Category: Gelora Terkini

Presiden akan Bentuk Lembaga Percepatan Pembangunan Perumahan

Partaigelora.id-Presiden Prabowo Subianto menerima secara khusus Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Pertemuan tersebut dilakukan sebelum. rapat abinet terbatas membahas laporan perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah menjelang akhir tahun 2025, antara lain soal perumahan.

Presiden Prabowo Subianto ingin percepatan program pembangunan perumahan yang menjadi salah satu janji kampanyenya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan badan atau lembaga khusus yang akan menangani seluruh urusan pembangunan perumahan.

Rencana itu disampaikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Ada beberapa kali beliau (Presiden Prabowo Subianto) menitipkan pesan untuk mencari mekanisme percepatan pembangunan perumahan, yang saya laporkan karena ada mandat dari beberapa undang-undang untuk pembentukan lembaga untuk percepatan pembangunan perumahan,” ujar Fahri di Istana Kepresidenan, Selasa (30/12/2025).

Fahri menjelaskan, lembaga atau badan baru tersebut nantinya akan berperan strategis dalam mempercepat pembangunan perumahan, khususnya program hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Seluruh proses, mulai dari pengadaan lahan hingga pembiayaan, akan berada di bawah satu atap.

“Yang intinya adalah memang harus ada lembaga nanti yang mengambil alih persoalan tanah/pengadaan lahan, kemudian mengambil alih persoalan perizinan, juga mengambil alih persoalan pembiayaan dan juga penghunian, serta manajemen daripada hunian yang berbasis kepada hunian sosial. Karena beliau (Presiden Prabowo Subianto) membayangkan harus ada akselerasi besar-besaran,” terangnya.

Selama ini, kata Fahri, urusan pembangunan perumahan masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Kondisi tersebut dinilai kerap memperlambat proses pembangunan.

Dengan penggabungan kewenangan dalam satu lembaga, percepatan pembangunan perumahan diyakini bisa lebih optimal.

“Harus ada lembaga yang mengkonsolidasi semua jenis keperluan untuk percepatan pembangunan perumahan,” tambahnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Fahri mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB dan Kementerian Sekretariat Negara.

Pemerintah menargetkan aturan pembentukan lembaga tersebut bisa disahkan pada awal 2026.

Dalam kesempatan ini, Fahri juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan terkait percepatan program renovasi rumah yang telah dialokasikan dalam APBN 2026.

Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme akselerasi, termasuk regulasi setingkat Perpres atau Peraturan Pemerintah (PP), guna mengatasi tantangan keterbatasan lahan dan tata ruang, khususnya di wilayah perkotaan.

Dorong Trias Politica Efektif, Fahri Hamzah: Partai Gelora akan Perbaiki Sistem Demokrasi Indonesia

Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, Partai Gelora akan mendorong penguatan Sistem ‘Trias Politica’ dalam tradisi demokrasi di Indonesia.

Dimana tiga cabang kekuasaan yang ada, eksekutif, legislatif dan yudikatif dapat berjalan efektif, sejalan dan seiring.

Sehingga ketiganya akan sama-sama kuat, karena saling mengawasi dan saling mengontrol atau ada check and balance.

“Trias Politica mendorong supaya kita bisa memandang berbagai persoalan secara utuh, bukan parsial agar kita tidak mengalami keterjebakan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Fahri Hamzah.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan dengan tema ‘Wawasan Kebangsaan’ Seri ke-12 yang diselengarakan DPP Partai Gelora di Jakarta, Jumat (26/12/2025) malam.

“Saya ingin mengambil contoh dari cara kita melihat presiden dari waktu ke waktu. Di negara kita, sering ujung-ujungnya menyalahkan presiden dari zaman Orde Lama, Orde Baru, Era Reformasi hingga kini,” ujarnya.

Ketika Orde Lama, kata Fahri, semua orang mendewa-dewakan mantan Presiden Soekarno. Namun, saat Bung Karno tidak lagi menjabat, dicaci maki, bahkan ada upaya untuk menghilangkan jejak dalam sejarah.

Demikian juga saat mantan Presiden Soeharto menjabat sebagai penguasa Orde Baru selama 32 tahun.

Ia menilai Soeharto juga didewa-dewalan dan disanjung luar biasa dengan diberikan berbagai gelar.

“Tapi begitu Presiden Soeharto berhenti, lalu kita memaki-makinya seolah-olah tidak ada
harganya dan tidak pernah ada jasanya,” katanya.

Namun, semua pihak pada akhirnya patut bersyukur, karena Presiden Prabowo Subianto telah memberikan gelar Pahlawan kepada Soeharto pada HUT RI ke-80 pada Agustus 2025 lalu.

Situasi ini juga terjadi pada presiden setelah seperti mantan Presiden BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

“Terutama yang memimpin agak lama. Waktu itu pernah Pak SBY diganggu. Sekarang kita masih menyaksikan
bagaimana Pak Jokowi diganggu luar biasa,” ungkapnya.

Padahal waktu Jokowi berkuasa, kata Fahri,
dielu-elukan luar biasa, seolah-olah tidak ada orang yang lebih baik daripada Presiden RI ke-7 itu.

“Saya sendiri pernah mengalami, karena mengkritik Pak Jokowi. Sebagai anggota dewan, saya sempat didemonstrasi sama orang, bahkan diacung-acungkan pedang di suatu tempat, karena dianggap mengkritik Pak Jokowi,” kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Sebab, tindakannya saat mengkritik Jokowi ketika itu, dianggap membenci seorang pemimpin, padahal dirinya hanya menjalankan fungsi sebagai anggota legislatif.

“Kemudian begitu Pak Jokowi berhenti, tiba-tiba semua orang menyerang Pak Jokowi seolah-olah tidak ada jasanya. Padahal beliau memiliki jasa juga bagi kemajuan dan pertumbuhan bangsa kita, terlepas dari kekurangan-kekurangannya,” kata Fahri.

Kejadian ini, menurut dia, akan terus berulang apabila kita masih mengkultuskan atau melebih-lebihkan pemimpin yang akan datang.

“Tapi kemudian pada saat yang bersamaan kita bisa bersikap sadis, setelah pemimpin itu berhenti, kita akan membencinya. Gejala ini, saya anggap sebagai salah satu yang disebabkan oleh kelemahan kita dalam memandang negara sebagai sebuah sistem,” ujarnya.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI ini, berpandangan bahwa dalam negara itu, memiliki banyak komponen, antara lain komponen rakyat.

“Rakyat itu komponen yang harus terus menerus mendidik diri supaya tidak salah pilih. Karena begitu salah pilih, yang menyesal dan marah kita juga,” katanya.

Karena itu, semua pihak perlu memantau dan membaca siapa yang akan memimpin secara lebih baik, termasuk menawarkan perbaikan sistem berbangsa dan bernegara.

“Jelas dalam hal ini, Partai Gelora adalah partai yang ingin mengajak semua untuk memperbaiki sistem, termasuk yang dianggap harus kita evaluasi, ” katanya.

Partai Gelora akan membuka pintu dialog untuk berdiskusi penyempurnaan sistem politik atau mekanisne penyelenggara an pemilu misalnya, atau sistem ketatanegaraan dan lain-lainnya.

“Bahkan menurut saya diskusi tentang amandemen kelima untuk menyempurnakan konstitusi juga tetap harus kita buka,” katanya.

Karena dalam 30 tahun terakhir setelah amandemen I-IV, terdapat banyak masalah yang harus segera dicarikan solusi melalui perbaikan konstitusi lagi.

“Diharapkan nanti kita akan menemukan satu sistem yang lebih ideal dan lebih solid. Sebab sebuah sistem terutama konstitusi dan undang-undang itu adalah karya manusia. Dia terbuka untuk didiskusikan, serta dibahas perbaikan dan penyempurnaannya ke depan,” pungkas Fahri.

Fordika dan Share Edu Indonesia Salurkan Donasi untuk Bencana Sumatera

Partaigelora.id- Fordika melalui platform dedikasikemanusiaan.org bekerjasama dengan Share Edsia melakukan penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera sejak awal bulan Desember (10/12/2025).

Penggalangan donasi ini berhasil menghimpun donasi sekitar 290 jutaan sampai Kamis siang (25/12/2025).

Tahap pertama penyaluran donasi sudah disalurkan ke tiga provinsi terdampak yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Tahap pertama sesuai dengan rekomendasi para relawan di lokasi bencana disalurkan paket sembako dan makanan instan.

Total donasi sudah tersalurkan ke 1.000 penerima manfaat mencakup 3 provinsi tersebut.

Penyaluran donasi tahap kedua rencananya sebagian masih dalam bentuk paket sembako dan makanan siap saji, ditambah dengan paket belajar, sarung, selimut dan juga unit internet satelit Starlink.

Relawan masih terus di lapangan untuk membantu warga terdampak dan menyalurkan bantuan.

Para relawan juga senantiasa berkoordinasi dengan aparat setempat agar bisa berkolaborasi dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.

Novis Sugiawan, Manajer Fund Raising dedikasikemanusiaan.org menyampaikan bahwa penggalangan donasi masih terus dilakukan dan berharap donasi masih terus mengalir untuk korban bencana Sumatera.

“Warga terdampak masih butuh bantuan, terutama di Aceh, kami berharap donasi dari masyarakat Indonesia jangan berhenti”, jelas Novis.

Agus Setiawan, Koordinator Relawan Fordika untuk bencana di Sumatera yang membawa paket bantuan salah satunya berupa unit internet satelit starlink dari Share Edu Indonesia sudah sampai di Bireun, Aceh.

Salah satu problem utama di lokasi bencana adalah terhentinya akses komunikasi, sehingga menghambat koordinasi antar pihak dalam menyalurkan bencana.

“Kami berharap bantuan berupa unit internet satelit Starlink bisa membuka kembali akses komunikasi agar memudahkan koordinasi antar pihak dalam penyaluran bantuan.

Share Edu Indonesia adalah lembaga nirlaba yang menjadi wadah lembaga-lembaga pendidikan terutama sekolah-sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Penghimpunan donasi yang dilakukan oleh Share Edu Indonesia adalah bentuk partisipasi dan kontribusi dunia pendidikan untuk meringankan beban warga terdampak.

Terutama siswa-siswi yang terdampak karena sekolahnya hancur dan perlengkapan sekolah mereka hilang dan hanyut dibawa banjir.

Jadi Penentu Masa Depan, Mahfuz Sidik: Anak Muda Perlu Dapat Pemahaman Geopolitik Sejak Dini

Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, upaya memahami isu geopolitik tak perlu diperhadapkan dengan masalah keseharian yang masih bertumpuk.

“Justru, pemahaman geopolitik ini yang akan membuat kita mengerti tentang cara dunia bekerja dan menentukan arah kehidupan kita ke depan,” kata Mahfuz Sidik seusai Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Memahami Model Hubungan dan Dinamika Politik Global’ di Jakarta, Jumat (19/11/2025) malam.

Karena itu, kata Mahfuz, berkaca dari negara maju, maka pemahaman geopolitik ini, telah menyasar anak-anak muda sejak dini.

Menurut dia, kemajuan negaranya dibangun dengan seawal mungkin menanamkan cita-cita besar bangsa dan negaranya ke anak-anak ini.

“Membangun kesadaran kolektif, meletakkan cita-cita besar di depan, di awal, dan itu ditanamkan betul, diyakinkan betul ke generasi muda, bahwa itulah perjalanan ke depan mereka yang harus mereka tuju secara kolektif,” ungkapnya.

Mahfuz menyebut, inilah alasan Partai Gelora Indonesia terus mendorong dan menyuarakan pentingnya pemahaman isu geopolitik.

Bahkan setiap Jumat malam, Partai Gelora menggelar Kajian Pengembangan Wawasan dengan tema Geopolitik menjadi salah satu topik bahasan rutin.

“Sebab, dunia terus berubah cepat! Hubungan antarnegara, persaingan geopolitik, dan dinamika global kini semakin kompleks,” ujar Sekjen Partai Gelora ini.

Sehingga Indonesia diharapkan bisa memosisikan diri di tengah perubahan ini, dengan mengetahui apa saja model hubungan internasional yang perlu dipahami oleh generasi masa kini.

“Kita perlu mengupas tuntas strategi, dinamika, dan arah baru politik global dari perspektif kebangsaan dan peradaban. Sehingga kita memiliki wawasan baru, analisis tajam, dan perspektif segar tentang politik global yang relevan bagi masa depan Indonesia,” kata Ketua Komisi I DPR 2005-2010 ini.

Mahfuz menambahkan, dengan menanamkan kesadaran kolektif tentang penahaman isu geopolitik kepada generasi muda, maka diharapkan mereka dapat mengetahui perjalanan kehidupannya di masa akan datang.

“Ketika bangsa Indonesia sekarang ini sedang mengalami bonus demografi, mendominasi kehidupan keseharian kita. Merekalah yang akan menentukan nasib dan kualitas hidup kita baik sebagai individu, keluarga dan bangsa,” katanya.

Bonus demografi, lanjut Mahfuz, dapat memberikan harapan sekaligus peluang kepada satu bangsa atau negara untuk maju.

“Itulah sebabnya kami di Partai Gelora terus mengajak semuanya berbicara berdiskusi tentang tema geopolitik. Kita ingin membawa generasi muda kepada masa depan yang lebih besar. Sebab, generasi muda menjadi penentu masa depan kita sebagai bangsa dan negara,” pungkas Mahfuz.

Anis Matta: Tujuan Politik Partai Gelora Ciptakan Kemakmuran Bersama

Partagelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, salah satu tujuan besar politik Partai Gelora adalah menciptakan kemakmuran bersama.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam arahannya saat Rapat Koordinasi (Rakornas) ke-3 DPP dan DPW dengan tema ‘Aktivasi Organisasi Menuju Pemilu 2029’ digelar secara daring, Kamis (18/12/2025) sore.

Rakornas tersebut, selain dihadiri Anis Matta, juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua DPP Koordinator Bidang Pemenangan Teritorial Akhmad Faradis, fungsionaris DPP dan 38 DPW Partai Gelora.

“Jalan menuju kemakmuran itu adalah membangun masyarakat wirausaha yang kuat,” kata Anis Matta.

Menurut Anis Matta, Rasulullah SAW (Nabi Muhammad) telah mengajarkan kepada umat Islam, bahwa perdagangan atau perniagaan merupakan jalan menuju kemakmuran.

“Yaitu membangun masyarakat pengusaha yang masif. Kita akan berjuang menciptakan dan membangkitkan pengusaha-pengusaha baru melalui sumber daya dan usaha kita,” katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini menegaskan, bahwa menciptakan pengusaha-pengusaha baru adalah bagian dari upaya Partai Gelora menjadikan ekonomi Indonesia 5 besar dunia.

“Partai Gelora tidak ingin miskin raya di tengah negara kaya. Kita akan menciptakan Indonesia yang makmur, ekonominya 5 besar dunia,” katanya.

Anis Matta mengatakan, untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru tersebut, Partai Gelora akan memberikan materi pengembangan Wawasan Kewirausahaan mulai Januari 2026.

Materi Wawasan Kewirausahaan akan diberikan oleh Zuhrif Budaya, Ketua DPP Koordinasi Bidang Ekonomi & Bisnis Partai Gelora.Zuhrif Hudaya merupakan seorang entrepreneur muda asal Yogyakarta, Owner Poestaka Rembug Kopi.

“Jadi nanti soal materi pengembangan Wawasan Kewirausahaan nanti akan dibawakan Pak Zuhrif dari Yogyakarta,” katanya.

Rencananya, materi tersebut akan diberikan kepada fungsionaris Partai Gelora di DPP, DPW dan DPD setiap hari Selasa.

Selain materi Wawasan Kewirausahaan, pada Januari 2026 setiap hari Selasa, para fungsionaris Partai Gelora juga akan mendapatkan dua materi lain.

Yakni materi tentang pengembangan Wawasan Kepribadian dan Wawasan Spiritual.

Materi Wawasan Kepribadian akan dibawakan oleh Coach Gunawan, Ketua Badan Pendidikan & Pelatihan Kader Partai Gelora.

Sedangkan materi Wawasan Spiritual akan disimpaikan Ketua Pelaksana Harian DPP Partai Gelora Rofi’ Munawar.

Tiga materi tersebut, kata Anis Matta untuk melengkapi materi pengembangan wawasan yang sudah berjalan selama 4 bulan ini, yang digelar setiap Jumat.

Antara lain materi pengembangan Wawasan Keislaman, Wawasan Geopolotik dan Wawasan Kebangsaan.

Materi Wawasan Keislaman disampaikan KH Ahmad Mudzoffar, Ketua Pusat Kajian Strategis DPP Partai Gelora, dan Wawasan Geopolitik dibawakan Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik.

Sementara materi Wawasan Kebangsaan disampaikan Wakil Ketua Umum sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.

“Program pengembangan wawasan ini bagian dari aktivasi kognitif menuju Pemilu 2029. Maksudnya, kita mulai dari aktivasi pikiran dan pengetahuan kita terlebih dahulu,” kata Ketua Umum Partai Gelora ini.

Selain program pengembangan wawasan, dalam rangka peningkatan kapasitas pengetahuan aktivasi kognitif para fungsionaris, juga diberikan program Ideologisasi.

“Program Ideologisasi adalah kerangka pemikiran yang bersifat sistemik yang akan kita pakai sebagai instrumen dalam mengelola negara, manakala suatu waktu kita diberi kesempatan untuk memimpin negara,” pungkasnya.

KH Mudzoffar: Islam Moderat, itu Islam yang Toleran dan Inklusif, bukan Islam yang Melampaui Batas

Partaigelora.id-Ketua Pusat Kajian Strategis DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia KH Ahmad Mudzoffar, Lc, MA mengatakan, bahwa Ahlussunah Wal Jama’ah adalah Islam yang toleran dan moderat, bukan Islam kanan atau Islam ekstremis. 

“Para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah mengatakan, Islam yang kita pahami itu adalah Islam yang toleran, Islam yang moderat,” kata KH Ahmad Mudzoffar.

Hal itu ia sampaikan dalam Kajian Pengembangan dengan tema ‘”Islam yang Kita Pahami – Bagian 4: Islam Moderat’, Jumat (12/12/2025) malam. 

Dalam kajian yang disiarkan langsung dari studio DPW Partai Gelora Jawa Timur, KH Mudzoffar menjelaskan, Islam moderat merupakan lanjutan dari tiga tema sebelumnya.

“Islam moderat ini sebenarnya sudah kita bahas pada bagian pertama, bahwa Islam yang kita pahami dan kita anut adalah Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadist. 

Menurut dia, Islam moderat dari generasi ke generasi adalah Islam yang diajarkan Rasullah Nabi Muhammad SAW.

“Jadi dari ulama terdahulu generasi pertama hingga ada madzab-madzab, dari sahabat-sahabat hingga ulama sekarang tidak pertentangan soal Islam yang kita pahami,” ujarnya.

Yakni Islam berdasarkan Al Qur’an dan Hadist atau Ahlussunnah Wal Jamaah. 

“Jadi Islam yang kita pahami itu adalah Islam yang toleran, Islam yang moderat dan Islam yang yang apa yang inklusif,” katanya.

KH Mudzoffar menilai Islam moderat merupakan satu kesatuan pemahaman dengan Islam toleran dan Islam inklusif. 

“Dalam bingkai kerangka umum, pemahaman Islam moderat adalah moderat terhadap ekstrimis kanan atau Islam yang tidak melampaui batas,” pungkasnya.

Konsolidasi di Kalsel, Anis Matta Optimistis Dapat Energi yang Lebih Besar untuk Menangkan Pemilu 2029

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar Konsolidasi se-Kalimantan usai aksi tanam pohon di Amanah Borneo Park, Banjarbaru Kamis (11/12/2025), dalam rangka merayakan HUT ke-6 di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Konsolidasi dengan tema ‘Gelora Merawat Banua untuk Insonesia’
dihadiri Ketua Umum Partai Gelora sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta. Acara konsolidasi dipandu Ketua DPW Partai Gelora Kalsel Wahyudi.

Dalam arahannya, Anis Matta mengatakan, bahwa Partai Gelora adalah partai politik yang lahir dari kesadaran dan pemahaman mendalam tentang geopolitik, sebagaimana tertuang dalam Manifesto Politik Partai Gelora.

“Mengapa kita memilih momen pendirian partai saat krisis, karena kita menemukan alasan yang sangat kuat, bahwa Partai Gelora ini masa depan kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Anis Matta.

Partai Gelora, kata Anis Matta, sejak awal sudah memprediksi bahwa dunia akan mengalami berbagai goncangan yang satu persatu mulai terbukti kebenarannya.

“Selesai Covid-19, terjadilah perang Rusia-Ukrani. Belum mereka ada perang Palestina-Israel, serta ketegangan di Timur Tengah,” ujarnya.

Artinya, dunia saat ini sedang menghadapi kekacauan, sehingga diperlukan analisis geopolitik dalam pendirian partai politik masa depan.

“Tidak ada gunanya kita mendirikan partai politik, lalu kita menang. Tapi ketika lalu waktu kita memimpin tidak ada perbedaan dengan partai-partai yang memimpin sebelum kita, percuma saja,” katanya.

Hal inilah yang menjadi alasan Anis Matta meninggalkan partai sebelumnya, padahal ketika itu dia berhasil membesarkan partai tersebut, dari nol koma menjadi empat besar nasional.

“Setelah itu, saya sadar. Bahwa saya membutuhkan narasi yang jauh lebih besar daripada yang saya punya sebelumnya. Sekarang saya mengerti narasi paling besar yang kita perlukan adalah narasi pengetahuan tentang peta dunia dan peta geopolitik,” jelasnya.

Pengetahuan geopolitik sekarang, menurutnya, akan menjadi pertimbangan dalam bisnis dan investasi, maupun politik

“Oleh karena itu, jika kita tidak mempunyai kesadaran dan pengetahuan yang mendalam tentang isu ini, maka kita akan mengulangi satu kesalahan yang dilakukan oleh semua partai politik dalam demokrasi kita,” katanya.

Yakni dengan janji-janji muluk, dan ketika janji tersebut tidak dapat dipenuhi, kemudian meminta maaf kepada rakyat dan membuat janji baru agar dipilih lagi.

“Seandainya saya berpikir untuk kepentingan pribadi, saya tidak mendirikan partai politik seperti sekarang ini.Saya berjuang untuk sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu memberikan manfaat kepada sebagian besar orang,’ tegas Anis Matta.

Manfaat tersebut, tertuang dalam pendirian partai atau Manifesto Politik Partai Gelora.

“Pendirian partai ini adalah karena ada krisis besar yang akan datang. Dan itu sudah terjadi sepanjang tahun dan tahun-tahun akan datang. Dan kita telah mulai takdir kita,” ungkap Anis Matta.

Pada Pemilu 2024 lalu, Partai Gelora baru mendapatkan 75 kursi di DPRD, dan dua wakil menteri di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Menurut saya perjalanan ini baru permulaannya, sekali lagi ini baru permulaannya. Insya Allah kita akan menemukan energi yang lebih besar untuk memenangkan Pemilu 2029,” tandasnya.

Karena itu, di tengah upaya menghadapi ancaman krisis besar yang semakin kompleks menjelang Pemilu 2029, maka setiap kader dan fungsionaris Partai Gelora di DPP, DPW dan DPD akan diberikan pelatihan Ideologisasi

“Dalam Program Ideologisasi, teman-temam DPW dan DPD mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam tentang masalah ini (geopolitik),” katanya.

Dalam masa-masa mendatang, lanjut Anis Matta, semua negara di dunia akan terlibat perang atau terjadi revolusi sosial di negaranya, tanpa terkecuali.

“Semua negara telah menambah anggaran pertahanannyaa, ternasuk Indonesia. Kalau negara itu tidak perang, maka akan menghadapi pergolakan revolusi sosial,” pungkasnya.

Dukung Pelestarian Lingkungan, Anis Matta Tanam Pohon di Amanah Borneo Park

Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta melakukan penanaman pohon di kawasan Amanah Borneo Park, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-6 Partai Gelora dengan tema ‘Gelora Merawat Banua’ untuk Indonesia’ digelar di Gedung Serbaguna Ukhuwah, Banjarmasin, Rabu (10/12/2025) malam.

Kegiatan tersebut, sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Anis Matta mengatakan, kegiatan penanaman pohon ini bagian dari utang partai, yang berjanji menanam 10 juta pohon sejak 2021 lalu.

“Ini adalah utang janji dari Partai Gelora yang sudah kita canangkan sejak Pemilu lalu, untuk menanam 10 juta pohon. Karena itu belum tuntas, maka kita sepakat menuntaskannya, ” ujar Anis Matta.

“Semoga hutang ini bisa selesai, dan Partai Gelora bisa berkontribusi menanam 10 juta pohon se Indonesia,” imbuh Anis Matta, didampingi Ketua Badan Teritorial Kalimantan, Riswandi.

Ditambahkan, penanaman pohon ini juga akan terus menerus dilakukan di seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.

Anis Matta menambahkan, tanam pohon ini sebagai upaya partai mempertahankan bumi tetap sehat, sehingga kita juga sehat.

“Kalau bumi sakit, maka kita juga yang menjadi korban bencana,” ujarnya.

https://www.youtube.com/live/QnB6Mv0IeOI?si=qHY0XKhoVfuKv0ZB

Diakui, kegiatan penanaman pohon ini memang tidak menyelesaikan masalah lingkungan, namun sedikit membantu mengurangi terjadinya bencana.

“Mudah-mudahan, Insya Allah, kita melakukan hal yang sama di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Kalsel, Wahyudi mengatakan, penanaman pohon ini dilakukan partai secara bertahap dan pada peringatan HUT ke-6 dilakukan penanaman sebanyak 100 bibit pohon.

“Sebelumnya, Partai juga pernah melakukan penanaman pohon di kawasan Amanah Borneo Park,” kata Wahyudi.

Rencananya penanaman pohon akan dilanjutkan ke daerah lainnya, seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ataupun wilayah lainnya yang memerlukan.

“Ini komitmen Partai Gelora untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Anis Matta dan 11 Yayasan di Bawah Naungan Share Edu Indonesia Galang Dana untuk Korban Bencana

Partaigelora.id-Gerakan ‘Banua Peduli Bencana’, Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil menghimpun donasi sebesar Rp894,99 juta untuk korban bencana Sumatera.

Donasi tersebut, untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penggalangan donasi tersebut, dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta di Gedung Serbaguna Ukhuwah, Banjarmasin, Rabu (10/12/2025) malam.

Dana sebesar Rp 894, 99 juta tersebut, dikumpulkan dari 11 yayasan di bawah naungan Share Edu Indonesia, sebuah asosiasi yang bergerak di bidang pendidikan dan peradaban.

Yayasan yang terlibat antara lain Al Izzah Balangan, Ashabul Kahfi Tabalong, RPI Tanah Bumbu, Robbani Banjarbaru, Al Futuwwah Barabai, Assalam Pelaihari, Ihsanul Amal, Nurul Ilmi, Dhia El Widad, Ukhuwah Kalimantan Selatan, dan Assanabil.

Anis Matta menegaskan, donasi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang tengah dilanda musibah.

“Kita saling bantu saat menghadapi musibah, terutama bencana kemanusiaan karena alam seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepedulian semacam ini lebih penting daripada saling menyalahkan penyebab bencana.

“Frekuensi bencana alam semakin sering, menimbulkan goncangan di masyarakat. Karena itu, solusi nyata harus diutamakan,” tegasnya.

Anis Matta menyampaikan rasa syukur atas kepedulian masyarakat Banua. Menurutnya, donasi ini diharapkan dapat meringankan beban korban bencana di Sumatera.

“Penggalangan dana ini adalah bentuk keprihatinan kita, mudah-mudahan bisa sedikit banyak membantu kondisi di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Ukhuwah Kalsel Riswandi menyampaikan bahwa penggalangan dana dilakukan khusus untuk membantu korban banjir dan longsor di Sumatera.

Mudah-mudahan ini bisa membantu mereka yang sedang mengalami musibah,” katanya.

Bantuan akan disalurkan melalui Forum Dedikasi Kemanusiaan (Fordika), lembaga yang fokus menangani bencana dan turun langsung ke lokasi.

“Tim kita juga ikut turun memberikan bantuan,” terangnya.

Apresiasi Lelang Karya Siswa

Dalam kesempatan ini, Yayasan Ukhuwah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Baznas Kalsel dan Rumah Amal Ukhuwah menggelar lelang karya siswa sebagai aksi kemanusiaan.

Anis Matta hadiri lelang lukisan ukhuwah untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh

Kegiatan ini menampilkan lelang lukisan karya siswa dari berbagai sekolah yang berada di bawah naungan Share Edu Indonesia di Kalimantan Selatan.

Wamenlu RI Anis Matta, menyampaikan bahwa seluruh hasil lelang akan didonasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Seluruh hasil lelang akan didonasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Menyumbang bukan hanya menumbuhkan kapasitas finansial, tetapi juga kapasitas spiritual,” ujarnya.

Anis Matta juga menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir pemerintah Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sekitar 30 juta dolar AS.

Ia menegaskan bahwa sikap kedermawanan masyarakat Indonesia terus terjaga, bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia.

“Sekarang ini, salah satu ibadah yang paling afdhol adalah membantu sesama yang sedang tertimpa musibah. Ini menunjukkan kapasitas spiritual dan mental kita, serta bahwa psikologi bangsa kita sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kalsel, H. Irhamsyah Safari, melaporkan bahwa hingga awal Desember, donasi untuk program Membasuh Palestina yang dikumpulkan Baznas Kalsel telah mencapai Rp3,177 miliar.

“Adapun titipan dana dari Laznas kabupaten/kota di Kalsel mencapai Rp1,367 miliar, dan seluruhnya telah disalurkan melalui Baznas Pusat,” ujarnya.

Irhamsyah menegaskan bahwa besarnya donasi ini menunjukkan tingginya kepedulian warga Banua terhadap tragedi kemanusiaan.

“Warga Banua tidak hanya berdoa, tetapi juga memberikan infak terbaik sebagai wujud kepedulian,” tutupnya.

Berikan Kuliah Umum soal Geopolitik, Anis Matta Jadi Magnet di Civitas Academica UIN Antasari

Partaigelora.id-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Rabu (10/12/2025).

Kuliah umum dalam rangkaian kunjungan kerja Anis Matta ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini dihadiri ratusan mahasiswa.

Sekitar 350 mahasiswa, Dosen dan tenaga kependidikan terlihat antusias memadati ruangan Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN.

Ruangan terlihat penuh sesak, hanya untuk mendengarkan kuliah umum Wamenlu Anis Matta dimoderatori oleh Siti Muflichah, S.Ag., M.Ag., M.Ed., Ph.D.

Dalam kesempatan ini, Wamenlu Anis Matta membawakan materi bertajuk ‘Peran dan Posisi Indonesia dalam Geopolitik Dunia Islam’. 

Kehadiran tokoh yang juga dikenal sebagai pemikir dan penulis buku Gelombang I, II dan III Indonesia ini menjadi magnet tersendiri bagi civitas academica UIN Antasari.

Dalam paparannya, Anis Matta menekankan, Indonesia memegang kartu strategis dalam percaturan global.

Dirinya menyoroti letak geografis negeri ini yang berada di kawasan Asia-Pasifik dan tepat di tengah jalur maritim utama dunia. 

Namun, lebih dari sekadar lokasi, identitas demografis dan nilai yang dianut bangsa menjadi kekuatan diplomasi.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Islam masuk ke Indonesia abad ke-7. Artinya hubungan kita dengan Islam sudah lama, bahkan sebelum ada nama negara Indonesia,” ujar Anis Matta. 

Lebih lanjut, Wamenlu menjelaskan, bahwa diplomasi Indonesia juga dibangun di atas fondasi solidaritas sejarah.

Dirinya menyebutkan, Indonesia merupakan bagian tak terpisahkan dari kumpulan negara Global South yang memiliki kesamaan nasib sejarah, sehingga solidaritas antarnegara menjadi sangat kuat.

“Dalam Konferensi Asia Afrika, Indonesia mendorong negara-negara yang hadir untuk melawan kolonial,” tambah Wamenlu.

Selain aspek politik dan sosial, Anis Matta juga menyinggung dimensi ekonomi dalam diplomasi Indonesia, khususnya dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). 

Berdasarkan data tahun 2024, dirinya memaparkan, bahwa volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara OKI telah mencapai USD 61 miliar.

“Angka ini setara dengan 12% dari total perdagangan Indonesia. Nilai perdagangan kita dengan OKI bahkan dua kali lipat dari Uni Eropa dan hampir dua kali lipat dari Amerika Serikat,” tegasnya.

Anis Matta optimistis angka tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat potensi besar yang dimiliki negara-negara anggota OKI untuk ruang penguatan kerja sama di masa depan.

Suasana kuliah umum tidak hanya diisi dengan dialektika akademis, namun juga aksi nyata peduli dengan isu-isu kemanusiaan.

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan penyerahan donasi. Sumbangan tersebut diserahkan oleh Unit Pengumpul Zakat UIN Antasari kepada Tim Wamenlu RI, sebagai bentuk kepedulian civitas academica terhadap krisis yang terjadi.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, sebelum Wamenlu melanjutkan agenda kunjungan kerjanya ke berbagai lokasi lain di Banua.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X