakah pernyataan Ketua BKSAP DPR Mardani Sera tersebut, sekedar candaan atau justru olokan dan hinaan kepada Partai Gelora.
“Pimpinan MKD sepakat bahwa pernyataan Ketua BKSAP Pak Mardani Ali Sera itu tidak etis. MKD akan memanggil ahli bahasa pada sidang lanjutan untuk menilai pernyataan tersebut, apakah sekedar candaan atau hinaan,” kata Eneng Ika Haryati usai pemeriksaan di MKD, Kamis (13/3/2025).
Sebelumnya, Eneng Ika Haryati yang merupakan simpatisan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaporkan Ketua BKSAP Mardani Ali Sera ke MKD secara resmi ke MKD pada Kamis (30/1/2025).
Mardani dinilai telah melanggar kode etik sebagai Anggota DPR dengan mengolok-olok Partai Gelora dalam acara resmi DPR. Apalagi Mardani diketahui tidak hanya kali ini saja mengolok-olok Partai Gelora, dia bahkan sering mengolok-olok Partai Gelora dengan sebutan ‘partai nol koma’.
Ika Haryati akhirnya mendapatkan panggilan permintaan keterangan pada Kamis (13/3/2025) di ruang MKD di Gedung Nusantara I DPR/MPR, Senayan Jakarta. Surat panggilan ditandatangani Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal, pada Rabu (12/3/2025).
Dalam surat panggilan tersebut, ditegaskan bahwa MKD telah melaksanakan penyelidikan dan verifikasi pengaduan dari Eneng Ika Haryati terhadap dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Anggota DPR RI Mardani Ali Sera.
Ika Haryati datang ke MKD DPR didampingi kuasa hukumnya Ratno Timur dari LBH Gelora. Permintaan keterangan dilakukan secara tertutup dihadiri seluruh Pimpinan dan Anggota MKD. Ia mengaku diperiksa sekitar 15 menit, terkait cuplikan acara yang dijadikan dasar pelaporan, dan apakah dirinya masuk dalam struktur kepengurusan di Partai Gelora.
“Jadi saya ditanyai soal cuplikan Pak Mardani yang mengatakan, bahwa Partai Gelora disebut partai nol koma, jangan didekat-dekatkan dengan PKS dalam acara BKSAP,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan itu, Ika Haryati sempat dicecar oleh Wakil Ketua MKD Aboe Bakar Alhabsyi soal hubungannya dengan Partai Gelora. “Saya ditanya sama Pak Aboe Bakar, apakah saya berada di struktur partai atau tidak. Saya dicecar itu terus, saya katakan tidak, saya hanya simpatisan,” ujarnya.
Ika Haryati lantas mengatakan, bahwa pernyataan Ketua BKSAP Mardani Ali Sera terebut, tidak etis menyatakan hal itu. Sebab, pernyataannya disampaikan dalam acara penggalangan dana untuk kemanusiaan yang dihadiri Ormas dan Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina, serta ditanyangkan secara terbuka di TVR Parlemen.
“Ketua dan Pimpinan MKD sepakat dengan saya, kecuali Pak Aboe Bakar, kalau pernyataan Pak Mardani itu memang tidak etis. Makanya akan dipanggilkan ahli bahasa pada sidang lanjutan untuk memberikan penilaian,” katanya.
Diketahui, pernyataan kontroversial Ketua BKSAP Mardani Ali Sera disampaikan saat ‘Silaturahmi Nasional BKSAP dengan Ormas dan Lembaga Kemanusiaan Peduli Palestina’ di Jakarta, Selasa (21/1/2025). Terjadi saat perwakilan dari Pusat Dokumentasi Islam Indonesia atau Pusdok Tamadun, Hadi Nur Rahmat, memaparkan capaian organisasinya dalam membantu Palestina.
Ketika itu Hadi menyebut kerja sama dengan berbagai partai, termasuk Gerindra, PDIP, PKS, dan Gelora, Mardani tiba-tiba menyela, “PKS jangan dekatin ke Gelora,” ungkapnya sambil tertawa terkekeh-kekeh.
Aksi tersebut terekam dalam siaran langsung di TV Parlemen dan memicu hujatan dari netizen di media sosial.
Sejumlah perwakilan ormas dan lembaga yang hadir juga tampak terkejut dengan candaan bernada olok-olokan dari politisi PKS itu kepada Partai Gelora.
Sehingga banyak yang menilai pernyataan itu, tidak hanya tidak pantas, tetapi juga berpotensi merusak persatuan umat yang sedang berjuang untuk Palestina.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 103 ormas dan lembaga ini dibuka oleh Wakil Ketua MPR dari PKS, Hidayat Nur Wahid.
Silaturahmi Nasional ini difasilitasi Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam, Sufmi Dasco Ahmad, bertempat di Ruang Abbudl Muis, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh, seperti Wakil Ketua BKSAP Ravindra Hartarto, Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum, serta Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI Andy Rachmianto.
Partaigelora.id-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta, menyatakan, bahwa bantuan dan dukungan bagi Palestina merupakan bagian dari upaya menghidupkan budaya kedermawanan masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan Anis Matta saat menjadi pembicara kunci dalam Grand Iftar Indonesia untuk Palestina dengan tema ‘Solidaritas, Aksi Nyata dan Harapan Baru’ yang digelar Friends of Palestina (FOP) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2025) sore.
Anis Matta mengatakan bantuan dan dukungan untuk perjuangan dan kemerdekaan Palestina saat ini punya banyak dimensi.
“Sekarang kita ada di gelombang ketiga mendukung perjuangan Palestina,” ujar Anis Matta.
Menurut Anis Matta, pada kurun 1990-an, isu Palestina keluar dari narasi konflik Arab dan Israel, menjadi Islam melawan Israel. Lalu, seusai genosida yang dilakukan Israel ke Gaza pada Oktober 2024, lanjut dia, narasi Palestina menjadi konflik kemanusiaan melawan non-kemanusiaan.
“Isu Palestina menjadi isu semua orang setelah genosida. Ini mengubah lanskap perjuangan di Palestina. Sekarang, orang-orang bukan hanya terhubung karena agama, tapi juga karena kemanusiaan,” ungkap Anis Matta.
Situasi ini juga yang kemudian mendorong Kementerian Luar Negeri meluncurkan trek baru diplomasi, yaitu diplomasi kemanusiaan.
“Kita semua bagian dari kekuatan baru Indonesia dalam melakukan diplomasi kemanusiaan. Dan dalam konteks itu, Palestina masuk,” kata dia.
Anis Matta menyatakan, aksi mendukung Palestina saat ini bukan lagi sebatas menggalang donasi, menggelar demonstrasi, atau membuat beragam kegiatan untuk mendukung Palestina.
“Yang lebih penting, kita menghidupkan budaya baru di masyarakat kita, yaitu budaya memberi, budaya kedermawanan,” tegas Anis Matta.
Menurut dia, bangsa yang ingin menjalankan peran kepemimpinan global adalah bangsa yang memiliki budaya kedermawanan, selain faktor kekuatan ekonomi dan sebagainya.
Dengan membangun budaya kedermawanan, lanjut Anis Matta, komentar negatif bagi upaya menggalang bantuan dan dukungan bagi Palestina pun akan mendapatkan jawaban dengan sendirinya.
“Jawab yang komentar, ‘Kenapa bantu Palestina yang jauh?’ (dengan jawaban), ‘Kalau yang di luar negeri saja diperhatikan, apalagi yang di dalam negeri.'” ujar dia lugas.
Dalam kesempatan ini, Anis Matta pun menyebut ada rencana untuk membangun Kampung Indonesia di Gaza, setelah fase kedua gencatan senjata di Palestina menuju rekonstruksi Gaza.
“Ini untuk memperkuat sekaligus jadi simbol kehadiran Indonesia di dunia Islam,” sebut dia soal Kampung Indonesia tersebut.
Satu catatan lain yang diselipkan Anis Matta dalam uraiannya adalah bahwa Gaza juga merupakan tempat kelahiran Imam Syafi’i. Mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan pengikut mahzab Syafi’i.
“Jadi kita sebenarnya terhubung juga secara historis (dengan Gaza),” kata dia.
Selain Wamenlu Ri Anis Matta, acara Grand Iftar Indonesia untuk Palestina ini juga dihadiri aktor sekaligus penyanyi senior Ikang Fawzi dan presenter ternama Arie Untung.
Partaigelora.id-Blue Helmet, organisasi sayap Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, peduli kemanusiaan dan pelayanan sosial, serta mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, turun langsung ke lokasi bencana banjir di Bekasi, Jawa Barat pada hari pertama kejadian hingga kini.
Diketahui, Bekasi jadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir yang menerjang wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (3/3/2025) malam. Luapan Kali Bekasi menyebabkan banjir yang melumpuhkan Kota Bekasi sejak Selasa (4/3/2025).
Banjir tersebut melanda 20 titik dan tujuh kecamatan di Bekasi, serta terjadi begitu cepat. Sehingga sebagian besar warga setempat tidak sempat mengantisipasi, apalagi mengungsi dan menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
“Blue Helmet melalui jaringan kerelawanannya di Bekasi terjun langsung ke daerah terdampak,” kata Sulfiadi Bermawi, Komandan Nasional Blue Helmet Indonesia dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Menurut Sulfiadi, Blue Helmet berkordinasi dengan BPBD dan lembaga mitra lain, melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir pada hari pertama dan kedua.
“Blue Helmet antara lain langsung terjun ke Perumahan Jaka Kencana, Pekayon, Bekasi Selatan dan Perumahan Permata Duren Jaya,” kata Sulfiadi.
Kemudian pada hari ketiga pasca banjir Blue Helmet mengirim tim tambahan untuk mulai membantu membersihkan sebagian rumah warga yang terdampak.
“Bantuan yang kita berikan tentu dengan kapasitas yang kami miliki. Kami bermodal semprotan mini mobile, Blue Helmet keliling bantu korban banjir Bekasi,” katanya.
Sulfiandi mengatakan, Blue Helmet sengaja menyediakan fasilitas kebersihan dan tenaga, karena hal itu yang diperlukan warga untuk membantu membersihkan rumah mereka yang terdampak banjir.
“Banyak penyintas butuh bantuan tenaga dan fasilitas kebersihan, selain makanan pokok. Insya Allah relawan relawan Blue helmet siap memfasilitasi ke para penyintas,” ujarnya .
Karena itu, ia berharap partisiapsi masyarakat luas untuk bisa bergotong royong agar membantu warga Bekasu yang terdampak banjir.
“Partisipasi bisa dalam bentuk donasi atau bantuan logistik,” kata Komandan Nasional Blue Helmet Indonesia.
Sulfiadi meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) setempat seharusnya lebih responsif terhadap informasi potensi bencana yang dikeluarkan instansi terkait, atau pihak yang terlibat dalam kajian lingkungan dan kebencanaan.
“Seharusnya untuk daerah yang rentan bencana, kedepan sudah harus matang dalam mitigasi dan kesiapsiagaan,” pungkas Sulfiadi Bermawi.
Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1446 Hijriah kepada seluruh umat Islam.
Ia bersyukur diberikan umur dan kesehatan, sehingga bisa menikmati Ramadhan tahun ini. Dalam Ramadhan 1446 H/2025 ini, Partai Gelora mengusung tema “Ramadhan Bulan Solidaritas Palestina”.
Anis Matta mengajak seluruh umat Islam di tanah air untuk menggelorakan Ramadhan dengan sejumlah amal ibadah, mulai dari memperbanyak bacaan Al Quran, shalat tarawih dan tahajud, sedekah, infak, dan shadaqah.
“Marhaban Ya Ramadhan.. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1446 H. Mari kita Gelorakan Ramadhan 1446 Hijriah,” kata Anis Matta, Sabtu (1/3/2025).
Diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1446 H/2025 jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.
Hal ini menandakan umat muslim di Indonesia telah dapat menunaikan ibadah shalat tarawih mulai Jum’at (27/2/2025) malam dan memulai puasa pada Sabtu (1/3/2025).
“Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan hasil Sidang Isbat di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Jumat (28/2/2025) malam.
Dalam kesempatan ini juga, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Urusan Dunia Islam mengajak umat Islam di bulan yang mulai ini untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.
“Mudah-mudahan bantuan kita menjadi sebab bagi Allah untuk memberikan kemerdekaan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” tegas Anis Matta.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menginisiasi kerja sama dengan puluhan organisasi amal dan kemanusiaan di Indonesia untuk penggalangan dan penyaluran bantuan bagi Palestina, Rabu (26/2/2025). Acara dikemas dalam tajuk “Penandatanganan Dukungan dan Kampanye Bersama Indonesia untuk Palestina: Solidaritas, Aksi Nyata, dan Harapan Baru.”
Wamenlu Anis Matta menyatakan, bahwa upaya penggalangan dana dan penyaluran bantuan untuk Palestina tersebut merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan. “Kedermawanan merupakan salah satu ciri kepemimpinan,” katanya.
Partaigelora.id-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menginisiasi kerja sama dengan puluhan organisasi amal dan kemanusiaan di Indonesia untuk penggalangan dan penyaluran bantuan bagi Palestina, Rabu (26/2/2025). Acara dikemas dalam tajuk “Penandatanganan Dukungan dan Kampanye Bersama Indonesia untuk Palestina: Solidaritas, Aksi Nyata, dan Harapan Baru.”
“Kita semuanya berkumpul untuk memulai satu gerakan solidaritas untuk Palestina. Ini adalah hasil dialog dalam tiga bulan terakhir bersama semua NGO yang hadir di sini dan juga NGO-NGO lain, untuk memulai satu gerakan solidaritas tapi yang terkoordinir secara lebih baik supaya kita bisa menyalurkan bantuan ke Palestina,” tutur Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta, dalam sambutannya.
Anis Matta menyebutkan ada tiga sasaran utama dari inisiatif gerakan ini.
“Yang pertama adalah program itu bersifat strategis. Yang kedua, impactful. Manfaatnya besar bagi saudara-saudara kita di sana. Dan yang ketiga adalah punya sifat simbolik mewakili kehadiran kita sebagai negara muslim terbesar di dunia Islam,” sebut Anis Matta.
Menurut Anis Matta, sifat simbolik dari inisiatif ini penting untuk disebut karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia ada posisi Wakil Menteri Luar Negeri yang menangani urusan dunia Islam.
Posisi Indonesia di dunia dan isu Palestina, lanjut Anis Matta, juga tidak berhenti hanya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Indonesia, sebut dia, juga adalah negara dengan ekonomi terbesar di kalangan dunia Islam.
Saat ini, hanya ada tiga negara dari dunia Islam yang masuk ke kelompok ekonomi G20, yaitu Indonesia, Turki, dan Arab Saudi. Dari tiga negara ini, ekonomi Indonesia merupakan yang terbesar berdasarkan data pendapatan domestik bruto (PDB).
Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (25/2/2025), sebut Anis Matta, juga menyinggung kembali proyeksi para pakar ekonomi dunia bahwa Indonesia akan menjadi ekonomi lima terbesar dunia dalam satu hingga dua dekade ke depan.
“Jadi (Indonesia) hadir sebagai negara dengan populasi (muslim) terbesar dan ekonomi terbesar (di dunia Islam) juga harus diwujudkan dalam angka (yang signifikan) ketika kita memberiekan bantuan kemanusiaan,” ujar Anis Matta.
Dalam sambutannya, Anis Matta mengingatkan kembali sikap Indonesia terkait isu Palestina.
“Kita menyalurkan bantuan kepada Palestina terutama karena kita menyadari betul bahwa ini adalah amanat konstitusi. Ini juga adalah kewajiban agama. Dan ini juga adalah darurat kemanusiaan,” tegas Anis Matta.
Upaya ini pun selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
“Karena dalam tiga konteks tersebut isu Palestina masuk, makanya kita mendengarkan dalam pidato pelantikan Presiden Prabowo isu besar yang beliau ulangi dan menjadi komitmen beliau untuk mendukung Palestina,” sebut Anis Matta.
Wamenlu mengingatkan, komitmen Presiden Prabowo terkait Palestina bukan dimulai baru-baru ini saja. Pada 2014, tutur Anis Matta memberikan contoh, Prabowo bahkan ikut dalam demonstransi mendukung kemerdekaan Palestina di kawasan Bundaran HI.
“Jadi komitmen beliau kepada Palestina ini adalah komitmen yang bukan hanya dalam posisi beliau sebagai kepala negara, tetapi itu komitmen yang sangat personal sekali. Palestina adalah bagian dari hati beliau,” ungkap Anis Matta.
Inisiatif kerja sama penggalangan dan penyaluran bantuan untuk Palestina ini, menurut Anis Matta juga merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan.
“Kita juga ingin memulai gerakan diplomasi kemanusiaan. Saudara semuanya adalah ujung tombak dari diplomasi kemanusiaan Indonesia,” tegas Anis Matta.
Dengan kerja sama ini, lanjut Anis Matta, diharapkan ada koordinasi dalam penggalangan dana untuk mendapatkan angka nominal yang signifikan. Targetnya, sebut Ketua Umum Partai Gelora ini, adalah senilai 200 juta dollar AS, setara lebih dari Rp 3 triliun.
Anis Matta menegaskan pula bahwa inisiasi ini bukan berarti Kemenlu akan mengintervensi keuangan lembaga-lembaga amal dan filantropi yang terlibat.
“Tugas Kemenlu di sini adalah memfasilitasi gerakan ini. Mendorong, memotivasi, menggalang, dan menggunakan semua jalur diplomasi dan politik kita untuk memudahkan proses penyaluran bantuan masyarakat Indonesia ke Palestina,” tegas Anis Matta.
Untuk melancarkan peran dan fungsi Kementerian Luar Negeri terkait bantuan untuk Palestina, setidaknya empat direktur di kementerian ini dilibatkan.
“Dalam proses koordinasi ini di Kemenlu, saya meminta bantuan dari empat direktur di Kemlu. Ada Direktur Timur Tengah, Direktur Kerja Sama Pembangunan Internasional, Direktur HAM, dan (Direktur) dari Kajian Strategis. Jadi empat direktur ini yang membantu dalam proses koordinasi ini,” sebut Anis Matta.
Menyikapi inisiatif ini, Syamsul Ardiansyah dari Dompet Dhuafa menyatakan pentingnya peran diplomasi dan politik dalam pemberian dukungan dan bantuan bagi Palestina.
“Kita sama-sama tahu, solusi politik dan diplomasi yang paling penting. Seluruh upaya kemanusiaan tanpa dibantu diplomasi politik akan sulit. Inisiatif ini akan melibatkan Kemenlu lebih aktif (dalam gerakan solidaritas untuk Palestina),” kata Syamsul di lokasi acara.
Wildhan Dewayana dari Forum Zakat menyebut bahwa inisiasi ini akan menjadi momentum yang membuat aksi solidaritas Palestina menjadi lebih berdampak, menyatukan gerakan dengan perencanaan yang terkonsolidasi.
“Orkestrasi administrasi juga akan lebih mudah, siapa melakukan apa,” sebut Wildhan saat memberikan sambutan di acara peluncuran.
Adapun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan bahwa peluncuran inisiasi ini sudah lama dinanti.
“Ini isu besar untuk bersama-sama. Indonesia memainkan peran penting diplomasi, politik, dan kemanusiaan,” ujar dia.
Sudarnoto meminta peluncuran inisiasi diikuti segera dengan program besar yang mencakup bantuan darurat, rekonstruksi Gaza, serta mitigasi gangguan terhadap gencatan senjata di Palestina termasuk ancaman relokasi warga Gaza.
“Semoga bersama-sama kita bisa melakukan tekanan (untuk mendukung kemerdekaan Palestina),” tegas Sudarnoto.
Sementara itu, Zainulbahar Noor dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebut inisiatif ini luar biasa. Dari semua sasaran dan wujud bantuan untuk Palestina, Zainulbahar menegaskan bahwa yang kemudian harus menjadi hal utama adalah Palestina Merdeka.
Selain kehadiran lembaga-lembaga amal dan filantropi dari Indonesia, acara ini dihadiri pula oleh perwakilan lembaga-lembaga amal dan kemanusiaan untuk Palestina dari Malaysia dan Thailand. Menurut Anis Matta, kehadiran mereka adalah untuk menjalankan aksi solidaritas dalam cakupan kawasan ASEAN.
“(Mereka) menjadi tamu saya yang datang ke sini untuk mengajak berkoordinasi dalam penjaluran bantuan sebagai sesama negara ASEAN untuk Palestina,” sebut Anis Matta.
Salah satu tamu yang dimaksud Anis Matta adalah President Malaysian Humanitarian Aid and Relief, Jismi Johari, dari Malaysia. Ditemui seusai peluncuran, Jismi mengatakan daya tekan dari inisiatif yang digulirkan lintas-negara diyakini akan lebih berdampak.
“Masing-masing negara punya upaya, (termasuk) diplomasi. (Misalnya), Indonesia punya hubungan lebih baik dengan Yordania, Malaysia dengan Mesir. Bisa saling menggenapi. Siniergi ini yang mau dibangun di ASEAN,” tutur Jismi.
Selain itu, kolaborasi antar-lembaga bahkan lintas negara akan memungkinkan penyaluran bantuan yang lebih baik.
“Kita tidak mau overlapping bantuan, termasuk sasaran penyalurannya. Jangan ada daerah (di Palestina) yang menerima banyak bantuan sementara ada yang tidak mendapat bantuan,” ujar dia memberikan contoh.
Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendukung penuh ide koalisi permanen dan pencalonan Presiden Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2029.
“Partai Gelora mendukung ide Pak Prabowo untuk membentuk koalisi permanen. Ini akan memperkuat konsolidasi elite politik di Indonesia dan memperkuat organisasi pemerintahan,” ujar Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, dalam keterangannya, Senin (24/2/2025).
Sebelumnya, komitmen ini juga disinggung Anis Matta di sela acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora periode 2024-2029 di Hotel Grandkemang, Jakarta, Sabtu (22/2/2024).
Terlebih lagi, lanjut Anis Matta, ada banyak agenda-agenda besar strategis di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang harus dieksekusi.
Untuk mengeksekusi agenda tersebut, ujar Anis Matta, dibutuhkan koalisi permanen partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus agar agenda-agenda tersebut berjalan mulus.
“InsyaAllah dengan koalisi permanen ini agenda-agenda strategis Presiden itu bisa kita deliver, bisa kita eksekusi ya,” tegas Anis Matta.
Selain mendukung ide koalisi permanen yang ditawarkan Presiden Prabowo Subianto, Partai Gelora juga mendukung Prabowo Subianto maju lagi di Pilpres 2029.
Anis Matta mengatakan pencalonan Prabowo pada Pilpres 2029 merupakan wujud hasil kesuksesan kepemimpinan pada periode saat ini, yang akan didukung oleh koalisi permanen KIM Plus.
“Kita akan mendukung beliau kembali sebagai calon Presiden 2029 nanti. Tapi beliau sendiri mengatakan, walaupun sudah didukung oleh Gerindra, beliau mengatakan bahwa kita harus sukses dulu. Jadi kita fokus untuk sukses dulu dalam periode ini insyaAllah, dan kita anggap pencalonan beliau nanti merupakan hasil dari sukses kita pada periode pertama mengelola pemerintahan,” tutur Anis Matta.
Terkait pengurus DPP dan DPW Partai Gelora periode 2024-2029 yang dilantik pada Sabtu, Anis Matta meminta mereka segera melakukan konsolidasi struktur dan penyusunan program kerja selama bulan suci Ramadhan.
“Kita ingin menggunakan momentum bulan Ramadhan untuk dua pekerjaan besar. Yang pertama adalah konsolidasi struktur. Bagi yang strukturnya belum lengkap, segera dilengkapi,” katanya.
“Yang kedua, kita manfaatkan bulan Ramadhan untuk penyusunan program kerja,” tambahnya.
Anis Matta selaku Ketua Umum Partai Gelora telah melantik 526 pengurus DPP dan DPW Periode 2024-2025, yang terdiri dari 337 pengurus DPP dan 189 pengurus dari 38 DPW.
Anis mengucapkan selamat kepada pengurus DPP dan DPW Partai Gelora periode 2024-2029 yang telah dilantik. Dia mengatakan para pengurus baru merupakan generasi pemikul beban.
“Saya ingin mengucapkan selamat datang dan selamat menjadi pemikul beban untuk perjuangan kita, karena kita semua yang berkumpul di sini adalah orang-orang yang berjanji, yang bersumpah untuk memikul beban untuk membangun bangsa kita,” ujarnya.
Dia mengatakan Partai Gelora ingin menjadi rumah untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dia mengatakan pengurus DPP dan DPW yang baru sengaja dipilih dari berbagai generasi sebagai representasi masing-masing generasi.
“Bahwa kita tidak hanya mewakili kelompok tertentu, tapi kita mewakili seluruh populasi Indonesia,” kata Anis.
Tak hanya itu, Partai Gelora pun memastikan memiliki perwakilan pengurus dari setiap generasi yang saat ini ada, dari generasi baby boomers sampai Gen Z.
“Kita sengaja membuat di dalam pengurusan DPP ini perwakilan semua generasi itu ada,” imbuhnya.
Dia mengajak para pengurus baru bekerja dengan serius dan tekun dengan harapan melampaui kemampuan. Dia mengatakan Partai Gelora didirikan berdasarkan kesadaran sejarah.
“Supaya kita semuanya bekerja dengan harapan yang jauh lebih besar daripada kemampuan kita, sebab kalau kita tidak punya harapan kita tidak akan kuat menjalani hidup,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Anis Matta juga memimpin pengucapan dan penandatanganan janji jabatan 73 anggota legislatif Partai Gelora periode 2024-2029.
Lebih lanjut, Anis mengatakan Partai Gelora ingin berkontribusi nyata untuk Indonesia. “Dan kita ingin menjalani, hadir untuk memberikan kontribusi dalam tahapan sejarah tersebut,” tegas dia.