Category: Kegiatan

Indonesia Becomes a Waste Disposal for Developed Countries, this is what Gelora Party said

, , , ,

Partaigelora.id – The Indonesian People’s Wave Party (Gelora) regrets that developed countries in Europe and the United States still use Indonesia as a dumping ground for their waste, especially plastic waste.

“It was recently revealed that our beloved country has also been used as a waste landfill by developed countries such as countries in Europe and the United States. Even though we have a lot of waste production,” said Ratih Sanggarwati, Chair of the Women’s Division of the Party Gelora Indonesia in her statement, Friday, June 18.

This was conveyed by Ratih when she was the Keynote Speaker at the event ‘Rumpi Gelora #9’ (Space for Progress for Indonesian Women from the Gelora Party) with the theme ‘Tips for living with minimal waste’ last Friday.

According to Ratih, plastic waste is very dangerous for the survival of ecosystems on earth. So that the current condition of the earth is getting worse.

“The problem of plastic waste is very complex. We must find its solution because it has become a serious threat to the lives of living things in the future,” she said.

She also continued that one of the solutions that Indonesian women could do is to change their lifestyle in shopping and in their daily lives not to use plastic products, and switch to environmentally friendly products.

“We were very sad when we heard the news that there was a whale that washed up and died on a beach. A lot of plastic waste was found when the stomach was opened. Some also had their noses stuck with straws. Of course this is very worrying,” she said.

Ratih hopes that this ‘Rumpi Gelora’ can open the eyes of all circles that the waste problem in Indonesia is already at an alert level.

“Therefore, we need to fight together to be a solution to this problem, at least by reducing waste in our daily life,” she enunciated.

Meanwhile, Efi Femiliyah, the recipient of the Kartini Gelora Award 2020 from DKI Jakarta, said that she has implemented a minimal waste lifestyle in her daily life, such as managing organic waste and not using plastic products.

“This is what made me finally have a shop without packaging. We (her family and her) also no longer use bottled water. And if we want to buy side dishes such as chicken pecel, we will bring our own food containers, including for the chili sauce. Meanwhile, if suddenly my children want to buy some drinks, I always bring my own glass,” said Efi.

Efi emphasized that the instant lifestyle has led to a significant increase in plastic waste. She considered that Indonesia is currently experiencing a plastic waste emergency and needs serious attention from the government.

She also revealed a study abroad released in 2019, about finding small forms of microplastic in human feces that cannot be decomposed.

“The discovery of microplastics in our feces is evidence that we have ingested plastic. Our feces have been examined, this was a very surprising fact at the end of 2019,” she said.

The recipient of the Kartini Gelora Award 2020 added that Jakarta is having difficulty finding new locations for waste disposal, other than the TPA Bantar Gebang, Bekasi, West Java because of the increase in the amount of waste every day.

“It is predicted that the TPA Bantar Gebang will not be able to receive waste from DKI Jakarta by the end of this year. It already looks like Borobudur Temple. So the waste problem is a serious problem, which must be quickly resolved,” she concluded.

Indonesia Jadi Tempat Pembuangan Sampah Negara Maju, Ini Kata Partai Gelora

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyesalkan negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat yang masih menjadikan Indonesia sebagai tempat pembuangan sampah mereka, terutama sampah plastik.

“Baru-baru ini terungkap kalau negara kita tercinta ini, ternyata juga dijadikan tempat sampah oleh negara-negara maju seperti negara-negara di Eropa maupun di Amerika Serikat. Padahal produksi sampah kita sudah banyak,” kata Ratih Sanggarwati, Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Indonesia dalam keterangannya, Minggu (20/6/2021).

Hal itu disampaikan Ratih saat menjadi Keynote Speaker dalam acara ‘Rumpi Gelora #9’ (Ruang untuk Maju Perempuan Indonesia Partai Gelora) dengan tema ‘Tips Minim Hidup Sampah’ pada Jumat (18/3/2021) petang lalu.

Menurut Ratih, sampah plastik sangat berbahaya bagi kehidupan kelangsungan hidup ekosistem di bumi. Sehingga kondisi bumi saat ini semakin memprihatinkan.

“Permasalahan sampah plastik sangat kompleks, harus kita pikirkan solusinya karena menjadi ancaman serius bagi  kehidupan masa depan makhluk hidup di bumi ini,” katanya.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh para perempuan Indonesia, lanjutnya, adalah mengubah gaya hidup dalam berbelanja maupun dalam kehidupan sehari-sehari untuk tidak menggunakan produk berbahan plastik, dan beralih ke produk ramah lingkungan.

“Kita miris dengar ada ikan paus mati di suatu pantai dan terdampar, ketika dibedah perutnya ditemukan banyak sekali sampah plastik. Ada pula yang hidungnya tertancap sedotan, tentunya ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Ratih berharap ‘Rumpi Gelora’ ini bisa membuka mata semua pihak bahwa permasalahan sampah di Indonesia sudah pada taraf mengkhawatirkan.

“Untuk itu, kita semua perlu berjuang bersama-sama untuk menjadi solusi bagi masalah tersebut setidaknya dengan mengurangi sampah dalam lingkup keseharian kita,” ujarnya.

Sementara Efi Femiliyah, penerima Kartini Gelora Arwad 2020 asal DKI Jakarta ini mengatakan, ia telah menerapkan gaya hidup minim sampah dalam kehidupan sehar-hari, mengelola sampah organik dan tidak menggunakan produk plastik.

“Ini yang membuat saya akhirnya memiliki toko tanpa kemasan. Kita tidak lagi pakai air kemasan, dan kalau  kita beli apa misalnya beli pecel ayam kita bawa tempat sendiri, termasuk buat sambelnya. Sementara kalau anak-anak tiba-tiba jajan minuman kekinian, saya bawakan gelas sendiri,” kata Efi.

Efi menegasakan, gaya hidup serba instan membuat peningkatan sampah plastik secara signifikan. Ia menilai, Indonesia saat ini darurat sampah plastik yang perlu mendampatkan perhatian serius dari pemerintah.

Efi pun mengungkapkan sebuah penelitian di luar negeri yang diliris pada 2019 lalu, bahwa ditemukanya mikroplastik dalam feses manusia yang tidak bisa terurai, ditemukan dalam bentuk kecil-kecil.

“Plastik sudah tertelan kita, dan ditemukan di feses kita ada mikroplastik. Feses kita sudah diteliti, sebuah fakta yang sangat mengagetkan di akhir 2019 lalu,” katanya.

Penerima Kartini Gelora Arwad 2020 menambahkan, Jakarta tengah kesulitan dalam mencari lokasi baru tempat membuang sampah, selain TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat karena peningkatkan jumlah sampah setiap harinya. 

“TPA Bantar Gebang akhir tahun ini diprediksi tidak bisa menerima sampah dari DKI Jakarta. Bantar Gebang saat ini sudah terlihat seperti Candi Borobudur. Jadi persoalan sampah adalah persoalan serius, yang harus cepat dicarikan solusinya,” pungkasnya.

Agar tak Bebani Keuangan Negara, Fahri Hamzah Usulkan Garuda Indonesia Dijual

, , , , ,

Partagelora.id – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengusulkan kepada pemerintah untuk membuka opsi menjual PT Garuda Indonesia ke publik, daripada melakukan upaya penyelamatan. Hal itu dilakukan agar Garuda tidak merugi terus dan tidak membebani keuangan negara.

“Sudah dilepas saja, tapi penjualannya diprioritaskan ke pegawainya saja. Apa namanya tetap Garuda Indonesia atau Garuda Air, dia tetap disebut flag carrier, tapi polanya dipegang rakyat Indonesia, bukan negara lagi,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah dalam Gelora Talk ‘BUMN, Apa Masalah dan Solusinya?’ di Jakarta, Kamis (10/6/2021) lalu.

Menurut Fahri, apabila pengelolaan Garuda Indonesia diserahkan ke rakyat, sehingga manajemennya akan lebih baik. Selain itu, apabila  berkembang pesat, bisa membuat kebanggaan tersendiri bagi negara dan bangsa Indonesia di level internasional, karena bisa bersaing dengan maskapai penerbangan di dunia.

“Tidak harus aktor negara, banyak anak muda yang bisa bikin bangga di luar negeri. Siapa sangka ada anak dari kampung saya di Lombok, namanya Lalu Zohri tiba-tiba mengagetkan dunia punya kecepatan lari yang bisa mengalahkan pelari lain dari seluruh dunia. Membanggakan dia, bisa  berprestasi,” ungkapnya.

Artinya, banyak sumber daya manusia yang bisa membanggakan bangsa dan negara Indonesia, tidak harus negara yang turun langsung, asalkan rakyat diberikan kesempatan untuk mengelola Garuda Indonesia.

“Ceritanya yang beli pesawat terbang untuk Garuda dulu, kan bukan pakai uang negara juga, tapi sumbangan dari rakyat Aceh. Negara tidak sanggup, sementara kita perlu cepat terbang karena kita negara kepulauan,” katanya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini berharap Garuda Indonesia tidak bernasib seperti Merpati Airlines, maskapai milik BUMN yang sudah ambruk terlebih dahulu beberapa tahun silam, karena salah pengelolaan dan merugi terus.

Pemerintah, lanjutnya, perlu mencontoh pengelolaan Singapore Airlaines (Singapore), Qatar Airways (Qatar), Ethad dan Emirates (Uni Emirat Arab) yang menghilangkan sama sekali keterlibatan negara dalam pengelolaan maskapai penerbangan di negara mereka.

“Jadi apa salahnya, kalau Garuda sekarang dipegang oleh rakyat Indonesia. Jangan seolah-olah yang bisa membanggakan republik ini hanya negara saja, rakyat juga bisa. Pemerintah cukup menunjukkan mekanisme pasar saja,” pungkas Fahri.

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia saat ini tengah kesulitan keuangan. Maskapai penerbangan plat merah ini harus menanggung beban biaya mencapai 150 juta dollar AS per bulan, sementara  pendapatan yang hanya 50 juta dollar AS. 

Pemerintah melalui Kementerian BUMN menawarkan empat opsi penyelamatan Garuda Indonesia.

Opsi pertama, pemerintah akan terus mendukung Garuda melalui pinjaman atau suntikan ekuitas.

Opsi kedua, pemerintah akan menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi kewajiban Garuda, seperti utang, sewa, dan kontrak kerja.

Opsi ketiga, pemerintah akan merestrukturisasi Garuda dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru.

Opsi keempat, Garuda akan dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan.

Kabid Gahora ‘Grebeg’ Studio Podcast DPW Bali, Ajak Perempuan dan Anak Muda Bincang Isu-isu Menarik

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Bidang Gaya Hidup, Hobi dan Olahraga (Gahora) DPN Partai Gelora Indonesia Kumalarasi Kartini mengunjungi Studio Podcast DPW Partai Gelora Provinsi Bali. Kunjuangan tersebut dia lakukan usai mengikuti program jalan sehat di Batam,

Kedsatangan Mala Kartini, sapaan akrab Kumalasari Kartini ini disambut Ketua DPW Partai Gelora Bali Mudjiono. Mala Kartini dan Mudjiono lantas berbincang berbincang berbagai potensi di Pulau Dewata.

Kedatangan Mala Kartini ini, ingin mengetahui sejauh mana , bagaimana cara Partai Gelora Bali dalam mengembangkan kegiatan sosialisasi maupun edukasi melalui media podcast.

“KIta ingin mengetahui bagaimana cara DPW Bali dalam mengembangkan kegiatan sosialisasi maupun edukasi melalui media podcast. Bidang Humas DPW Partai Gelora Bali saat ini sedang menyusun dan mengembangkan konsep sosialisasi dan edukasi secara digital melalui program Podcast,” kata Mala Kartini.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Mudjiono mengatakan, di masa tatanan normal baru (new normal) Tahun 2021 ini Partai Gelora terus berupaya untuk dapat menjalankan seluruh program yang ada dan salah satu alternatif inovasi yang ditempuh.

Yakni pembuatan Studio Podcast untuk merancang konten-konten atau Isyu hangat yang sedang diperbincangkan masyarakat.

“Dengan adanya adaptasi di era pandemi, studio podcast Partai Gelora Bali menjadi salah satu sarana alternatif media untuk bersosialisasi,” kata Mudjiono.

Studio Podcast Partai Gelora Bali memanfaatkan salah satu ruangan kantor yang juga rutin dipakai sebagai ruang rapat kecil atau internal.

Peralatan podcast yang telah tersedia di studio Podcast Partai Gelora Bali terdiri dari setting ruangan, smart TV, mikrofon, seperangkat kamera, tripod, seperangkat alat perekam, laptop, serta headset dan masih terus disempurnakan. Selain itu ada juga mekanisme kerja dan proses produksi konten podcast di Studio Partai Gelora Bali.

Dalam kesempatan ini, Mala Kartini mengajak Perempuan dan anak Muda Bali ikut meramaikan dan berbincang seru dan menarik di Studio Partai Gelora Bali, sebagai sarana edukasi dan sosialiasi interaktif yang bisa dimanfaatkan.

Soal Capres 2024, Fahri Hamzah:  Bukan Bicara Figur Doang, Tapi Idenya Apa?

, , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menegaskan, akan mendukung calon presiden (capres) yang memiliki ide atau gagasan mengenai Indonesia ke depan dalam kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Partai Gelora memastikan tidak akan mendukung capres dari sudut pandang figur atau sosoknya saja.

“Santai saja, Belanda masih jauh,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah  Partai Gelora Indonesia Kota Cilegon, di Cilegon, Banten, Sabtu (12/6/2021).

Fahri menilai,  kontestasi Pilpres 2024 masih cukup lama, masih sekitar tiga tahun lagi, sehingga terlalu dini bagi Partai Gelora bicara dinamika bursa capres.

Disamping itu, Partai Gelora saat ini fokus untuk memenuhi persyaratan sebagai peserta Pemilu 2024 dan target lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen.

Namun, prinsipnya, Fahri menegaskan, siapa pun tokoh yang didukung Partai Gelora, harus memiliki ide cemerlang.

“Jadi kami minta semua calon bicara soal ide bukan bicara figur doang. Tapi idenya apa, mau ngapain,” tegas Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Dalam sambutannya,  Fahri berharap kader partainya menembus angka 1 juta orang pada Oktober 2021. Saat ini, menurut Fahri, kader Partai Gelora mencapai 200.000 orang lebih

“Dengan jumlah kader yang saat ini telah dicapai sebanyak 200.000 kader, saya berharap pada Oktober nanti, kader yang terjaring bisa mencapai angka 1 juta. Mudah-mudahan Oktober nanti, kita bisa mencapai 1 juta kader yang sudah di-training,” kata Fahri.

Fahri mengatakan konsolidasi partai sudah mulai dilakukan dari tingkat pusat hingga struktur kepengurusan paling bawah. Saat ini sudah terbentuk 100 persen kepengurusan DPW (provinsi), DPD (kabupaten/kota), serta penyelesaian pembentukan kepengurusan DPC (kecamatan).

Pada Juni 2021, menurut Fahri, sekitar 8.000 kecamatan yang ada di 514 kabupaten dan 34 provinsi di Indonesia, sudah terbentuk 80 persen kepengurusan DPC. Setelah membentuk DPC, selanjutnya para pengurus akan menjaring kader-kader baru di 74.957 desa.

Fahri menyatakan nantinya kader yang sudah terjaring akan diberikan pendidikan politik melalui media sosial, mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Terutama melalui sosial media, karena sekarang zaman pandemi, kita memakai sistem kaderisasi melalui internet. Kita sudah punya modulnya lengkap,” pungkas Fahri.

Rapat Koordinasi Daerah  Partai Gelora Indonesia Kota Cilegon ini di hadiri Ketua DPD Partai Gelora Cilegon Hikmatullah, Ketua DPW Partai Gelora Banten Ramadoni, dan fungsonaris lainnya.

Revitalisasi Holding Industri Pertahanan, Fahri Hamzah: Poros Maritim akan Jadi Kekuatan Militer Ke Depan

, , , , , ,

Partaigelora.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  menargetkan pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan pada tahun 2021 ini. Tujuan holding ini, supaya lebih fokus dan kolaboratif dalam memenuhi kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Nasional.

“Konsepsi pengembangan industri strategis, termasuk industri pertahananan harus diubah, dilakukan revitalisasi. Dan harus menjadi pondasi dari pengembangan kekuatan Indonesia ke depan terutama kekuatan militer,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah dalam keterangannya, Sabtu (12/6/2021).

Hal itu disampaikan Fahri dalam Gelora Talk ‘BUMN, Apa Masalah dan Solusinya? pada Kamis (10/6/2021) lalu, yang dihadiri Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Komisaris PT Garuda Indonesia Peter F Gontha.

Menurut dia, konsepsi pengembangan industri pertahanan yang dimaksud adalah terkait ‘konsepsi maritim baru’ atau Poros Maritim seperti yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kekuatan negara lain adalah di daratan,  sementara variabel kita adalah lautan. Kita ini negara air gitu, Indonesia mengikuti komposisi bumi 75 persen adalah air. Jadi Indonesia harus menjadi kekuatan maritim dunia,” kata Fahri.

Fahri mengungkapkan, kekuatan maritim dunia saat ini diduduki Rusia. Padahal dalam sejarahnya, sejak era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, Indonesia yang waktu itu masih disebut sebagai Nusantara dikenal sebagai ‘Raja Laut’ yang ditakuti dan disegani negara lain.

Namun disayangkan, Indonesia kini jangankan menjadi ‘Raja Laut’, menjaga kekayaan lautnya saja tidak bisa. Kekayaaan laut dan hasil lautnya, termasuk mineral lautnya justru ‘dirampok’ negara lain, tanpa bisa dicegah. 

“Sriwijaya dulu adalah pengontrol Selat Malaka yang ketika itu bernama Nusantara. Nusantara ini adalah pulau-pulau yang dikelilingi laut. Sehingga konsepsi maritim harus diperkuat dalam pengembangan industri pertahanan,” katanya.

Karena itu, Fahri berharap dalam pengembangan industri pertahanan, tidak terfokus pada pemenuhan kebutuhan peralatan militer darat saja, tetapi pemenuhan kekuatan militer maritim.

“Industri pertahanan kita harus bisa memproduksi kapal-kapal perang canggih, termasuk kapal selam. Tenggelamnya KRI Nanggala 402 harus jadi momentum untuk bisa membuat kapal selam sendiri,” katanya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menambahkan, disinilah perlunya pemerintah melakukan reorientasi atau pemikiran ulang mengenai posisi Indonesia sebagai negara paling besar di bidang maritim.

“Sekarang Rusia satu-satunya negara maritim, padahal di situ ada Indonesia. Ya kalau kita nggak bisa jadi negara maritim nomor satu, ya nomor dua. Intinya kekuatan maritim kita harus diperkuat, dan perlu ada elaborasi tentang strategi maritim,” pungkasnya.

Sesuai Amanat Konstitusi, Fahri Hamzah: BUMN Perlu Dirampingkan Jadi Dua Saja

, , , , , , ,

Partaigelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai pemerintah perlu segera melakukan perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi dua entitas sektor usaha saja sesuai dengan amanat konstitusi, yakni sumber daya alam dan industri strategis pertahanan. Hal ini untuk efektifitas pengelolaan dan menghindari terjadinya BUMN merugi seperti sekarang.

“Sesuai amanat konstitusi pasal 33, BUMN perlu dilakukan perampingan menjadi dua, sumber daya alam dan industri stategis. Yang terkait sumber daya alam dan cabang-cabang produksinya disatukan dalam satu holding dan satu holding lagi industri strategis pertahanan. Sehingga negara tinggal mengontrol saja, tidak perlu semua bisnis diurusi,” kata Fahri dalam Gelora Talk ‘BUMN, Apa Masalah dan Solusinya?’ di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Dalam diskusi yang disiarkan live streaming di Gelora TV dan saluran kabel Transvision channel juga menghadirkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Komisaris PT Garuda Indonesia Peter F. Gontha ini, Fahri mengatakan, dengan menyatukan dalam dua holding tersebut, maka pemerintah bisa memberikan akumulasi suntikan modal yang besar.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan industri strategis bagi rakyat, harus dikontrol negara. Tidak memerlukan bisnis lain, negara fokus saja pada penyelenggaraan demokrasi perekonomian. Berikan kepastian kepada market, swasta dan rakyat untuk berusaha,” katanya.

Di luar negeri, kata Fahri Hamzah, BUMN umumnya difungsikan menjadi perusahaan berskala multinasional. Sebab, jika BUMN menjadi perusahaan multinasional, dan bisa melakukan eksplorasi di negara lain, tentu akan menjadi kebanggan bagi Indonesia.

“Jadi nggak ada ceritanya BUMN bersaing dengan usaha rakyat sendiri dan saling makan, justru pemerintah harusnya membuka market untuk rakyat,” kata Wakil Ketua DPR RI 2014-2019.

Fahri berharap pemerintah segera mengevaluasi menyeluruh terhadap konsep keberadaan BUMN dan bagaimana manfaatnya ke depan, sehingga upaya perampingan bisa dilakukan secepatnya. 

“Konsepsi dari fungsi dan keberadaannya, dan berikutnya berefek pada konsespi pengelolaan. Karena itu, harus ada keberanian dari sekarang,” tandasnya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang hadir secara daring setuju dengan usulan perampingan BUMN yang disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Arya menyebut dari 140-an BUMN, sudah dirampingkan menjadi 108 dan selanjutnya menjadi 80-an. “Nanti kita targetkan hanya sekitar 42-43 BUMN saja. Kita rampingkan. Memang akan ada perampingan lagi,” kata Arya.

Sementara itu, Komisaris PT Garuda Indonesia, Peter F. Gontha menampik sakitnya maskapai Garuda Indonesia hingga diambang kebangkutan karena by desain.

“By Desain? Saya rasa tidak ada yang merekayasa untuk merontokan Garuda. Yang ada memang kejadian secara alami terjadi,” kata Peter.

Menurut Peter,  saat ini diperlukan penguatan peran negara utuk untuk memperkuat daya saing, sehingga ancaman kebangkrutan seperti yang dialami Garuda tidak kemudian terjadi,

“Kita masih perlu flag carrier dan pemerintah perlu menyelamatkan Garuda,” pungkasnya.

Anggota Capai 200 Ribu, Anis Matta: Partai Gelora Semakin Luas Diterima Masyarakat

, , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta mengatakan, kehadiran Partai Gelora semakin luas diterima masyarakat yang dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah anggota atau kader baru, yang meningkat signifikan dari hari ke hari.

Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Tasyakuran 200.000 Anggota dan Apresiasi Top 10 Rekruter pada Jumat (4/6/2021).

“Penerimaan yang semakin luas kepada Partai Gelora,  menunjukkan masyarakat sedang menunggu-nunggu sesuatu yang baru, yang membawa rakyat Indonesia kepada satu arah sejarah baru, Arah Baru Indonesia,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Minggu (6/6/2021).

Atas capaian ini, Anis Matta menyampaikan apresiasinya kepada Bidang Rekruitmen, Bidang Pengembangan Teritori (Bangter), DPW dan DPD. Ia yakin target merekrut 1 juta kader pada Oktober 2021 bakal tercapai.

“DPD kita sekarang ada di 514 kabupaten/kota, dengan minimal 2.000 ke atas setiap DPD, maka target pada bulan Oktober akan tercapai. 200.000 anggota ini awal dari permulaan, untuk kita jauh bekerja lebih keras agar lebih banyak lagi kader yang bergabung ke Partai Gelora,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menambahkan, pikiran-pikiran dan cita-cita besar Partai Gelora harus terus disosialisasikan kepada masyarakat agar Indonesia jauh lebih baik lagi.

“Saya juga ingin ikut mengucapkan terima kasih. Ini memberikan semangat kepada yang lainnya untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Fahri. 

Ketua Bidang Rekruitmen Anggota Endy Kurniawan mengatakan,  pertumbuhan jumlah anggota meningkat siginifikan setelah Partai Gelora meluncurkan program ‘Member Get Member (MGM) beberapa waktu lalu, yang memudahkan kerja struktur dalam rekrutmen dan mobilisasi anggota

“Alhamdulillah saat ini kita telah mencapai 200.000 anggota.  Sebelumnya kita tasyakuran 100.000 anggota pada 12 April, hari ini 4 Juni ada akselerasi menjadi 200.000,” kata Endy.

Namun, jika diingat untuk menuju 16.377 anggota, saat itu Partai memerlukan waktu  7 bulan. Bertambah 29.000 dalam 4 bulan, lalu bertambah 60.000 dalam 1 bulan, dan kemudian bertambah 100.000 dalam 1,5 bulan.  

Endy menjelaskan, dalam tempo dua bulan jumlah anggota yang mendaftar melalui MGM berjumlah 15.300, separuh dari yang mendaftar melalui aplikasi dan dua kali lipat dari yang mendaftar via website. Jika digabung, kira-kira sepertiga dibanding yang mendaftar secara manual melalui jalur teritorial

“Angka yang mendaftar melalui MGM naik pesat. Untuk bulan Mei, total 222 anggota yang ikut serta. Total 4.884 yang terekrut. Untuk bulan Juni, dalam 4 hari ini telah 66 orang yang ikut serta dengan 609 yang terekrut,” katanya.

Sejak diluncurkan ada 532 anggota yang bergabung dalam program MGM, dan berhasil merekrut 15.300 anggota untuk bergabung. Artinya rata-rata setiap anggota yang bergabung MGM merekrut 30 orang anggota baru.

Jika 25 persen anggota saat  ini, 50.000 anggota melakukan rekrutmen 4 orang dalam satu bulan, atau 1 orang per pekan, maka pertumbuhan 200.000 anggota setiap bulan bisa dicapai dengan mudah

Lima diantara 10 top rekruter bulan Mei ini adalah mereka yang juga merekrut terbanyak pada bulan April lalu. Tiga orang dari NTB, dua orang dari Jabar, dua orang dari Jatim, satu orang masing-masing dari Banten, Kaltim dan Bengkulu.

“Kami  berharap sosialisasi secara masif dapat dilakukan oleh struktur hingga level DPD untuk mendorong anggotanya melakukan MGM. Semoga kita dapat terus menjaga dan meningkatkan ritme kerja ini hingga kita bisa #SEGERASEJUTA !!” pungkas Endy.

Mau Jadikan Pemain Global, Mahfuz: Kekuatan Militer Indonesia Harus Naik Kelas

, , , , , ,

Partai gelora.id – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) berpandangan untuk menjadikan kekuatan militer Indonesia sebagai ‘pemain global’,   diperlukan dukungan anggaran militer sebesar Rp 500-600 triliun pertahun. Kekuatan militer Indonesia saat ini berada diperigkat 16 dunia dan harus naik kelas masuk lima besar dunia.

“Kalau punya misi menjadikan Indonesia sebagai pemain global, maka harus memajukan kekuatan militernya. Kekuatan militer Indonesia harus naik kelas dari peringkat 16 menjadi peringkat lima,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Hal itu disampaikan Mahfuz dalam Gelora Talk ‘Reformasi Sistem Pertahanan Nasonal dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI pada Rabu (2/6/2021) petang lalu.

Mahfuz menegaskan, berdasarkan survei kekuatan militer negara-negara di dunia tahun 2020, lima besar dunia saat ini diduduki oleh Amerika Serikat, Rusia, China, India dan Prancis, sementara Indonesia berada diperingkat 16.

“Kalau lihat perbandingan dengan Prancis, budget militernya pertahun sampai antara 500-600 triliun. Sementara Indonesia, kalau kita lihat Renstra 25 tahun yang sedang disusun Kemenhan sebesar Rp 1.760 triliun untuk 2020-2044. Itu relatif kecil untuk lima Restra, 1,5 persen dari PDB” jelasnya.

Sementara jika melihat, Renstra MEF 2020-2024 yang tengah berjalan pada tahap ketiga dengan capaian 75 persen, kata Mahfuz, untuk pertahanan TNI AL saja, pengalokasian anggarannya hanya sekitar 40 persen dari total anggaran Renstra MEF

“Apakah visi Presiden Jokowi (Joko Widodo) menjadikan Poros Maritim Dunia tidak di dukung oleh penguatan porsi pertahanan? Angkatan Laut kita minimal harus punya 3 kapal selam super canggih untuk mengamankan tiga ALKI, bukan kapal yang berusia 30 tahunan, dan butuh beberapa kapal untuk pengalawan juga,” ujar Mahfuz.

Tiga kapal selam super canggih tersebut, juga diperlukan untuk menjaga kawasan perbatasan dengan negara lain, seperti perbatasan di Laut China Selatan yang tengah mengalami ketegangan akibat klaim sepihak China terhadap kawasan tersebut.

Selain itu, Indonesia perlu memiliki satelit militer sendiri untuk mengamankan wilayah udara Indonesia agar tidak dikontrol negara lain. Sebab, terasa janggal apabila menggunakan satelit dari negara lain, sementara Indonesia memiliki tentara dan kekuatan militer sendiri.

“Jadi bagaimana terjemahan dari anggaran Rp 1.760 triliun itu, apalagi ditarik maju 2024. Lalu, apakah sudah ada evaluasi Restra MEF 2020-2024, masih ada sisa capaian sebesar 25 persen dan penganggarannya juga dihitung dari 2020. Disinilah ada ruang abu-abu itu, kita juga punya hak untuk mendapatkan informasinya,” tandas Mahfuz.

Karena itu, pemerintah diharapkan mendefinisikan ulang asumsi-asumsi dasar dan proyeksi di dalam membangun postur pertahanan, termasuk strategi dan doktrinnya.

“Kalau kita membedah Buku Putih Pertahanan dan Renstra 2020-2024, ada dua hal yang belum kuat menjadi asumsi perencanaan, yaitu respon memperkuat negara maritim dan perkembangan teknologi komunikasi di era digital,” katanya.

Partai Gelora, lanjutnya, akan terus mendorong untuk membuka ruang diskusi atau wacana ini.

“Kita akan membuka diskursus atau wacana ini, karena menyangkut ketahanan nasional dalam membangun indonesia ke depan. Kita tidak boleh memulainya dengan asumsi yang salah,  apalagi perencanaan asal-asalan. Itu yang paling penting,” pungkas Mahfuz.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menambahkan, ketika ingin menjadikan militer Indonesia menjadi kekuatan militer kelima dunia, maka dibutuhkan roapmap jangka panjang.

Asumsi-asumsi dasar mengenai sistem pertahanan saat ini, lanjutnya, harus dilakukan perubahan secara fundamental, terutama menyangkut konflik global dan perang masa depan.

“Asumsi-asumsi yang kita percaya selama ini, harus kita harus dipertanyakan kembali. Karena semua asumsi dasar ini,  menentukan cara kita memandang strategi pertahanan. Hal ini menjadi entry point bagi Partai Gelora memulai pembicaraan yang lebih strategis,” katanya

Isu Alutsista Mencuat, Anis Matta: Kekuatan Militer Indonesia Harus Jadi Lima Besar Dunia

, , , , ,

Partaigelora.id – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, Indonesia harus menjadi kekuatan lima besar dunia sejajar dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China. Maknanya, adalah secara militer kekuatan militer Indonesia juga harus lima besar dunia. 

“Ketika kita ingin menjadikan Indonesia sebagai lima besar dunia, maka maknanya adalah secara militer Indonesia juga menjadi kekuatan militer kelima dunia,” kata  Anis Matta dalam Gelora Talk ‘Reformasi Sistem Pertahanan Nasional dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI’ di Gelora Media Centre, Jakarta, Rabu (2/5/2021) petang.

Namun, hal itu membutuhkan roadmap dan reformasi sistem pertahanan, serta  modernisasi alutsista. Hal ini akan menjadi agenda strategis yang akan diperjuangkan Partai Gelora sebagai bentuk partispasi dalam politik.

“Agenda tersebut, adalah salah satu pilar dari dari cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia, selain ilmu pengetahuan, ekonomi dan juga militer,” katanya.

Dalam diskusi yang dihadiri Ketua Komisi I DPR 2010-2016, pengamat pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie dan Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Mayjen TNI Pur Tri Tamtomo itu, Anis Matta, reformasi pertahanan nasional harus segera dilakukan karena ada perubahan landscape global akibat pandemi.

Karena itu, Anis Matta, meminta asumsi-asumsi dasar mengenai sistem pertahanan nasional saat ini harus dilakukan perubahan secara fundamental, terutama menyangkut isu konflik global dan perang masa depan.

“Asumsi-asumsi yang kita percaya selama ini, harus kita pertanyakan kembali. Isu alutsista yang sedang mencuat menjadi entry point bagi Partai Gelora untuk memulai pembicaraan yang lebih strategis,” lanjutnya.

Anis Matta menegaskan, Partai Gelora tidak ingin terjebak soal ‘isu mafia alutsista’, karena yang lebih penting membicarakan asumsi-asumsi dasar strategi pertahanan ke depan.

“Ini adalah satu momentum, saat isu alutsista mencuat untuk memulai pembicaraan yang fundamental, menyusun strategi pertahanan kedepan,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, angaran Rencana Strategis (Renstra) pertahanan Indonesia sebesar Rpp 1.760 triliun untuk periode 2020-2044 yang dipercepat ke 2024 dinilai masih sulit untuk mendongkrak kapabilitas sistem pertahanan.

Kekuatan militer suatu negara, lanjut Mahfuz, juga harus ditopang dengan kekuatan industri pertahanan yang memproduksi alat pertahanan sendiri di dalam negeri.

“Artinya, belanja pertahanan juga dibelanjakan di dalam negeri dengan memproduksi alat-alat pertahanan seperti negara maju, Amerika dan Prancis yang berada di lima besar kekuatan pertahanan dunia,” kata Mahfuz, Sekjen Partai gelora Indonesia ini.

Namun, pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie justru mempertanyakan besaran anggaran pertahanan yang dipercepat di 2024.  Sebab, anggaran sebesar 1.760 triliun tersebut, dinilai terlalu besar tanpa adanya penjelasan.

“Pertanyaan saya, anggaran sebesar ini dalam tiga tahun kita mau beli apa dan kenapa mesti habis di 2024. Yang sudah di-clearkan dan dijelaskan Menteri Bappenas adalah dana sebesar USD 20 miliar. Selisih 104 miliar itu harus dijelaskan oleh Kementerian Pertahanan,” kata Connie.

Anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan Mayjen Pur Tri Tamtomo mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menginstruksikan agar penggunaan anggaran tepat sasaran karena pemerintah saat ini tengah berperang melawan Covid-19, sehingga anggaran di kementerian/lembaga dikurangi.

“Anggaran harus digunakan tepat sasaran dan jelas secara mutu. Alutsista yang dibeli juga tidak boleh mangkrak dan memberdayakan industri pertahanan. Industri pertahanan harus diperkuat dan dibangkitkan,” kata Tri Tamtomo.

Tri Tamtomo menambahkan, Kementerian Pertahanan harus bisa menjelaskan mengenai besaran kebutuhan anggaran pertahanan yang luar biasa ini di tengah pandemi Covid-19 tersebut agar tidak memicu polemik publik.

“Apakah ada perkembangan internasional kekuatan negara tertentu, perlombaan persenjataan di sekitar negara kita, apakah ada ancaman aktual atau ancaman lain yang ada pengaruhnya langsung atau tidak langsung kepada republik ini,” pungkasnya mantan Pangdam I Bukit Barisan inii.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X