Partai Gelora Siap Cetak Pengusaha Baru Lewat Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong mendorong lahirnya para wirausahawan baru sekaligus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora Muhammad Zuhrif Hudaya dan Wakil Ketua Korbid Arifin Wicaksono dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan bertajuk ‘Start Your Business: Langkah Awal Menjadi Pengusaha Sukses’ pada Selasa (13/10/2026) malam.

Dalam pemaparannya, Zuhrif Hudaya menegaskan bahwa program pengembangan ekonomi ini dirancang untuk menyasar dua kelompok sasaran utama, baik dari kalangan kader, pengurus, maupun masyarakat umum.

“Pertama, kita menyasar individu yang belum memiliki bisnis agar mereka tahu bagaimana langkah awal memulainya. Kedua, bagi mereka yang bisnisnya sudah berjalan—sekecil apa pun itu,” kata Zuhrif dalam keterangannya, Kamis  (15/10/2026).

Menurut dia, bisnis yang sudah berjalan akan diarahkan dan dilakukan pendampingan agar usahanya tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga melesat, tumbuh, kuat, dan memiliki dampak jangka panjang.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan untuk mendorong lahirnya wirausahawan baru, Partai Gelora meluncurkan program ‘Nusantara Bisnis Academy’.

“Program ini disiapkan sebagai wadah pembinaan, ekosistem pembelajaran, serta jejaring komunitas bagi para pebisnis di seluruh Indonesia,” katanya.

Wakorbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Arifin Wicaksono, menambahkan pentingnya penguatan kompetensi fundamental dalam mengelola sebuah bisnis.

Menurutnya, potensi kesuksesan berbisnis di Indonesia sangat terbuka lebar seiring semakin mudahnya perizinan usaha dan besarnya peluang pasar.

“Memulai bisnis memang butuh keberanian, tetapi keberanian saja tidak cukup tanpa didasari konsep dan ilmu pengetahuan yang memadai. Sering kali pengusaha terjebak pada keahlian teknis semata—seperti hanya jago jualan atau jago produksi—tetapi lemah dalam tata kelola keuangan dan organisasi,” terang Arifin.

Baca juga:

Nusaantara Bisnis Academy, kata dia,  hadir untuk melengkapi para pelaku usaha dengan ilmu fundamental bisnis, mulai dari penguatan riset pasar (market), pengembangan produk, manajemen keuangan, hingga tata kelola sumber daya manusia (SDM) agar siap melakukan peningkatan skala usaha (scale up).

Program ini mendapatkan antusiasme peserta dari berbagai daerah yang menyampaikan studi kasus dan peluang bisnis di wilayah masing-masing.

Muhammad Zafar Henan dari DPW Partai Gelora Maluku, misalnya, mengangkat potensi bisnis perantara logistik BBM untuk transportasi antarpulau di Ambon, serta peluang pengembangan lahan seluas 1,5 hektar untuk proyek rumah subsidi.

Sementara itu, Khairul Baki dari DPD Jayapura, Khairul Baki mengatakan, bahwa berbisnis di Indonesia merupakan sebuah keputusan ‘nekat’ dan butuh keberanian tersendiri.

Pasalnya, akan membutuhkanan cost atau biaya yang tinggi, dimana wilayah Indonesia berpulau-pulau terutama di Papua. hingga membuat rantai distribusinya menjadi panjang dan tidak mudah.

Selain itu, birokrasi perizinan yang rumit, pajak tinggi, belum lagi biaya tak terduga atau ‘pungutan liar’ yang kerap dikeluarkan menimbulkan ekonomi biaya tinggi,  membuat pengusaha-pengusaha lokal harus berpikir dua kali.

Sebab, modal yang mereka miliki kecil, sehingga kalah bersaing dengan pengusaha bermodal besar, terutama asing, sehingga menurunkan mereka orientasi untuk berbisnis. Bagi daerah ini merupakan masalah serius.

“Makanya pengusaha-pengusaha di Indonesia ini kan cuma berapa juta saja dari apa namanya jumlah total keseluruhan penduduk Indonesia. Maka berbinis itu, sebuah keputusan dan keberanian. Rumit birokrasinya, susah untuk ekspansi  dan tinggi pajaknya. Ini menurunkan oientasi orang mau berbisnis,” kata  Khairul Biki.  

Menanggapi hal ini, Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora  Zuhrif Hudaya mengatakan, bahwa pihaknya akan terus memberikan pengetahuan mengenai kompetensi bisnis dan fundamental usaha, termasuk juga memberikan materi-materi pelatihan investasi.

“Jika sebelumnya kita belajar bagaimana investor harus memiliki kompetensi, kini saatnya para pelaku bisnis (entrepreneur) juga ditempa agar memiliki kompetensi yang sepadan. Apabila dua hal ini dipadukan dan saling berkolaborasi, insyaallah bisnis yang kita bangun bersama akan mampu menggerakkan roda perekonomian bangsa,” tegas Zuhrif

Wakorbid Bisnis dan Ekonomi Arifin Wicaksono mengungkapkan, Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora sudah membuat kurikulum ‘Nusantara Bisnis Academy’ dan akan membawanya ke dalam format pelatihan tatap muka (offline) di berbagai wilayah.

Ia juga menyampaikan bahwa pendampingan teknis dan penyusunan strategi bisnis akan jauh lebih presisi dan efektif apabila dilakukan melalui interaksi langsung serta konsultasi mendalam (assessment).

“Banyak pertanyaan dan kasus menarik dari daerah yang memerlukan analisis data serta strategi yang presisi. Melalui program Nusantara Bisnis Academy, kelak kita bisa bertemu langsung secara offline untuk membedah fundamental bisnis, mulai dari riset pasar, tata kelola keuangan, hingga pengembangan organisasi,” ujar Arifin.

Partai Gelora berharap inisiatif berkelanjutan ini tidak hanya mencetak pengusaha-pengusaha baru yang tangguh, tetapi juga membangun ekosistem saling bantu antar-pebisnis di seluruh wilayah Indonesia demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X