Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia kembali menggelar Kajian Pengembangan Wawasan Spiritual (Tazkiyatun Nafs) dengan mengangkat tema ‘Energi Tawakal dalam Perjuangan Politik’ pada Selasa (28/7/2026) malam.
Kajian yang disampaikan oleh Ketua DPP Koordinator Pelaksana Harian Partai Gelora Rofi’ Munawar ini mengulas secara mendalam mengenai pentingnya menjadikan nilai-nilai spiritualitas, khususnya tawakal, sebagai modal dasar dan energi utama dalam mengarungi dinamika dunia politik.
Rofi’ menjelaskan bahwa perjuangan politik merupakan bagian tak terpisahkan dari ibadah dan amanah kepemimpinan.
“Oleh karena itu, tawakal kepada Allah SWT menjadi pijakan krusial agar pejuang politik tidak kehilangan arah di tengah berbagai dinamika dan tantangan perjuangan,” kata Rofi’ Munawar.
Menurut Rofi, ada empat unsur penting dari konsep tawakal yang harus diterapkan. Hal ini mengutip pemikiran ulama ternama Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, serta merujuk pada Surah At-Talaq ayat 3, yang berisi janji Allah SWT tentang rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, kecukupan bagi yang bertawakal, dan ketetapan-Nya atas segala sesuatu.
Pertama adalah ketulusan hati (Shidq al-Qalbi) adalah upaya untuk menyandarkan diri dan segala usaha sepenuhnya hanya kepada Allah SWT, bukan pada kemampuan diri sendiri.
Kedua berikhtiar yang benar (Al-akhdzu bil asbab masyru’ah) adalah menempuh jalan usaha yang sesuai dengan syariat, aturan hukum, etika, dan logika yang benar.
Ketiga kepasrahan total (Tafwidul umur ilallah) berarti menyerahkan diri atas segala urusan, baik sebelum maupun sesudah berusaha, yang diiringi dengan ketaatan beribadah dan berdoa.
Keempat keyakinan pada Janji Allah SWT (Ats-Tsiqatu bi Wa’dillah) adalah meyakini bahwa setiap keputusan Allah adalah yang terbaik.
“Sebab manusia sering kali hanya tahu apa yang diinginkannya, tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya,” ujar Rofi’.
Sementara menyangkut energi tawakal dalam dunia politik , Rofi’mengatakan ada lima alasan utama mengapa energi tawakal sangat vital dalam perjuangan politik.
Yakni pertama adalah meneguhkan kelurusan niat. Hal ini penting untuk menjaga agar perjuangan politik tetap berada dalam koridor ibadah (sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am: 162) dan tidak tergoyahkan oleh berbagai godaan maupun jebakan politik.
Selanjutnya, yang kedua adalah menghilangkan kecemasan terhadap hasil akhir. Dimana manusia tidak bisa mengendalikan seluruh proses dan menentukan hasil akhir perjuangannya secara mutlak.
“Dengan bertawakal (QS. At-Taubah: 105), para pejuang dapat fokus pada ikhtiar tanpa dibayangi rasa cemas atau takut akan hasil,” katanya.
Kemudian yang ketiga adalah keberanian mengambil keputusan dan cita-cita besar. Artinya tawakal akan memberi keberanian untuk melahirkan impian dan keputusan besar (QS. Ali ‘Imran: 159).
“Hal ini sejalan dengan arah Partai Gelora yang mencanangkan cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai superpower baru dunia,” kata Ketua DPP Koordinator Pelaksana Harian Partai Gelora ini.
Lalu, yang keempat adalah menghubungkan keyakinan dengan aksi nyata. Maksudnya tawakal bukanlah berhenti berusaha, melainkan bagian dari ikhtiar itu sendiri.
“Jadi Iman harus melahirkan gerakan dan aksi nyata di setiap fase perjuangan, sebagaimana teladan para nabi,” katanya.
Terakhir yang kelima, dimana energi tawakal dalam dunia politik itu harus menjadi sumber ketenangan jiwa.
Sebab, di tengah situasi politik yang penuh kompetisi dan tekanan, tawakal menjadi benteng dan sumber ketenangan jiwa terbaik dalam menghadapi berbagai situasi sulit.
“Dunia politik sarat akan kompetisi dan tantangan sulit. Sehingga tawakal menjadi sumber ketenangan jiwa terbaik, sebagaimana dicontohkan sahabat nabi Muhammad SAW, Khalid bin Walid saat membakar semangat pasukannya di kondisi terdesak pada Perang Yarmuk,” tegasnya.
Rofi’ pun mengajak seluruh kader dan fungsionaris, serta sahabat Partai Gelora untuk senantiasa mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika berhadapan dengan situasi sulit.
“Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin wa aslih li sya’ni kullahu la ilaha illa anta.” (Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun, dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau).
Ia berharap seluruh kader dan fungsionaris, serta sahabat Partai Gelora senantiasa menjadikan tawakal sebagai pilar spiritual dalam mewujudkan cita-cita besar bagi bangsa dan negara.
“Untuk terus memperkuat kedekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjadikan tawakal sebagai benteng moral dan spiritual dalam mewujudkan cita-cita besar bagi bangsa dan negara.” pungkasnya.

No comments