Anis Matta: Refleksi Ibadah Haji Jadikan Umat Islam Menjadi Manusia Global

Partaigelora.id-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengatakan, ada banyak refleksi yang bisa dipetik dari ibadah haji setiap tahunnya, tak terkecuali pada pelaksanaan Ibadah Haji 1447 H/2026 ini.

Hal tersebut disampaikan Anis Matta dalam acara Perspektif Anis Matta dengan tema Refleksi Haji: Dari Gap Politik Sampai Beda Pendapat Umar dan Abu Bakar yang tayang di kanal YouTube Gelora TV, Kamis (28/5/2026) malam.

Dalam perspektifnya, Anis Matta mengatakan, ada banyak sudut pandang untuk melihat refleksi dari ibadah ini.

Sebab, haji adalah ibadah yang pada akhirnya bertujuan mengingatkan tentang nilai-nilai pembangunan kohesi sosial.

“Jadi semua gap di dalam politik, ekonomi dan kehidupan sosial, pada dasarnya adalah sifat melenceng dari fitrah dasar kita semua,” kata Anis Matta.

Karena itu, lanjut dia, ketika satu tipikal amalan yang dipelajari atau dikerjakan secara menerus akan terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti.

“Di sini kita belajar, itulah amalnya nabi-nabi. Ketika Islam itu datang , lalu menjadikan haji sebagai rukunnya ,” katanya.

Sebab, di situlah pada akhirnya manusia menyadari satu asal usul dan satu tujuan ke tempat kembali kepada sang pencipta, yaitu Allah SWT.

Sehingga melalui kohensi sosial ini diharapkan dapat terwujud lewat kesadaran yang digugah selama hari-hari ibadah dari Mekkah sampai Arafah.

Mereka semua dalam balutan kain ihram, dan tidak ada bedanya antara raja, presiden, pejabat, orang kaya dan rakyat jelata.

Karena balutan kain ihram adalah simbol utama penanggalan atribut keduniawian. Pakaian ini menjadi pengingat konkret akan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.

Pakaian ihram dapat menghapus sekat-sekat status sosial, kekayaan, maupun jabatan. Hal itu menunjukkan bahwa di mata Allah SWT yang membedakan hanyalah ketakwaan

Selain itu, balutan putih yang sederhana melambangkan kesucian dan kebersihan hati, layaknya bayi yang baru lahir ke dunia tanpa membawa harta maupun dosa.

Karena itu, kata Anis Matta kembali menegaskan,bahwa apabila gap atau ketimpangan dalam politik, ekonomi, dan sosial, sejatinya adalah sifat melenceng dari fitrah dasar manusia.

“Pada akhirnya, manusia punya persamaan tunggal, yaitu satu awal, satu tujuan, dan satu tempat kembali,” katanya.

Meski begitu, menurut Anis Matta, persamaan manusia dalam hal ini sekaligus juga sebagai pemantik untuk terus ditelaah dan mencoba mewujudkan konsep keadilan menurut Islam.

“Yang tidak selalu harus dimaknai sama rata sama rasa,” ujar Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora ini lantas mencontohkan lewat kisah perbedaan beda pendapat antara Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, soal imbalan negara bagi kaum Muhajirin dan Anshar.

Anis Matta mengingatkan pula bahwa haji adalah wujud pasti dari terkabulnya sebuah doa Nabi Ibrahim as.

Tak hanya sewaktu, doa ini diijabah terus-menerus tanpa henti, sampai kelak hari kiamat tiba.

Di sini, Anis Matta bicara tentang rahasia amal nabi-nabi. Ada ciri yang bisa dikenali. Dan kita pun semestinya terus berusaha untuk bisa meneladani dan mengamalkannya.

“Maknanya adalah setiap orang yang menjadi muslim harus menjadi manusia global.,” pungkas Anis Matta, Wamenlu RI Urusan Dunia Islam ini.

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X