Category: Liputan

Mahfuz Sidik Prediksi Kawasan Indo Pasifik Bakal Jadi Spot Perang Baru

Partaigelora.id-Ketua Komisi I DPR RI 2010-2017 Mahfuz Sidik memprediksi kawasan Indo Pasifik atau wilayah Laut China Selatan akan menjadi spot perang baru, usai perang di kawasan Timur Tengah (Timteng) atau Teluk Persia berakhir.

Karena itu, Indonesia perlu segera memitigasi dengan menetapkan posisi strategi geopolitiknya, agar tidak salah langkah dan tetap menjaga kepentingan nasionalnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia itu dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Fase Ketiga Konflik Israel vs Iran, Jumat (24/4/2026) malam.

“Indonesia secara langsung atau tidak langsung akan ada dalam pusaran konflik itu, jika perang berkembang ke wilayah Indo Pasifik,” kata Mahfuz Sidik.

Menurut dia, secara geografis Indonesia berada di tengah-tengah kawasan Indo Pasifik, sehingga pemerintah perlu bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi.

Kawasan Indo Pasifik bakal dijadikan spot perang baru, lanjut Mahfuz, dapat dilihat dari usulan dari Amerika Serikat (AS) terkait izin lintas udara (overflight clearance) atau akses menyeluruh (blanket) bagi pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia.

“Permohonan ini diyakini sangat terkait dengan situasi yang semakin memanas di kawasan Indo Pasifik atau lebih tepatnya di kawasan Laut Cina Selatan,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, banyak pihak yang mencoba menarik benang merah atau korelasi antara eskalasi perang di Teluk Persia ini dengan perluasan spot perang baru di kawasan Indo Pasifik .

Selain itu, digelarnya latihan perang bersama antara militer Amerika, Filipina dan Jepang di kawasan tersebut, juga bisa menjadi indikasi adanya ketegangan politik di kawasan Indo Pasifik yang semakin meningkat.

“Apalagi Amerika Serikat telah menetapkan, bahwa  kawasan Indo Pasifik, jadi kawasan paling utama bagi peta politik luar negeri mereka, bukan Timur Tengah, bukan juga Eropa,” katanya.

Mahfuz mengatakan, perang di kawasan Teluk Persia akan memasuki fase ketiga dengan keterlibatan aktor baru dalam perang antara Iran melawan AS-Israel.

Aktor baru tersebut, antara lain Rusia dan China. Diketahui, Rusia dan China membantu Iran dalam persenjataan dan memberikan bantuan lain, meskipun tidak mengirim pasukan secara langsung.

“Amerika kemudian membalasnya dengan memblokade Selat Hormuz. Armada Angkatan Laut Amerika mulai merazia dan menyandera kapal-kapal Iran yang mengangkut minyak dari Teluk Persia, yang diduga berlayar ke kawasan Indo Pasifik,” ujarnya.

Bahkan ada indikasi, bahwa Amerika akan memperluas Razia kapal-kapal Iran di Selat Malaka dan Laut China Selatan. Amerika menginginkan agar Iran tidak lagi menjual dan mengirim minyaknya ke China.

“Bagi China selama kepentingan utamanya supply chain energi (rantai pasok energi) yang dibutuhkan China ini tidak terganggu, maka China tidak akan bereaksi keras,” katanya.

Jika rantai pasok energi mereka terganggu, menurut dia, China akan mengirimkan armada kapal tempurnya untuk mengawal suplai energi dari Teluk dari Iran ke China agar tidak terganggu.

“Kalau sikap defensif dari China kuat untuk mengamankan kepentingannya di jalur  Selat Hormus, maka akan memicu kontak secara langsung antara militer China dengan militer Amerika,:” katanya.

Apabila  ini terjadi, maka Presiden AS Donald Trump akan langsung melakukan perluasan razia, tidak hanya menyandera kapal-kapal Iran saja.

Tetapi, Amerika juga akan menyandera kapal-kapal kargo dan tanker China yang keluar masuk pelabuhan Iran maupun di berbagai wilayah perairan lainnya.

“Maka ketika aktor baru yang bernama China terlibat secara langsung dan nyata dalam konflik dengan Amerika, baik di Kawasan Teluk Persia maupun di kawasan lainnya. Maka spot perang baru di kawasan Indo Pasifik tercipta,” katanya.

Mahfuz meyakini Amerika akan segera keluar dari kawasan Teluk Persia, apabila Trump bisa menghancurkan Iran sebagai bangsa dan negara seperti ancamanya akan mengembalikan Iran ke zaman baru.

Selanjutnya, Israel akan menggantikan peran Amerika di kawasan Teluk Persia, Asia Barat, Timur Tengah dan Afrika Utara sebagai kekuatan dominan baru secara politik dan juga secara militer.

Amerika saat ini sedang men-suplai senjata dan amunisi ke Israel yang akan digunakan untuk menyerang Iran secara bersama pada masa genjatan senjata yang dipaksakan saat ini.

“Rusia sudah memberikan peringatan kepada pemerintah Iran, bahwa Amerika sedang memanfatkan jeda waktu untuk mengkonsolidasi, menyiapkan seluruh instrumen kekuatan militernya menuju serangan yang lebih masif, serangan yang lebih besar dalam waktu dekat,” katanya.

Selat Malaka Punya Nilai Tawar

Mahfuz menegaskan, Trump akan segera mendeklarasikan China sebagai musuh terbesar Amerika, tidak hanya dalam konteks perang ekonomi dan perang dagang saja, tetapi juga akan berhadapan dalam konteks militer, apabila benar-benar  sudah mengalahkan Iran.

“Amerika pasti punya kepentingan dan punya agenda untuk menguasai kawasan ini. Dan Indonesia pasti masuk dalam radar Amerika. Kalau maunya Amerika, Indonesia harus ikut pada kepentingan global Amerika di kawasan itu. Nah, bagaimana dengan China?  Inilah ujian bagi politik luar negeri Indonesia, mendayung diantara dua karang yang terjal,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia punya nilai tawar tinggi yang bisa digunakan untuk diplomasi, karena memiliki Selat Malaka yang posisinya jauh lebih strategis di jalur pelayaran internasonal, dibandingkan di Selat Hormuz.

Sebab, Selat Malaka meng-cover sekitar  25-30 persen rantai pasok  energi dunia, di samping jalur perdagangan-perdagangan lainnya.

“Amerika dan China juga punya ketergantungan di sini, karena Selat Malaka adalah salah satu jantung lalu lintas pelayaran dunia. Laverange, nilai tawar ini yang sangat strategis. Ini bisa digunakan Indonesia, Malaysia, Singapura untuk membangun kerja sama dan kesepakatan dalam pengelolaan wilayah Selat Malaka,” jelasnya.

Sebab, jika Selat Malaka terganggu keamanannya, maka tidak hanya Indonesia yang terdampak secara siginifikan, tetapi juga rantai pasok energi dan pangan dunia, bahkan navigasi penerbangan dunia juga akan terganggu.

“Kita harus punya langkah mitigasi dan kemudian mengambil langkah-langkah agar survive,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, Mahfuz berharap pemerintah bisa membangun soliditas politik di kalangan elite dan akar rumput.

“Jadi apabila stabilitas politik elite dan kohesi nasional di akar rumput  terbangun, maka tantangan sebesar apapun lebih mudah dihadapi,” ujarnya.

Ia optimistis apabila hal itu terbangun, maka masyarakat akan punya kesiapan bergotong-royong untuk senasib sepenanggungan , dan tanpa ada yang saling menyalahkan.

“Jangan ada yang melakukan tindakan yang kemudian memicu keretakan, memicu perdebatan, memicu sentimen negatif, dan memicu friksi dukungan terhadap kekuatan politik nasional,” pungkasnya. (*)

Pemimpin Harus Tahu Leadership Blind Spot Masing-masing agar Kepemimpinannya Lebih Efektif dan Berdampak

Partaigelora.id -Wakil Sekretaris Jenderal  (Wasekjen) Bidang Manajemen Organisasi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Gunawan mengatakan,  seorang pemimpin harus mengetahui  dan menyadari betul leadership blind spot yang mereka miliki agar kepemimpinannya lebih efektif dan berdampak.

Sebab, leadership blind spot  atau titik buta kepemimpinan pada dasarnya adalah kelemahan, perilaku, atau karakteristik diri seorang pemimpin yang tidak mereka sadari, namun terlihat jelas oleh orang lain. 

Hal ini pada akhirnya seringkali menjadi hambatan terbesar bagi seorang pemimpin, karena hal itu  bukanlah yang mereka ketahui, melainkan apa yang tidak mereka sadari.

Dalam Kajian Pengembangan Wawasan  dengan tema Leadership Blind Spot, Selasa (21/4/2026) malam, Gunawan mengatakan,  seorang pemimpin perlu membangun kejujuran intelektual dan kelenturan berpikir di dalam dirinya untuk mengidentifikasi blind spot.

“Karena makin banyak pengalaman seseorang, makin tinggi jabatan atau makin ekspert seseorang apalagi  di satu bidang tertentu, maka sangat mungkin blind spot-nya cukup besar,” kata Gunawan .

Menurut nya, leadership blind spot bagi seorang pemimpin itu sangat berbahaya, meskipun dia merupakan pemimpin yang fleksibel.

Karena bisa menghambat efektivitas, merusak produktivitas  tim, dan membatasi karier pemimpin tersebut.

Apabila dia mempunyai  blind spot yang cukup besar, maka keputusan yang diambil akan cenderung konsisten untuk mencelakai diri dan orang lain. “Ini ngerinya di sini,” kata Coach Gunawan, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan,  setiap manusia memiliki empat area dalam konteks kepimpinan.  Pertama  arena (terbuka), merupakan area aman dan produktif diketahui diri sendiri dan orang lain.

Kedua blind  spot (titik buta), dimana orang mengetahui dengan jelas, namun diri sendiri tidak. Titik ini membesar seiring dengan naiknya jabatan.

Ketiga adalah façade (tersembunyi), dimana diketehui diri sendiiri, sementara orang lain tidak seperti ada keraguan personal. Dan keempat adalah uknown (gelap) tidak diketahui siapapun.

Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari leadership blind spot kerap menciptakan paradoks-paradoks antara lain paradoks pengalaman, kepemimpinan dan kesuksesan.

Akibatnya, otak melakukan efisiensi  dan otak menjadi malas berpikir, sehingga pikirannya tidak kritis lagi. Bahkan setiap informasi yang masuk selalu difilter berdasar kesuksesan dan pengalamannya.

“Akhirnya dia terjebak di jabatannya atau ilusi kompetensi seperti mekanisme menipu diri. Otak akan  bekerja secara otomatis mencari hal-hal yang membuat informasi yang kita lakukan ini kayak justifikasi,” katanya.

Sehingga ujung-ujungnya ketika seseorang memiliki jabatan tinggi, maka dia akan terjebak pada hubris syndrome yang menyebabkan kehilangan empati, karena merasa posisinya sudah tinggi.

Sindrom hubris adalah gangguan kepribadian yang didapat (acquired) akibat kekuasaan, ditandai dengan keangkuhan berlebihan, kepercayaan diri ekstrem, dan penghinaan terhadap kritik.

Kondisi ini sering menyerang pemimpin/manajer, menyebabkan pengambilan keputusan impulsif, hilangnya realitas, dan perilaku toksik.

Gejala umumnya adalah narsisisme, empati rendah, dan keyakinan bahwa mereka hanya bertanggung jawab kepada sejarah atau Tuhan. 

Coach Gunawan menegaskan, hal itu terbentuk karena sentralisasi kekuasan, kekuasaan terlalu sentralistik.

Hal ini memicu bawahan dalam menyampaikan informasi kepada atasanya kerap dilabeli atau dibumbuhi ABS (Asal Bapak Senang).

“Dampaknya banyak keputusan yang diambil cacat, karena bukan berdasarkan fakta dan data yang realistis, tapi lebih pada pembajakan yang penting bapak senang dan nyaman, semua seolah-olah solid,” ujarnya.

Adapun cara mengmenghilangkan atau memperkecil blind spot adalah sering bertanya kepada orang yang paling sering berseberangan dan setuju dengan Anda.

“Sering-seringlah bertanya, dengan pertanyaan tolong beritahu kekurangan saya. Tetapi ini harus sesuai konteks dan kontennya,” ujar Coach Gunawan.

Saat bertanya, kata dia, juga harus dilakukan dengan segala kerendahan hati, apalagi konteksnya meminta masukan terhadap dirinya.

Kemudian saat mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, tidak bersikap defensif, apalagi tidak mau mendengarkan kritik atau masukan yang diberikan.

Karena dirinya merasa yakin terhadap pengalaman dan kesuksesan di masa lalu, padahal yang sedang dihadapi adalah masa depan.

Ia berpendapat, bahwa seorang pemimpin yang tidak menyadari blind spot-nya akan merugikan dirinya sendiiri.

Sebab, blind spot tersebut bisa menjadi penghambat utama dirinya untuk maju dan bisa berakibat fatal dalam karirnya.

“Ini data CEO, seorang pemimpin korporasi di Amerika yang menyebabkan kerugian sangat besar sekitar 200-300 dolar AS.  Kesalahannya bukan strategis, tapi lebih disebabkan oleh blind spot. Jadi blind spot itu, memang bahayanya sangat dasyhat, luar biasa menghancurkannya,”  kata Coach Gunawan.

Wakil Sekjen Bidang Organisasi  Partai Gelora ini juga mengingatkan, kepada semua orang terutana kader Partai Gelora yang sedang bersemangat dalam mengerjakan sesuatu untuk lebih berhati-hati lagi, karena semakin semangat blind spot-nya semkain banyak.

“Mana yang lebih berpotensi terlena?  Orang berlari atau berjalan cepat dengan orang berjalan biasa, karena kita mau cepat. Atau sebaliknya kita terlalu slow down, makanya kita perlu jeda kognitif sebagai remnya,” ujar dia.

Rem yang dimaksud adalah perhatian orang-orang di sekitar sebagai pengingat. Hal ini disadari atau tidak, mereka akan memberikan perhatian kepada kita sebagai bentuk kepedulian agar tidak terus menerus terjebak pada blind spot.

Untuk mengurangi blindspot  tersebut, Coach Gunawan berharap semua orang punya tujuan dan cita-cita, serta dapat di selaraskan dengan cita-cita organisasi.  Namun, jangan sampai tujuan organisasi berbeda dengan tujuan pribadi.

“Selain itu, jangan pernah mengambil keputusan, ketika pikiran dan perasaan kita tidak tenang. Itu akan menjadi titik kritis kita yang tidak kita sadari” katanya mengingatkan.  

Ia menambahkan, blind spot ini berkaitan erat dengan black spot atau titik hitam. Titik hitam muncul ketika manusia dalam hidupnnya terlalu banyak mengeluh atau terlalu banyak berasalan, maka akan menghapus hikmat Tuhan.

“Contoh sederhana, saya bisa tapi sudah capek. Artinya kita sedang berfokus pada masalah. Nah, terlalu fokus pada masalah itu akan menghadirkan blind spot  dan sekarang black spot. Titik hitam ini kemudian nempel di hati dan perasaan kita,” jelasnya.

Apabila titik hitan tersebut, semakin banyak, maka hati seseorang akan semakin gelap dan jauh dari agama, Tuhan, bangsa dan negara.  

“Maka apa kata Allah SWT, berdoalah dan belajar untuk tidak terlalu banyak menyimpan emosi negatif. Mudah-mudahan kita akan selalu diberikan kesadaran akan blink spot dan black spot kita,” pungkasnya.

Fahri Hamzah Harap Para Pemimpin Punya Kepercayaan Diri yang Tinggi Hadapi Disrupsi Geopolitik Global

Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum Partai Gelomvbang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, bahwa dunia sekarang dipenuhi disrupsi akibat perang dan konflik, sehingga  memberikan ketidakpastian kepada banyak orang di seluruh dunia.

Hal itu tentu saja memberikan tantangan kepada Indonesia, dan perlu tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapinya. Sehingga dapat menciptakan peluang besar untuk melakukan perubahan yang fundamental.

“Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) ini adalah orang yang punya latar unik dalam sejarah Indonesia, salah satunya adalah confidence-nya yang berlebihan di saat bangsa ini mengalami defisit kepercayaan diri,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Peryataan tersebut, disampaikan Fahri Hamzah yang juga Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasaan Permukiman (PKP) RI dalam Kajian Pengembangan Kebangsaan Bagian-8 yang digelar secara pada Jumat (10/4/2026) malam.

Menurut dia, deposit kepercayaan diri bangsa Indonesia saat ini sangat lemah, akibat terlalu lama dininabobokan sebagai  bangsa lemah, dianggap bukan bangsa petarung dan tidak punya keinginan untuk maju.

“Ini akibat narasi yang kita kembangkan sendiri, kita dijajah 350 tahun. Narasi ini telah melemahkan kita sebagai bangsa, bahwa Indonesia bukan penguasa dunia, tetapi bangsa yang dijajah,” katanya.

Padahal Indonesia adalah termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua dunia seperti halnya Persia (Iran), Turki dan lain-lain yang menjadi penguasa dunia selama ribuan tahun.

“Makanya sekarang ada upaya untuk menulis kembali sejarah Indonesia yang dilakulan oleh Pak Fadli Zon (Menteri Kebudayaan). Indonesia rupaya termasuk salah satu negara asal muasal dari peradaban tua, yang dibuktikan oleh artefak-artefek sejarah yang ditemukan. Kita ini adalah peradaban tua,” ujarnya.

Fahri berharap seluruh pemimpin introspeksi dan memiliki kepercayaan diri atau confindence yang tinggi seperti halnya Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden mengatakan ini waktu kita, ini kesempatan kita. Di mana ada krisis, di situ ada peluang. Beliau mengingatkan, kalau di Selat Hormuz, Iran hanya mengendalikan 30% dari sumber minyak dan perdagangan dunia.  Tetapi Indonesia dengan Selat-selatnya, mengendalikan 70% dari produk-produk dunia,” ungkap dia.

Artinya, posisi strategis Indonesia jauh lebih besar dan jauh lebih kuat di masa yang akan datang, dibandingkan dengan negara lain, serta memiliki banyak peluang untuk dikembangkan.

Sehingga para elite nasional  diharapkan tidak secara terus menerus mengembangkan narasi perpecahan dan polarisasi di masyarakat yang bisa menjurus pada perpecahan bangsa.

“Saya sangat terharu dengan rakyat Iran yang mendukung para pemimpinnya. Para pemimpinnya juga mampu menggerakkan masyarakat ke depan meski di embargo puluhan tahun. Ketika satu pemimpinnya pergi sudah ada yang langsung menggantikan. Dan ditingkat bawah, rakyatnya itu turun ke jalan, memberikan dukungan sampai hari ini. Ini mengharukan,”katanya.

Karena itu, di tengah ketidakpastian situasi geoplitik global sekarang diperlukan kebersamaan yang kuat dan menyatukan seluruh komponen bangsa.

“Inilah yang menyebabkan kita memerlukan persatuan, kita memerlukan narasi persatuan, narasi kenbersamaan,” katanya.

Lalu,  diperlukan juga untuk mengatur cara kerja kelembagaan di pusat dan daerah, dengan membangun kekompakan lintas sektoral, serta kekompakan kolektif semua komponen bangsa.

Selanjutnya adalah ikut membersamai pemimpin Indonesia yang punya keinginan menjadikan Indonesia sebagai negara Superpower baru, serta ikut serta menjaga ketertiban dunia dan mewujudkan negara Palestina.

“Jika melihat pergerakan Indonesia di kancah politik global  sekarang di bawah kepimpinan Pak Prabowo. Ini  satu pertanda, bahwa kita ingin juga untuk menjadi kekuatan atau super power baru. Wajar kalau suatu hari Indonesia memimpin dunia,” kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Fahri menambahkan Presiden Prabowo memiliki kesamaan dengan Partai Gelora dalam hal narasi  gelombang sejarah dan arah baru Indonesia ke depan.

“Pak Prabowo menggunakan kata-kata konsensus, sementara Pak Ketum kita (Anis Matta) menggunakan kata-kata gelombang dalam menuliskan sejarah Indonesia yang dibagi dalam tiga gelombang. Tetapi memang kata konsensus dengan gelombang itu bisa memiliki makna yang sama,” katanya.

Konsensus  pertama yang disampaikan Presiden Prabowo diperlambangkan oleh peristiwa Sumpah Pemuda 1928, sementara gelombang pertama yang ditulis Anis Matta dalam bukunya tentang menjadi Republik.

Konsensus kedua, yaitu lahirnya Pancasila dan UUD 1945, sementara dalam buku gelombang kedua adalah fase menjadi negara modern yang kuat.

Sedangkan konsensus ketiga adalah gelombang ketiga yang ditulis Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menjadikan Indonesia sebagai negara Superpower baru.

“Apa yang dilakukan Presiden Prabowo sekarang ini adalah membebaskan Indonesia dari ketidakmandirian, Membangun kemandirian pangan, kemandirian energi, hilirisasi, industrialisasi, dan membangun basis Indonesia digital., termasuk teknologi militer dan sebagainya. Kemudian memmpersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi sumber daya yang kuat,  yang bisa mengusung tema Indonesia Superpower Baru tadi,” pungkasnya.

Serang Lebanon, Mahfuz Sidik: Israel Sabotase Gencatan Senjata AS-Iran

Partaigelora.id-Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata untuk masa dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Rabu (8/4/2026) waktu setempat, pada saat yang sama militer Israel memborbardir wilayah Lebanon Selatan, Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, telah menginformasikan kepada pihak Pakistan—sebagai mediator gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran—bahwa Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Setelah pemberitahuan tersebut, militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) langsung melakukan serangan balasan ke wilayah Israel pada hari yang sama.

Kekhawatiran akan terjadi sabotase dari Israel untuk menggagalkan kesepakan gencatan senjata dalam perang di Teluk Persia, seperti dikhawatiran banyak pihak pun mulai terbukti.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora)  Mahfuz Sidik, menyatakan pandangannya, bahwa srangan militer Israel ke wilayah Lebanon Selatan merupakan tindakan sabotase serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.

“Israel menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kekacauan keamanan di Teluk Persia beserta dampak global yang ditimbulkannya,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Kamis  (9/4/2026).

Menurut dia,  pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menolak kompromi dan akan melanjutkan perang, adalah bukti bahwa Israel-lah yang menginginkan dan paling berkepentingan dengan perang ini.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini ⁠mendorong Amerika Serikat agar menjaga kesepakatan gencatan senjata yang sudah disambut positif oleh negara-negara di kawasan Teluk dan juga masyarakat dunia.

“Sudah saatnya Presiden Donald Trump berdiri di atas kepentingan masyarakat dunia dan beralih dari alat pukul yang digunakan oleh Israel,” kata dia.

Hal itu sebagaimana pernah diucapkan Trump, bahwa Amerika tidak punya kepentingan terhadap dinamika di kawasan Teluk Persia, sehingga langkah penghentian perang oleh Amerika Serikat akan menjadi keputusan positif yang akan disambut dunia.

Karena itu, mencermati perubahan keseimbangan kekuatan akibat perang, Mahfuz mendorong pemimpin negara di kawasan Timur Tengah (Middle East), Asia Barat (West Asia), dan Afrika Utara (North Africa)—disebut sebagai MEWANA—perlu segera melakukan dialog komprehensif untuk membangun format kerja sama baru di kawasan yang lebih luas dengan bertumpu pada kekuatan mandiri.

“Format kerja sama ini harus dibangun untuk mewujudkan stabilitas (stabilisasi) keamanan dan politik, serta pengamanan jalur pelayaran dan perdagangan dunia yang melintasi kawasan tersebut,” katanya.

Peneliti Dunia Islam ini mengatakan, ⁠⁠penting bagi negara-negara di kawasan ini untuk mendefinisikan ulang siapa ancaman terbesar dan musuh bersamanya.

“Iran tidak lagi relevan diposisikan sebagai ancaman. Pelajaran dari perang ini adalah Iran dengan kekuatan dan posisi strategisnya justru harus menjadi mitra utama menggantikan Amerika Serikat dan Israel,” katanya.

Mahfuz  menegaskan, format kerja sama negara-negara Muslim di kawasan baru MEWANA akan mampu menjadi penyeimbang baru bagi Israel yang berambisi menjadi kekuatan dominan.

“Stabilitas dunia dan keamanan kawasan Teluk Persia dan sekitarnya sekarang ini kuncinya ada pada keputusan Presiden Trump, apakah akan kembali mendukung Israel melanjutkan perang atau menginisiasi penghentian perang dengan keluar dari tekanan atau jebakan Israel,” pungkasnya.

Waspada Sabotase Celah Gencatan Senjata

Partaigelora.id-Celah gencatan senjata pada perang antara Amerika Serikat dan Iran mulai terbuka. Pada selasa (7/4/2026) kemarin secara bersamaan, Presiden Donald Trump lewat akun Truth menyatakan menunda rencana serangan ke Iran untuk waktu dua pekan ke depan. Sementara, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dalam pernyataan resminya menyebutkan militer Iran akan mengentikan operasi defensifnya apabila serangan militer terhadap Iran dihentikan, dan untuk periode dua pekan ke depan Selat Hormuz berpeluang dibuka melalui koordinasi dengan pihak militer Iran.

Perkembangan positif yang mengarah kepada kesepakatan gencatan senjata ini adalah respon terhadap inisiasi mediasi yang dimotori oleh Pakistan, dengan dukungan dari pihak Saudi Arabia, Mesir dan Turki. Pihak negara-negara Teluk (GCC) secara terbuka juga mendukung upaya mediasi menuju gencatan senjata ini.

Mencermati perkembangan positif ini, Partai Gelora Indonesia berpendapat:

        1. Mendukung penuh upaya gencatan senjata dalam celah waktu terbatas selama dua pekan ke depan. Hal ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi negosiasi menuju kesepakatan penghentian perang yang sudah berjalan selama 40 hari, dan menimbulkan dampak serius berskala global.

        2. Mengapresiasi inisiatif Pakistan – melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif – yang memimpin upaya mediasi menuju gencatan senjata dan negosiasi menuju penghentian perang. Keberhasian inisiatif Pakistan juga karena dukungan kuat dari pihak Saudi Arabia, Mesir dan Turki yang sebelumnya telah mengadakan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada 29 Maret di Islamabad, Pakistan.

        3. Mendorong dibangunnya dialog komprehensif para pemimpin negara-negara muslim di kawasan, untuk mewujudkan keamanan dan stabilitasi regional yang lebih permanen, dan bertumpu pada kekuatan dan kerjasama negara-negara tersebut. Dialog komprehensif tersebut melibatkan negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah (Middle East), Asia Barat (West Asia), dan Afrika Utara (North Africa) sebagai para pihak pemangku kepentingan regional yang lebih luas.

        4. Perlu mewaspadai setiap upaya sabotase untuk menggagalkan celah gencatan senjata dan sabotase untuk menutup pintu negosiasi penghentian perang. Sabotase sangat mungkin dilakukan oleh pihak yang akan dirugikan oleh kesepakatan gencatan senjata dan penghentian perang. Israel yang sejak awal dinilai telah “memaksa” Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran, harus menghentikan semua tindakan militernya yang masih dilakukan di kawasan ini; Gaza, Libanon Selatan, dan ke wilayah Iran. Karena jika tidak, tindakan militer Israel hanya akan memporak-porandakan celah gencatan sejata dan peluang negosiasi penghentian perang.

        5. Partai Gelora Indonesia berpandangan pemerintah Indonesia perlu memberikan dukungan kuat kepada langkah mediasi yang dilakukan Pakistan bersama Arab Saudi, Mesir dan Turki. Serta mendorong negara-negara Teluk untuk memulai dialog komprehensif dengan para pemimpin negeri muslim di kawasan yang lebih luas. Pada saat bersamaan, pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan terhadap ketahanan nasional dan menjaga kohesi nasional yang sangat diperlukan untuk keluar dengan selamat dari dampak krisis global ini.

          Mahfuz Sidik
          Sekjen Partai Gelora Indonesia

          Fahri Hamzah: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu

          Partaigelora.id-Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah memberikan kritikan kepada pengamat politik senior Saiful Mujani yang menyinggung upaya untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto.

          Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini meminta publik untuk tetap berpijak pada prinsip demokrasi konstitusional dan tidak memberi ruang bagi tindakan yang bertentangan dengan konstitusi.

          “Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya. Dan jenis dari tindakan inkonstitusional itu banyak,” kata Fahri usai rapat bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

          Menurut Fahri, tindakan inkonstitusional yang dibiarkan dapat memicu kekacauan di tengah kondisi global yang tidak stabil.

          “Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional,” katanya.

           “Dan dalam sistem konstitusi kita, presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat, itu,” sambungnya.

          Fahri juga menyebut pandangan tersebut sejalan dengan para aktivis yang selama ini berjuang membangun demokrasi di Indonesia.

          “Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot,” katanya.

          Fahri juga mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri dan menjaga persatuan, terutama di tengah situasi dunia yang menuntut kekompakan.

          “Ya, tolong introspeksi jugalah ya. Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macamlah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat,” ujarnya.

          “Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust-lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu,” pungkasnya.

          Saiful Mujani sendiri merupakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah sekaligus pendiri lembaga penelitian, konsultansi politik dan kebijakan berbasis riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

          Belakangan potongan videonya yang dinarasikan mengajak menjatuhkan pemerintah ramai di media sosial

           Pada potongan video itu Mujani bicara di acara  ‘Halal Bihalal Pengamat’.

          “Ya hanya kita yang bisa, rakyat, ’98 juga tidak akan terjadi kalau rakyat dan teman-teman enggak turun, enggak akan itu MPR akan menurunkan Suharto, enggak akan,” kata Mujani dalam potongan video yang dicantumkan Hasan.

          Omongan Mujani itu juga direspons eks Kepala PCO Hasan Nasbi yang mengkritik keras pernyataan tersebut. Lewat Instagram @hasan_nasbi ia menyampaikan kekecewaannya sekaligus mengkritik balik Saiful Mujani.

          “Saya terpaksa mengungkapkan kekecewaan saya,” kata Hasan dalam Instagram-nya, dikutip Senin (6/4/206).

          Hasan menyentil sejumlah pihak yang mengaku pejuang demokrasi, namun pada prakteknya hanya mengakui demokrasi jika pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan mereka.

          Hasan juga menyebut orang-orang itu yang menurutnya kerapkali tergoda menyampaikan pernyataan yang melampaui batas, salah satunya ajakan menjatuhkan pemerintah.

          Ia menyentil orang semacam itu menurutnya tidak paham esensi demokrasi, sehingga berbanding terbalik dengan pengakuannya sebagai pejuang demokrasi.

          “Apalagi yang menyampaikan ingin menjatuhkan presiden itu seorang profesor ilmu politik, seorang konsultan politik, seorang polster,” ujarnya.

           

          Partai Gelora ‘Kick Off Program Capacity Building’, Program Peningkatan Kapasitas DPD

          Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan peluncuran atau Kick Off ‘Progam Capacity Building DPD’ dalam rangka meningkatkan kapasitas para pengurus di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesia menjelang pelaksanaan Pemilu 2029 mendatang.

          Launching tersebut, digelar di sela-sela acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H dan Rakor IV Pimpinan DPP-DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (4/4/2026).

          “Partai Gelora hari ini meluncurkan program pengembangan kapasitas untuk para pimpinan partai di DPD. Hal ini kita lakukan dalam rangkaian menabung syarat-syarat kemenangan di Pemilu 2029.” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

          Menurut dia, program pengembangan peningkatan kapasitas DPD ini, untuk melengkapi tiga program yang telah diluncurkan sebelumnya. Yakni Program Ideologisasi, Program Pengembangan Wawasan dan Program Rekruitmen Anggota.

          “Saya mengingatkan kepada seluruh DPW dan DPD yang belum melakukan Program Ideologisasi untuk segera mengatur jadwal penyelenggaraan kaderisasi,” kata Anis Matta yang juga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI ini.

          Sedangkan mengenai Program Pengembangan yang memiliki enam tema, yakni Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan bertujuan untuk membangun komunitas atau masyarakat berpengetahuan.

          Ia berharap agar seluruh pengurus di pusat dan daerah agar mengikuti program tersebut melalui ruang zoom meeting, sementara para kader bisa mengikutinya lewat platform media sosial seperti Facebook, Tiktok, Insagram, YouTube dan Twitter (X).

          “Alhamduillah, terutama soal tema geopolitik mendapatkan sambutan luas masyarakat, tidak hanya pengurus dan kader. Dan Insya Allah kita juga akan membuat Podcast untuk tema geopolitik dan isu-isu politik,” katanya.

          Anis Matta menegaskan, bahwa dengan memberikan pengetahuan dan mengedukasi publik secara konsisten melalui program pengembangan wawasan, maka secara tidak langsung mengajak publik terlibat aktif dalam politik dan ikut serta memberikan arah dalam perjalanan bangsa.

          “Program pengembangan wawasan ini merupakan bahan saudara-saudara semuanya untuk melakuan rekruitmen. Program Rekruitmen Anggota yang sudah kita launching bulan lalu, bisa kita mulai dari sini,” kataya.

          Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan, Program Capacity Building ini merupakan program nasional, program pengembangan kapasitas struktur tidak hanya untuk pengurus DPD saja tetapi juga pengurus di DPP dan DPW.

          “Program peningkatan kapasitas struktur ini, merupakan program prioritas kategori Indonesia,” ujar Mahfuz.

          Wakil Ketua Tim Capacity Building DPW-DPD Gungun Gunawan mengatakan, program peningkatan kapasitas untuk DPD ini, bukan sekedar ‘Kick Off’, melainkan lanjutan pemenuhan aktivitas kognitif dari struktur partai di seluruh Indonesia yang diinisiasi DPP Parta Gelora melalui Program Indiologisasi.

          “Program ini kita sebut sebagai program peningkatan kapasitas untuk manajemen Partai Gelora, karena struktur sudah terbentuk. Pimpinan kita ingin terciptanya masyarakat berpengetahuan, sekaligus menciptakan learning yang lebih terukur,” kata Gunawan.

          Ia menjelaskan, Tim Capacity Building DPW-DPD ini diketuai oleh Mohammad Syahfan Badri Sampurno, sedangkan Muhammad Sutiyadi sebagai Sekretaris Tim.

          Mahfuz Sidik selaku Sekjen Partai Gelora bertindak sebagai Ketua Tim Pengarah, sementara beberapa Ketua Koordinator Bidang DPP Partai Gelora menjadi Anggota Pengarah antara lain Akhmad Faradis, Ahmad Zainuddin, Rico Marbun, Triwisaksana, dan TB Dedi Miing Gumelar.

          Sekretaris Tim Capacity Building DPW-DPD Muhammad Sutiyadi mengatakan, bahwa program ini merupakan kebutuhan pengembangan kapasitas kepemimpinan manajemen organisasi dan kemampuan berpikir strategis di tingkat pimpinan DPD

          “Jadi hari ini kita tidak hanya sekedar meluncurkan program pelatihan, tapi kita juga sedang memulai mesin penggerak baru bagi jalannya organisasi,” kata Sutiyadi.

          Peningkatan kapasitas DPD, kata Kapten Yadi-sapaan akrab Muhammad Sutiyadi, akan menentukan kemenangan Partai Gelora ke depannya, karena DPD merupakan garda terdepan partai.

          “Materi akan diberikan para pemateri yang berpengalaman dalam politik, sekaligus akan menjadi pendamping untuk menterjemahkan visi misi strategis di lapangan. Kita akan jadikan DPD ini driver kemenangan,” katanya.

          Sehingga para pengurus di DPD, nantinya tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki kapasitas dan basis riil di akar rumput.

          “Kita akan memberikan potret objektif mengenai kapasitas mesin partai menjelang verifikasi di tahun 2027 menuju kemenangan di 2029,” katanya.

          Kapten Yadi mengatakan, materi yang diberikan dalam pengembangan kapasitas DPD ini akan dibagi dalam empat klaster dengan 16 modul. Pertama Klaster Manajemen, Manajemen Komunikasi, Manajemen Organisasi dan Manajemen Penggalangan.

          “Sehingga kita bisa membangun leadership dengan menjadikan struktur efektif yang terukur. Tentu hasilnya mengubah struktur ini menjadi suara,” katanya.

          Artinya setiap pengurus DPD, lanjut dia, akan menjadi poros penggerak utama organisasi partai. Dimana tidak hanya sekedar aktif, tetapi juga mampu berpikir strategis dalam menggerakkan organisasi.

          “Dalam waktu 6-12 bulan mendatang, kita dapat mengetahui keberhasilannya. Kita akan memiliki struktur yang lebih rapi, serta pengurusnya memiliki kapasitas dan energi kepemimpinan,” pungkasnya.

          Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Dampak Perang Teluk terhadap APBN

          Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik meminta pemerintah mengantisipasi dampak serius dari perang di Kawasan Teluk apabila perang semakin meluas dan menunjukkan peningkatan ekskalasinya.

          Sebab, hal itu akan berdampak pada domestik, ekonomi dan APBN Indonesia, jika harga minyak mentah dunia nantinya menembus USD 200 per barel.

          “Apakah BBM kita bisa bertahan dengan sistem subsidi, apabila 2-3 bulan ke depan misalnya, perang semakin meluas. Bagaimana dampaknya pada APBN kita?” kata Mahfuz Sidk.

          Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Perang Akan Segera Berakhir?, Membaca Skenario End-War Game dan Situasi Paska Perang (Aftermath) Antara AS-Israel dan Iran’, Jumat (3/4/2026) malam.

          Menurut Mahfuz, harga minyak mentah dunia bisa menyentuh USD 200 per barel, apabila jalur distribusi energi semua terganggu, tidak hanya di Selat Hormuz, tapi juga di Selat Bab el Mandeb dan Laut Merah.

          “Dunia akan menderita, tidak hanya Indonesia. Dunia akan mengalami krisis energi dan dunia akan mengalami depresi ekonomi yang sangat kuat,” ujarnya.

          Tersendatnya distribusi energi, kata Mahfuz, akan membawa dampak ikutan pada sektor pertanian dan pangan yang bisa menyebabkan bencana kelaparan global.

          “Ini akan menjadi bencana global. Tidak akan mampu ditanggung oleh negara sebesar dan sekuat apapun,” katanya.

          Karena itu, Mahfuz menyoroti soal kemampuan APBN 2026 dalam mengantipasi dampak tersebut, karena sepertiga APBN masih dibiayai dari utang, sehingga Indonesia tidak memiliki keleluasaan dalam mengelola anggaran.

          “Kenaikan harga BBM sekarang ini sudah menguras cadangan devisa kita. Dan kalau perang ini misalnya berlanjut sampai 6 bulan ke depan, maka sebagaimana banyak negara lain, APBN kita juga tidak akan mampu menutup ini,” katanya.

          Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel yang sudah memasuki pekan kelima tersebut, tidak dapat diketahui secara pasti akan berakhir.

          “Saatnya sekarang pemerintah menjelaskan situasi ini secara gamblang, secara jelas, tanpa ditutup-tutupi, tanpa dikurangi atau dilebihkan. Ini harus dijelaskan kepada masyarakat seluas-luasnya,” katanya.

          Hal ini penting, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi mengajak masyarakat secara kolektif sebagai bangsa dan negara agar mempersiapkan diri secara bersama-sama menanggung resiko dampak perang.

          “Apabila masyarakat tidak mendapat penjelasan. Dan kalau guncangan ini datangnya lebih cepat, maka bukan saja pemerintah dengan APBN-nya yang tidak siap, tapi yang kita khawatirkan adalah ada reaksi balik, ada social unrest (kerusuhan sosial),” katanya.

          Kerusuhan sosial, lanjut dia, bisa terjadi karena masyarakat marah, fustasi, serta tidak siap melihat situasi dan kondisi sekarang, yang menambah beban hidup mereka sehari-hari.

          “Jadinya bukan malah bersama-sama bergandengan tangan, justru malah akan saling menyalahkan. Ini yang harus kita hindari,” tegasnya.

          Mahfuz berharap pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta anggota dewan di DPR dan DPRD, perlu mulai berbicara skenario terpahit.

          “Saya kira masyarakat kita, masyarakat yang pintar, masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang sudah terbiasa menghadapi situasi-situasi sulit,” katanya.

          Ia berharap perang AS-Israel melawan Iran segera berakhir, sebagaimana banyak negara lain, Indonesia juga menginginkan perdamaian dunia, karena merupakan amanah konstitusi.

          “Tetapi kita perlu mendiskusikan, bagaimana Indonesia mulai meletakkan kembali strategic positioning-nya, posisi strategisnya di dalam dunia yang mulai berubah,” ujarnya.

          Mahfuz menambahkan, bahwa Presiden AS Donald Trump sekarang berusaha sekuat tenaga untuk segera mengakhiri perang, karena tekanan politik domestik yang semakin menguat terhadap dirinya.

          Namun, Trump tidak mau mengaku kalah perang dengan Iran, meskipun kekuatan militernya mengalami kehancuran, serta kerugian besar secara finansial, dimana harus merogoh kocek USD 40 miliar untuk membiayai perang hingga hari ini.

          Pengamat politik Timur Tengah ini menilai Amerika telah menyiapkan empat skenario untuk mengakhiri permainan perang ‘End-War Game bersama Israel.

          Adapun skenario pertama, klaim kemenangan prematur. Amerika menyatakan secara sepihak kemenangan terhadap Iran dalam perang ini, dengan mengungkapkan kekuatan militer Iran telah dilancurkan bersama Israel.

          Lalu, skenario kedua, gencatan senjaran bersyarat. Ada keterlibatan pihak ketiga untuk melalukan perundingan untuk mencari titik temu negosiasi 15 poin tuntutan dari Amerika dan 7 poin tuntutan dari Iran.

          Kemudian skenario ketiga, Amerika dan Israel melanjutkan serangan militer secara masif hingga mampu melumpuhkan Iran, terutama instalasi kekuatan militernya. Tetapi hal ini akan mendapatkan serangan balangan dari Iran, dan perang bisa semakin meluas.

          Terakhir skenario keempat, perang berlarut dan kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Skenario ini hanya mungkin terjadi apabila Presiden AS Donald Trump mendapatkan persetujuan dari Kongres untuk melanjutkan perang.

          “Kongres juga menyetujui anggaran tambahan untuk perang sebesar USD 200 miliar. Kalau ini terjadi Trump tidak akan berpikir panjang, tidak akan berpikir lama untuk melanjutkan perang dengan Iran,” katanya.

          “Artinya, Amerika punya nafas untuk berperang selama 200 hari lagi dengan asumsi 1 hari USD 1 miliar. Itu berarti ada 6 bulan lebih untuk mengalahkan Iran. Tetapi sebaliknya, juga siap berperang panjang, bahkan bertahun-tahun,” pungkasnya.

          Fahri Hamzah Ajak Perkuat Persatuan Saat Silaturahmi dengan Muhammadiyah

          Partaigelora.id– Partaigelora.id-Momentum pasca-Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat kohesi sosial dan memperkuat persatuan bangsa. Dalam suasana Syawal yang sarat makna kebersamaan, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengajak masyarakat untuk menjaga prasangka baik dan memperkuat keyakinan kebangsaan.

          Ajakan itu disampaikan Fahri Hamzah, saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Cirendeu, Tangerang Selatan, Selasa (31/3/2026).

          Dalam forum tersebut, Fahri, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di pemerintahan Prabowo dan Gibran itu, menekankan pentingnya membangun sikap saling percaya di tengah masyarakat, khususnya di kalangan umat Islam.

          Ia menilai, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

          “Dalam forum ini saya mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk senantiasa mengedepankan prasangka baik serta memperkuat keyakinan sebagai bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara,” ujar Fahri.

          Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019  menekankan pentingnya budaya saling mendengar dalam kehidupan bermasyarakat.

          Fahri mengapresiasi kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya keputusan dan hasil yang lebih baik.

          “Semakin sering kita saling mendengar dengan baik, hasilnya akan semakin baik,” kata Fahri.

          Ia menambahkan, kemajuan hanya dapat dicapai dalam suasana yang positif dan penuh kebersamaan. Karena itu, komunikasi dan sinergi antar-elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

          Menurut Fahri, bulan Syawal merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan.

          Ia menyebut, semangat kebersamaan yang tumbuh selama Ramadan perlu dijaga dan diteruskan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

          “Momentum bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan,” kata dia.

          Di akhir pernyataannya, Fahri menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat. Ia berharap, semangat kemenangan setelah Ramadan dapat menjadi energi baru dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih harmonis.

          “Minal Aidzin Wal Faidzin. Semoga kita semua dapat memasuki hari-hari kemenangan dengan semangat baru pasca-Ramadan,” tutup politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.

          Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menjelaskan tingginya antusiasme jamaah membuat suasana acara menjadi padat.

          “Kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini terdapat kekurangan,” kata Mu’ti.

          Meski demikian, ia menilai suasana hangat yang tercipta menjadi kekuatan dalam mempererat silaturahmi. Ia juga mewakili warga Muhammadiyah menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekhilafan selama ini.

          Mu’ti turut memaparkan perkembangan amal usaha Muhammadiyah yang terus meningkat, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun program studi di berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah.

          “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

          Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama di tengah persaingan sektor pendidikan yang semakin ketat. Ia berharap kegiatan silaturahmi ini dapat memberikan inspirasi dan penguatan bagi seluruh peserta.

          “Kami berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mendapatkan inspirasi dan penguatan,” ucapnya.

          Tiga Prajurit TNI Gugur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

          Partaigelora.id-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan, Keluarga Besar Partai Gelora berduka atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL, akibat serangan artileri militer Israel (IDF) di wilayah Libanon Selatan; Libanon pada Senin (30/3/2026).

          “Keluarga Besar Partai Gelora Indonesia mengucapkan Turut Berduka Cita atas gugurnya prajurit Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Semoga Allah SWT menempatkan mereka dalam barisan Syuhada dan seluruh keluarga mereka diberikan kekuatan, serta ketabahan,” kata Mahfuz dalam keterangan, Selasa (31/3/2026).

          Diketahui, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon gugur saat menjalankan misi penjaga perdamain di Indonesia di Timur Tengah.

          Mereka tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut serangan Israel di Lebanon.

          Insiden tersebut terjadi di tengah serangan dan pendudukan Israel ke Lebanon. Bahkan, sejak awal Maret 2026, Israel memperluas serangan untuk mencaplok Lebanon selatan.

          Menurut Mahfuz, peristiwa ini harus menjadi concern dan keprihatinan Indonesia. Investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban harus dituntut atas insiden yang mencoreng spirit pasukan penjaga perdamaian.

          “Saya kira tidak hanya Partai Gelora yang kehilangan atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI, yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI-Konga XXIII-S UNIFIL. Tapi seluruh Indonesia berduka,” katanya.

          Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menilai serangan militer Israel ke garis demarkasi antara Libanon dan Israel (Blue Line) adalah bentuk pelanggaran serius terhadap aturan hukum internasional tentang Blue Line, yang mengacu kepada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006.

          “Blue Line adalah area bebas senjata, penghentian permusuhan dan berlaku ketentuan inviolability, yaitu tidak boleh dilanggar oleh para pihak yang bersengketa,” tegas Mahfuz Sidik.

          Menurut Mahfuz, serangan beruntun militer Israel ke wilayah demarkasi ini menyebabkan keberadaan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB, menjadi sangat rentan dan beresiko tinggi.

          “Meskipun pasukan UNIFIL memiliki kewenangan melakukan self-defense, yaitu menggunakan kekuatan senjata untuk pertahanan diri, namun dalam serangan militer Israel yang menggunakan rudal, akan membuat pasukan UNIFIL sulit melakukan self-defence,” kata dia.

          Mahfuz yang pernah mengunjungi markas pasukan penjaga perdamaian TNI di Libanon Selatan itu, menegaskan, bahwa serangan Israel menggunakan rudal di Libanon Selatan mengancam keselamatan jiwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia. “Nyawa mereka terancam setiap saat.” tegasnya.

          Mahfuz menilai pemerintah dan militer Israel telah seringkali melanggar perjanjian dan kesepakatan. Misalnya selama masa gencatan senjata di Gaza sejak Oktober tahun lalu.

          “Militer Israel masih kerap melakukan pemboman di wilayah Gaza dan kantong-kantong pengungsian,” ungkapnya.

          Pengamat Timur Tengah ini menunjukkan, data kekejaman dan kebengisab militer zionis Israel sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026, telah memakan korban jiwa 600-an warga sipil Gaza.

          “Jadi jika kali ini militer Israel melanggar aturan Blue Line di Libanon Selatan dan mengakibatkan tiga pasukan TNI gugur, ini adalah pola ulangan dari perilaku brutal militer Israel,” ungkap Ketua Komisi I DPR RI periode 2010-2017.

          Mengacu kepada peristiwa ini, Mahfuz mengusulkan agar pemerintah Indonesia menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan stabilisasi Internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace.

          “Saya mendesak agar pemerintah menunda dan mengkaji ulang rencana pengiriman pasukan ke Gaza,” kata Sekjen Partai Gelora ini.

          Mahfuz melihat militer Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan melanggar aturan PBB tentang Blue Line di Libanon Selatan, serta terus melakukan serangan bersenjata yang mengorbankan banyak warga dan pasukan penjaga perdamaian.

          Ia mengecam pemerintah dan militer Israel tidak pernah menyatakan penyesalan dan pengakuan terhadap tindakan pelanggaran serius ini. Bahkan pemerintah Amerika Serikat yang selama ini menjadi pelindung dan sekutu Israek ikut membiarkan tindakan itu.

          Jadi menurut Mahfuz, tidak ada jaminan keamanan sedikitpun bagi pasukan stabilisasi internasional (ISF) di bawah payung Board of Peace yang akan ditempatkan di Gaza.

          Apalagi ada desakan dari Israel agar tugas pertama dari pasukan stabilisasi di Gaza ini adalah melakukan perlucutan senjata dari pejuang Hamas dan pendukungnya.

          “Hal ini tentu akan sangat beresiko tinggi bagi keamanan dan nyawa pasukan TNI di Gaza,” tutup Mahfuz.

          Alamat Dewan Pengurus Nasional

          Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

          Newsletter

          Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

          X