Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan bertajuk ‘Langkah Berinvestasi untuk Pemula”’pada Selasa (5/5/2026) malam. Kajian ini disampaika dua pakar dari Koodintaor Bidang (Korbid) Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora Indonesia, Arifin Wicaksono dan Muhammad Zuhrif Hudaya.
Mereja mengupas tuntas mengenai strategi investasi awal yang aman dan tepat sasaran bagi pemula, terutama yang memiliki gaji pas-pasan, tetapi ingin berinvestasi, namun tidak mengetahui langkahnya.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora Arifin Wicaksono menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana agar penghasilan harian maupun bulanan dapat dikonversi menjadi kekayaan jangka panjang melalui skema 10-30-60:
- 10% dialokasikan untuk charity (zakat, infak, dan sedekah).
- 30% disisihkan khusus untuk investasi.
- 60% digunakan untuk konsumsi dan gaya hidup.
“Bekerja akan membuat seseorang tetap berpenghasilan, sedangkan berinvestasi akan membuat seseorang menjadi kaya. Tanpa investasi yang terencana, sulit untuk menumbuhkan kekayaan di masa mendatang,” ujar Arifin
Namun, guna menghindari jebakan investasi bodong maupun fenomena FOMO (Fear of Missing Out), Arifin mengimbau pemula untuk selalu mempertimbangkan tiga pilar investasi.
Yakni profil Risiko, dimana pebisnis pemula diminta untuk pahami potensi risiko kegagalan dari instrumen yang dipilih.
Lalu, reward (Imbal Hasil), pastikan tingkat imbal hasil sebanding dengan risikonya (high risk, high return).
“Kemudian pilar selanjutnya adalah likuiditas, dimana ketahui seberapa cepat dan mudah aset tersebut dapat dicairkan (exit plan),” katanya
Dalam kajian ini, instrumen investasi dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu sektor Bisnis Real, Pasar Modal dan Keuangan (saham, reksa dana, obligasi, deposito), Komoditas (emas/logam mulia), serta Aset Berharga (properti dan barang koleksi).
Untuk pemula, Partai Gelora menyarankan langkah awal dengan memprioritaskan aset berlikuiditas tinggi dan melakukan diversifikasi.
Sebagai gambaran, jika seorang pemula mengalokasikan dana investasi Rp3 juta per bulan dengan membaginya ke dalam dua instrumen aman:
Baca juga:
- 60% (Rp1,8 juta) pada emas batangan (asumsi imbal hasil histori 9% per tahun).
- 40% (Rp1,2 juta) pada saham blue chip perbankan (asumsi rata-rata imbal hasil capital gain dan dividen 12% per tahun).
Dengan konsistensi serta memanfaatkan efek compounding (bunga-bergulung), akumulasi portofolio tersebut diproyeksikan tumbuh menjadi:
- Tahun ke-1: ~Rp37,7 juta
- Tahun ke-5: ~Rp233,8 juta
- Tahun ke-10: ~Rp600 juta lebih
Sementara Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora Muhammad Zuhrif Hudaya menegaskan bahwa kunci keberhasilan investasi pemula terletak pada konsistensi dan disiplin execution.
“Poin utamanya bukan seberapa besar modal awal kita, melainkan konsistensi mengalokasikan dana secara terus-menerus dan tidak ditarik untuk kebutuhan belanja konsumtif,” kata Zuhrif.
Edukasi Investasi untuk Kader
Dalam kesempatan ini, Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora akan mengatakan, DPP Partai Gelora akan menyiapkan program edukasi literasi keuangan dan investasi untuk pra kader. Program edukasi diberikan berjenjang , dibagi ke dalam dua horizon waktu.
Yakni jangka pendek (5 tahun) dengan pendampingan pengelolaan keuangan pribadi agar kader memiliki imunitas finansial serta kesiapan modal secara mandiri.
Selanjutnya jangka Panjang (10 tahun ke atas) dengan pembentukan portofolio aset berkelanjutan melalui kombinasi logam mulia, saham blue chip, dan penguatan bisnis riil.
“Semangat yang kami usung adalah ‘Kaya Bersama Gelora’. Kami fokus memberikan literasi finansial terlebih dahulu, bukan mengumpulkan modal atau memobilisasi dana secara serampangan,” kata Zuhrif.
Partai Gelora juga berencana membuka kelas khusus secara offline untuk mendalami analisis laporan keuangan hingga mindset investasi bagi para kader.
Wakil Ketua Korbid Ekonomi danBisnis DPP Partai Gelora Arifin Wicaksono menambahkan, Partai Gelora akan memberikan panduan mengidentifikasi investasi bodong sekaligus strategi finansial jangka panjang bagi seluruh kader dan simpatisan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh oleh skema investasi di bisnis riil yang menawarkan keuntungan pasti secara berkala.
“Investasi di bisnis riil tidak pernah memberikan imbal hasil yang tetap karena dinamika usaha selalu berubah. Jika berinvestasi pada perusahaan tertutup, legalitas kepemilikan modal wajib tercatat secara sah di dalam akta perubahan. Tanpa pencatatan tersebut, skema yang ditawarkan berisiko menjadi transaksi utang piutang biasa atau bahkan investasi bodong,” ujar Arifin.
Arifin juga menegaskan pentingnya mendefinisikan tiga peran finansial agar masyarakat tidak salah langkah seperti investor, trader dan rentenir dengan mengerti betul artinya masing-masing investasi tersebut.
Pengertian ivestor adalah menanamkan modal jangka panjang untuk mendapatkan pembagian dividen dan pertumbuhan capital gain berdasarkan kinerja riil perusahaan.
Sedangkan trader adalah melakukan aktivitas jual-beli aset (seperti saham atau komoditas) secara aktif guna meraih keuntungan dari selisih harga harian.
Sementara rentenir adalah mmberikan pinjaman dana dengan syarat pengembalian bunga tetap dalam jangka waktu tertentu.
Karena itu Arifin menyarankan para calon investor untuk memfokuskan perhatian pada analisis fundamental laporan keuangan emiten, terutama pemikihan saham yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI),
“Perhatikan rasio utang (Debt to Equity Ratio), pertumbuhan omzet, serta riwayat pembagian dividen selama 5 hingga 10 tahun terakhir. Pilih saham yang membagikan dividen secara konsisten di atas rata-rata suku bunga deposito,” pungkasnya.

No comments