Category: Gelora Terkini

Partai Gelora Indonesia Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Perlu Ada Kemandirian Sekarang

JAKARTA – Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ahmad Nur Hidayat meminta pemerintah menahan diri untuk melakukan impor di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pemerintah hendaknya mulai berdikari dan berpikir kreatif untuk kemandirian di segala bidang agar mempercepat posisi Indonesia berada dalam lima besar dunia.

“Covid-19 telah mengajarkan kita, bahwa pandemi bisa menghancurkan pariwisata, perdagangan dunia dan kebebasan sosialisasi antar bangsa. Kita perlu berdikari dan menjaga kemandirian sebagaimana yang diserukan oleh founding father,” kata Ahmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, kemandirian itu diperlukan untuk memulihkan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan secara nasional.

“Kita harus memikirkan pemenuhan kebutuhan pokok dari kekuatan domestik. Gelora mengajak kita semua untuk menahan diri tergantung kepada produksi negara lain,” katanya.

Analis kebijakan publik ini menilai pilihan pendanaan untuk pemulihan ekonomi imbas krisis global berlarut akibat pandemi Covid 19 saat ini sangat terbatas, karena pasar keuangan dunia tidak memiliki kemewahan seperti dulu.

“Ini saatnya diperlukan dirigen smart dari tim ekonomi yang mengharmonisasi perekonomian Indonesia yang kompleks ini,” kata MadNur, sapaaan akrab Ahmad Nur Hidayat.

MadNur yakin dengan kemandirian tersebut, maka perekonomian Indonesia bisa segera pulih, dan bahkan mempercepat sebagai lima besar kekuatan dunia.

Hal itu dengan catatan asal semua pihak mengedepankan kepentingan nasional, bukan kepentingan sektoral, regional maupun kelompok bisnisnya sendiri.

“Saat ini ada indikasi kepentingan sektoral menguat daripada kepentingan nasional. Bank Indonesia tidak boleh memikirkan ego institusinya sendiri begitu juga OJK, LPS dan dan Forum KSSK (Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” katanya.

Saat ini, lanjutnya, neraca ekonomi makro Indonesia di ujung tanduk dan banyak sektor yang harus diselematkan terutama sektor UMKM. Sehingga diperlukan kreativitas ekonomi dalam mencari solusi mengatasi krisis berlarut tersebut.

Pemerintah maupun tim ekonomi tidak boleh main-main dengan stabilitas keuangan saat ini. Karena akan membuat distabilitas yang lebih besar, jika salah dalam mengelolanya.

“Gelora mengajak Indonesia berfikir kreatif, tanpa destruktif terhadap tatanan yang ada untuk mempercepat posisi Indonesia yang berada dalam lima besar dunia,” pungkasnya.

Ratih Sanggarwati Ajak Perempuan Indonesia Jadi ‘Pedagang’ saat Pandemi Covid-19

JAKARTA – Salah Satu Ketua Bidang DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Ratih Sanggarwati mengajak seluruh perempuan di tanah air menjadi pedagang atau pengusaha saat masa pandemi Covid-19. Banyak potensi bisa digali di sekitar rumah menjadi pundi-pundi uang.

“Sebagai perempuan, kita harus berbuat banyak di masa pandemi karena lebih banyak di rumah, agar mendapatkan penghasilan. Setiap perempuan punya kemampuan diri yang sudah terlihat atau masih terpendam untuk dikembangkan,” kata Ratih dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Hal ini disampaikan Ratih Sanggarwati yang juga Motivator Pengembangan Diri, Komunikasi dan Interpersonal Skill dalam Zoominari bertema ‘Menggali Potensi di Masa Pandemi’ pada Rabu (29/7/2020) lalu.

Menurut Ratih, setiap manusia terutama kaum perempuan memiliki kemampuan dasar yang sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi di saat pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

“Apa yang sudah terlihat, itulah potensi kita sekarang. Tetapi ada potensi yang belum diketahui di dalam diri kita yang bisa dikembangkan. Potensi paling dasar manusia itu adalah pedagang atau pengusaha,” katanya.

Artinya, secara isyarat fisik maupun non fisik manusia adalah seorang pedagang. Potensi fisik adalah usaha yang membutuhkan ketrampilan atau kreatifitas tertentu, sementara potensi non fisik lebih pada ide atau pemikiran, sehingga mendapatkan jasa.

“Jadi saya katakan, bohong kalau seseorang mengatakan tidak bisa berdagang. Dokter saja memperdagangkan ilmu dan mengobati pasien, guru juga memperdagangkan ilmunya, apalagi lawyer. Mereka dibayar dengan gaji atau uang karena jasanya, karena semua prinsipnya adalah pedagang,” katanya.

Ratih berharap perempuan yang memiliki potensi fisik maupun non fisik bisa saling berkolaborasi dan bekerjama untuk menjual produk-produk yang mereka hasilkan. Produk yang meraka hasilkan bisa dipasarkan di situs jual beli online, facebook, instagram atau komunitas.

“Ada yang membuat produknya, seperti handycraft. Tapi ada juga yang tidak bisa membuat produknya, tapi punya kemampuan untuk menjual. Kalau pakai baju atau kacamata, misalkan selalu diingini orang lain. Menyambungkan saja atau reseller, itu sudah potensi. Ini lahan di bidang jasa,” sambungnya.

Karena itu, Ketua Bidang DPN Partai Gelora Indonesia ini menilai kaum perempuan tidak perlu malu menjadi seorang broker atau reseller. Karena mereka menjual jasa berupa ide atau pemikiran yang tidak dimiliki oleh semua orang.

“Jangan malu menjadi broker, perantara atau reseller, karena para produsen sebenarnya memerlukan reseller. Ada yang jadi produsen dan ada reseller, jika semua perempuan siap berkolaborasi tentu perempuan Indonesia akan berdaya,” katanya.

Ratih menambahkan, dalam menggali potensi fisik maupun non fisik tersebut, jangan terlalu memikirkan keuntungan besar terlebih dahulu. Lebih baik memikirkan inovasi atau kreatifitas, dan melihat orang-orang di sekeliling yang bisa membantu pengembangan usaha.

“Dalam pandemi Covid-19 saat ini, mencari uang Rp 100 ribu tidak mudah. Sopir Grab (taxi/ojol, red) saja yang biasa dapat Rp 250 ribu, sekarang hanya Rp 75 ribu. Keuntungan tiga ribu, lima ribu memang kecil, tetapi kalau kita giat ada 30 orang saja, Rp 100 ribu tentu mudah ditangan. Kuncinya, kolaborasi atau bekerja sama,” pungkasnya.

Anis Matta: Idul Adha Jadi Momentum Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta menegaskan, perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H pada tahun 2020 ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial seluruh komponen bangsa Indonesia.

Karena itu, Anis Matta mengajak umat Islam untuk lebih banyak menebar hewan kurban guna meringankan beban hidup masyarakat akibat krisis global berlarut yang dipicu oleh pandemi Covid-19.

“Momentum Hari Raya Idul Adha 1441 H hadir di saat kita menghadapi krisis global berlarut yang menyebabkan penderitaan begitu banyak dialami saudara-saudara kita. Mari kita menunjukkan kesetiakawanan sosial di tengah krisis dengan memperbanyak menebar kurban,” kata Anis Matta, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Anis, berkurban adalah salah satu ibadah yang dianjurkan saat Hari Raya Idul Adha. Yakni sebagai wujud kecintaan kepada Sang Pencipta, juga bentuk kesetiakawanan sosial kepada sesama umat manusia dengan membantu masyarakat yang membutuhkan .

“Dengan menebar lebih banyak kurban, meski kita tidak menyelesaikan masalah, tapi paling tidak meringankan beban saudara-saudara kita. Mari kita nyatakan cinta kepada Allah dan kesetiakawanan sosial kepada saudara-saudara kita,” katanya.

Kesetiakawanan sosial ini, kata Anis, setidaknya telah ditunjukkan oleh masyarakat di sekitar rumahnya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan pada perayaan Idul Adha 1441 H. Mereka berkurban puluhan ekor sapi dan kambing melebihi jumlahnya di tahun normal.

“Krisis justru bikin kita lebih dekat dan rekat. Semangat berkurban masyarakat di tengah krisis ini luar biasa. Setidaknya itu di lingkungan saya, di mushollah, masjid, RT sekitar rumah ada puluhan sapi dan kambing kurban, melebihi jumlah tahun lalu saat normal,” ungkap Anis Matta.

Anis Matta menilai Idul Adha adalah rekonstruksi perjalanan panjang Nabi Ibrahim AS menjalankan perintah Allah SWT dan membangun peradaban Islam.

“Semoga kita dapat mengambil makna terdalam dari salah satu peristiwa penting dalam Islam ini,” kata Ketua Umum Partai Gelora Indonesia .

Ketua MPR Berharap Partai Gelora Masuk Senayan pada 2024 agar Bisa Memberi Arah Baru Indonesia

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bisa lolos ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang. Partai Gelora bisa memberi arah baru dan angin segar yang menyejukkan perpolitikan Indonesia.

“Saya berharap Partai Gelora masuk ke Senayan pada 2024, sehingga ada angin segar dan darah segar. Jadi arah baru Indonesia, sesuai slogan Partau Gelora bisa membawa perpolitikan di Indonesia,” kata Bamsoet usai menerima Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Bamsoet juga berharap agar Partai Gelora juga menjaga ‘cuaca perpolitikan’ di Indonesia agar kondusif dari berbagai isu politik seperti RUU Haluan Ideologi Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, penanggulangan dampak pandemi Covid-19 dan lain-lain.

“Kalau Gelora bisa ikut menjaga cuaca perpolitikan agar kondusif. Kalau Gelora ikut menjaga saya senang, jangan sampai nanti partai lama kalah dengan Gelora sebagai partai baru dalam menentukan ‘cuaca perpolitikan’ Indonesia,” katanya.

Ketua MPR RI menegaskan, Partai Gelora memiliki komitmen untuk bersama-sama membangun bangsa. “Terima kasih atas silaturrahimnya. Saya percaya, Partai Gelora Indonesia punya komitmen yang sama untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Muhammad Anis Matta mengatakan, berbagai hal kepada Ketua MPR dalam kunjungan silahturahmi tersebut. Antara lain menyampaikan keberadaan Partai Gelora Indonesia yang telah disahkan oleh Menkumham dan perkembangan kepengurusan, mengenai kondisi perpolitikan, masalah pandemi Covid-19 dan lain-lain.

“Jadi kunjungan silaturrahim perkenalan Partai Gelora kepada semua pimpinan lembaga tinggi negara. Kita sampaikan Partai Gelora sebagai pelopor partai digital pertama, karena mendaftar dan disahkan secara virtual. Kita mendaftar saat ada Lockdown pada Maret lalu, dan disahkan pada Juni 2020,” kata Anis.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta mengusulkan merevisi UU Pemilu agar pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) dipisah tidak dilaksanakan secara bersamaan. Selain itu, juga meminimalisir jumlah korban jiwa petugas KPPS seperti pada Pemilu 2019 lalu.

“Kita ingin UU Pemilu direvisi, agar ada pemisahan antara Pemilu Legislatif dan Pilpres, serta mengurangi korban jiwa seperti terjadi di Pilpres 2019 lalu,” tandas Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Anis Matta didampingi Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Ketua Bidang Politik dan Pemerintah Sutriyono, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Ratih Sanggarwaty, Ketua Bidang Jaringan Lembaga Ratu Ratna Damayani dan lain-lain.

Pertemuan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo merupakan rangkain safari politik Partai Gelora Indonesia dengan pimpinan lembaga tinggi negara, partai politik dan tokoh-tokoh nasional, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Senin (21/7/2020). Setelah bertemu Bamsoet, Partai Gelora Indonesia akan melanjutkan safari silahturahmi politiknya dalam waktu dekat.

Partai Gelora Bertemu Jokowi IMG01

Bertemu Jokowi, Partai Gelora Beri Dukungan Pemerintah Atasi Dampak Pandemi Covid-19

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat bersilahturahmi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (20/7/2020).

“Kami memberikan dukungan Presiden Jokowi dan pemerintah untuk mengatasi wabah covid 19 dan dampak sosial ekonominya. Ini jadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah isolasi yang dialami banyak negara saat ini,” kata Anis Matta di Jakarta.

Presiden Jokowi, dalam pertemuan tersebut, menjelaskan situasi yang dihadapi Indonesia terkait Pandemi Covid 19. Menurut Anis, Presiden menceritakan tiap negara mengalami kesulitan dalam manajemen krisis.

“Ada kontradiksi antara penerapan protokol kesehatan dengan dampak ekonominya,” ungkap Ketua Umum Partai Gelora Indonesia.

Presiden juga menjelaskan, bahwa dampak pandemi Covid-19 bagi ekonomi Indonesia memang berat, meskipun masih lebih baik dibanding banyak negara lain.

“Presiden juga sepakat pandemi Covid-19 ini harus jadi momentum bangun kemandirian ekonomi,” katanya.

Dalam silahturahmi tersebut, Anis Matta didampingi beberapa pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) lainnya seperti Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Ratih Sanggarwaty dan Ketua Bidang Jaringan Lembaga Ratu Ratna Damayani.

Anis Matta melaporkan keberadaan Partai Gelora Indonesia yang telah mendapatkan pengesahan sebagai Badan Hukum Partai SK bernomor M.HH-11.AH.11.01 Tahun 2020 oleh Menkumham Yasonna H Laoly pada 19 Mei 2020 lalu

“Jadi keberadaan Partai Gelora Indonesia sebagai badan hukum partai politik yang sudah dapat SK Menkumham, sambil menjelaskan azas, visi misi partai dan struktur kepengurusan,” jelas Anis.

Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi kata Anis, menyambut baik kehadiran Partai Gelora dan tidak menyangka bisa berdiri saat situasi pandemi Covid-19 tengah berlangsung

“Jadi Presiden menyambut baik Partai Gelora Indonesia dan tidak menyangka Partai Gelora bisa berdiri dan memenuhi struktur kepengurusan dengan cepat,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menceritakan maksud pertemuan Partai Gelora dan Jokowi.

“Ini safari silaturahim Partai Gelora Indonesia sebagai partai baru, kita yang minta bertemu dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara dan tokoh-tokoh nasional. Ini akan berlanjut, kita mulai dari presiden,” kata Fahri

Anis Matta Luncurkan Aplikasi Pendaftaran Partai Secara Digital

JAKARTA – Ketua Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta secara resmi meluncurkan Apps Partai Gelora Indonesia untuk pendaftaran keanggotaan secara digital.

Peluncuran ditandai oleh penekan tombol dua data Partai Gelora Indonesia Hamzah Izzulhaq dan Sabrina.

“Aplikasi pendaftaran keanggotaan secara online merupakan terobosan penting saat pandemi Covid-19, sejak ada lockdown mulai Maret lalu. Partai Gelora menjadi partai pelopor digital,” kata Anis Matta dalam sambutannya di Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Dalam peluncuran ini, Anis Matta didampingi Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, Bendahara Umum Achmad Rilyadi dan Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik.

Kemudian Anis Matta bersama pengurus wilayah Partai Gelora Indonesia lainnya mengisi pendaftaran secara online melalui Apps. Dalam aplikasi tersebut terdapat dua pilihan sebagai anggota atau relawan, otomatis akan mendapatkan nomor keanggotaan partai.

Anis Matta lantas memperlihatkan hasil pendaftaran kepada para jurnalis dan DPW-DPW yang hadir.

“Bagaimana dengan DPW-DPW ? dari DPW paling barat, Aceh, Jawa Barat, Kaltim, Sulsel, Papua, Yogyakarta, Riau, Bali, NTB dan Jakarta, apakah siap? , “tanya Anis Matta. Dijawab serentak DPW-DPW, Siap.

Selain meluncurkan Apps pendaftaran keanggotaan partai juga diluncurkan Website dan Sosial Media Partai Gelora Indonesia .

Sebagai pelopor partai digital, Partai Gelora Indonesia menurut Anis, memandang digitalisasi saat ini merupakan keniscayaan dan perlu dipercepat.

“Langkah Partai Gelora Indonesia ini disambut luar biasa oleh masyarakat, terutama kaum milenial, bagaimanapun di setiap era ada keterlibatan kaum muda,” katanya.

Menurut Anis, Partai Gelora akan mengajak masyarakat, terutama kaum muda untuk menemukan terobosan baru agar Indonesia masuk lima besar kekuatan dunia.

“Menjadikan Indonesia lima besar kekuatan dunia, sesuai amanat pendiri bangsa ikut serta menjaga ketertiban dunia. Mimpinya kita terlalu tinggi, tapi capaiannya sangat rendah,” katanya.

Karena itu, Anis Matta berharap para pemimpin Indonesia seperti pemimpin karpet dan memiliki cinta agar bisa merumuskan visi secara kolektif, sehingga melahirkan inovasi mampu melakukan kolaborasi.

“Pemimpin itu harus memiliki jiwa lapang, terbuka dengan segala perbedaan . Dan hanya cinta yang bisa melekatkan visi bangsa tersebut,” katanya.

Anis Matta menambahkan, setiap generasi memiliki tantangan tersendiri, karena itu Partai Gelora akan menciptakan gelombang-gelombang baru perubahan mimpi menjadi lima besar kekuatan dunia.

“Kaum muda sekarang bisa mewujudkan gelombang ketiga, menjadikan Indonesia sebagai lima besar kekuatan dunia,” katanya.

Partai Gelora Targetkan Rekrut 10 Juta Pemilih Hingga 2023

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mentargetkan merekrut 10 juta pemilih hingga 2023 mendatang. Karena itu, Partai Gelora akan menuntaskan pengembangan organisasi dari tingkat daerah (DPD) dan cabang (DPC) pada Desember 2020.

“Kita akan melakukan rekuitmen anggota secara masif dan terbuka hingga April 2023 dan mencatatkan 10 juta anggota di tingkat provinsi, kabupaten/kota,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia saat membuka Rakornas Kehumasan Nasional Partai Gelora Indonesia secara digital, Sabtu (18/7/2020).

Setelah mendapatkan pengesahan pada 2 Mei 2020 lalu, menurut Mahfuz, Partai Gelora Indonesia saat ini memasuki tahapan pengembangan struktur organasasi, yakni memenuhi struktur dari tingkat provinsi (DPW), daerah (DPD) hingga kecamatan (DPC).

“Sekarang kita memiliki 30 pengurus DPD, 2836 tingkat DPC dan 130 kantor perwakilan luar negeri. Tersisa sekitar 40 persen, 60 persennya sudah selesai. Kita tuntaskan hingga Desember 2020, sehingga pengurus di tingkat semua eksis terbentuk,” katanya.

Mahfuz berharap seluruh DPW bisa memaksimalkan waktu selama tiga tahun kedepan, sebelum pelaksanaan Pemilu 2024 untuk merekrut 10 juta anggota, serta menuntaskan kepengurusan di tingkat kecamatan.

“Target ini tidak sederhana dan berat, tetapi banyak hal berat sudah kita lalui. Dan dengan kesungguhan, kerjasama dan tentu saja ditambah doa. Dua target ini bisa tercapai dan akan mempengaruhi semakin tingginya penerimaan terhadap Partai Gelora,” katanya.

Untuk mencapai target ini, Partai Gelora Indonesia akan memaksimalkan tiga hal, yakni awareness, knowledge dan terbangunnya product preference .

“Partai Gelora menerima banyak politisi yang berdatangan dalam dua bulan terakhir . Mereka punya ‘rumah’ ( partai ) yang dijalani, terikat dengan partai tersebut dan bukanlah partai ecek-ecek. Tapi karena merasa ada preference, merasa cocok merekapun bergabung,” ungkapnya.

Mahfuz menegaskan, kegiatan ‘GELORA DIGIFEST 2020’ ini merupakan upaya Partai Gelora Indonesia sebagai partai digital yang mengusung budaya baru digitalisasi.

Hal ini sebagai kesigapan Partai Gelora Indonesia dalam merespon perubahan sosial yang progresif, sistemik dan destruktif akibat pandemi Covid-19.

“Kita tidak ada pilihan, kecuali membangun budaya baru, meskipun bukan hal yang mudah. Nah, Gelora Digifest inilah respon Partai Gelora membangun budaya digital,” katanya.

Pada November mendatang, Partai Gelora juga akan membuat kegiatan serupa bertema Digital Kolaborasi yang akan memperkenalkan kepengurusan dari tingkat DPN, DPW, DPD hingga DPC.

“Saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 272 dan 175 juta pemilih, dimana sekitar 160 juta merupakan pemilih yang aktif di sosial media (sosmed). Kalau kita proyeksikan 2024, jumlah penduduk 285 juta, pemilihnya 196 juta, maka pengguna sosmed akan bertambah banyak. Mereka pemilih potensial, disinilah pentingnya kita beradaptasi dengan budaya baru,” pungkasnya.

Agung Purwa Widian dari Bogor, Pemenang Lomba Narasi Indonesia Lima Besar Kekuatan Dunia

JAKARTA – Agung Purwa Widian dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat tampil sebagai pemenang Lomba Menulis Narasi tentang Indonesia sebagai Lima Besar Kekuatan Dunia dalam acara ‘GELORA DIGIFEST 2020’.

Karya Agung dengan judul ‘The Protokol Kaum Muda Indonesia’ itu berhasil mengalahkan lebih dari 120 naskah yang masuk. Naskah diseleksi langsung Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia oleh Muhammad Anis Matta

“Ini yang paling bagus, singkat tapi tulisannya oke. Tulisannya Agung Purwa Widian dari Kabupaten Bogor. Judulnya juga seru The Protokol Kaum Muda Indonesia,” kata Anis Matta saat membacakan pemenang Lomba Narasi di sela-sela ‘GELORA DIGIFEST’ 2020, Sabtu (18/7/2020) malam.

Anis Matta lantas membacakan naskah Narasi Agung Purwa Widian dari awal hingga akhir yang berbicara mengenai ciri-ciri Indonesia sebagai lima besar kekuatan dunia. Pembedanya adalah kaum mudanya yang ada dalam setiap era dan massanya.

“Kaum muda hari ini harus menjadi inspirasi bersama untuk terus berkarya, melahirkan gagasan, ide-ide brilian yang dapat memecahkan persoalan bangsa, piawai mengatur strategi dan terus berinovasi, sehingga bisa menavigasikan baru bangsa dalam mengentaskan kemiskinan dalam melaksanakan pembangunan agar bersaing dalam percaturan dunia,” kata Anis Matta membaca penggalan naskah Agung Purwa Widian.

Menurut Anis Matta, kelebihan dari anak muda adalah memiliki imajinasi. Karena itu, perlawanan menggunakan senjata melawan penjajah, Indonesia selalu kalah dalam bertempur.

Namun, ketika strateginya diubah dengan imajinasi dengan lahirnya Boedi Oetomo dan Syarikat Islam justru berhasil dalam perjuangan, sehingga melahirkan Sumpah Pemuda dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa, padahal belum memiliki negara.

“Kita sudah punya negara dalam imajinasi saat itu, tetapi imajinasi Indonesia masa depan itu yang sekarang tidak ada. Partai Gelora ini ingin memberikan ruang sebesar-besarnya kepada anak muda, karena kita tahu kekuatan mereka pada imajinasi,” ujar Anis.

Salah satu fitur penting kekuatan Indonesia menjadi kekuatan lima besar dunia, kata Anis, terletak pada bonus demografi yang bisa diartikan anak muda.

“Krisis yang dihadapi dunia ini krisis yang sangat kompleks, tidak ada solusinya yang sederhana. Perlu imajinasi seperti ini, nah yang punya imajinasi itu anak muda,” katanya.

Anis Matta menambahkan, untuk melahirkan imajinasi anak muda, Partai Gelora membuat berbagai terobosan saat pandemi Covid-19 yang memaksa semua pihak untuk beralih secepatnya ke digital.

“Sebagai partai politik, kita juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru ini. Karena era digital ini akan menjadi era sektor kehidupan, baik itu politik, ekonomi, sosial dan seterusnya. Jadi terobosan GELORA DIGIFEST ini bagus sekali,” tandasnya .

Buka ‘GELORA DIGIFEST 2020’, Fahri Hamzah: Partai Gelora akan Siapkan ‘Darah Segar’ untuk Memimpin Bangsa Ini

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menegaskan, siap menjawab tiga tantangan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia dengan menyiapkan ‘darah segar’ pemimpin baru, yang akan memimpin perjalanan bangsa ini selanjutnya.

“Partai Gelora akan menjadi armada yang menghadirkan ‘darah segar’ pemimpin-pemimpin baru bangsa yang mengerti betul masalah mendasar dan tantangan bangsa Indonesia ,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia saat membuka pelaksanaan ‘GELORA DIGIFEST 2020’ di Jakarta, Jumat (17/7/2020) malam.

Menurut Fahri, saat ini ada tiga tantangan yang menjadi masalah mendasar bangsa Indonesia, yakni kegamangan naratif, kapasitas negara dan kapasitas pemimpin.

Hal ini menyebabkan negara tidak bisa menyelesaikan berbagai persoalan berulang, tidak hanya persoalan sosial, politik, ekonomi, tapi juga kriminalitas seperti korupsi dan narkoba.

Sehingga kejadian tersebut, telah menguras energi bangsa, yang seharusnya telah menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

Kegamangan naraktif, itu antara lain adanya suatu kelompok yang ingin mereduksi Pancasila menjadi Tri Sila atau Eka Sila. Padahal perdebatan hal itu, sudah selesai dengan disahkannya versi akhir Pancasila sebagai falsafah negara dalam Pembukaan UUD 1945.

“Tapi masih ada kelompok yang ingin mereduksi atau menyinggung lagi Pancasila. Ini yang saya sebut sebagai kegalauan naraktif,” katanya.

Sedangkan mengenai kapasitas negara, terlihat sekali bahwa kapasitas negara semakin melemah, bahkan dikalahkan oleh media sosial (medsos). Akibatnya negara melakukan patroli untuk mengintip percakapan pribadi warganya di medsos maupun pribadi.

” Seharusnya negara itu, bagaimana meningkatkan pendapatan perkapita kita yang baru naik 4.000 USD, kalah jauh dibandingkan Malaysia, Singapura, Tiongkok dan Taiwan. Masih banyak masyarakat kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, begitu harga beras naik puluhan orang langsung amblas dibawah garis kemiskinan. Kalau kerjanya hanya mengintip percakapan pribadi dan medsos, itu menandakan bahwa kapasitas negara kita melemah,” tegas Fahri.

Sementara terkait kapasitas pemimpin, Fahri menilai cara pandang masyarakat kepada pemimpinnya saat ini semakin memprihatinkan dan menyedihkan, bahkan di olok-olok, padahal mereka ibaratnya bukan manusia biasa, karena seorang pemimpin.

“Melihat pemimpin itu seperti getir, reputasi pemimpin gampang dijatuhkan dan gampang jatuh menjadi manusia biasa. Tapi yang lebih menyedihkan adalah kapasitas pemimpin lainnya,” ujar mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.

Karena itu, bagi Fahri, tidak ada jalan lain untuk mengatasi persoalan krisis berlarut ini, yakni dengan mengganti kepemimpinan baru dengan ‘darah yang lebih segar’, yang akan dipersembahkan oleh Partai Gelora Indonesia.

Partai Gelora Indonesia, lanjutnya, akan mempelopori lahirnya ‘digital demokrasi’, yang menghadirkan berbagai instrumen partai politik (parpol) secara digital, yang akan mudah diakses publik melalui ponsel maupun gadget lainnya.

Baik menjadi tempat untuk perdebatan isu atau pikiran, merekrut anggota, mengakses informasi tentang partai politik dan calon pemimpinnya, termasuk mencari pemimpin baru.

“Disinilah pentingnya berbicara digital demokrasi, kegiatan ‘GELORA DIGIFEST 2020 ‘ ini instrumen untuk melengkapkan diri sebagai partai politik digital. Sebab, partai yang manual, kuno dan kolot akan ditinggalkan,” katanya.

Pandemi Covid-19 saat ini, menurut dia, juga telah mempengaruhi demokrasi manual dan penggunaan digital mulai dilakukan.

“Cara negara mengambil keputusan secara manual, tidak akan temukan lagi dimasa yang akan datang, semua akan dilakukan secara digital, sehingga tugas kepartaian juga perlu direformasi,” katanya.

Melalui digital demokrasi ini, Partai Gelora berikhtiar akan membangun sinergi yang mengumpulkan seluruh potensi anak bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras untuk berkiprah dalam politik, sehingga menimbulkan kesadaran kolektif bangsa dalam mengatasi krisis berlarut.

“Kalau kata ketua umum (Anis Matta, red). Langit terlalu tinggi, kita terbang terlalu rendah, yang kita ingin capai begitu tinggi, tetapi kemampuan kita untuk menggapainya masih terlalu rendah. Ini tantangan dan keluhan yang harus diatasi bersama, kita harus berkolaborasi. Kita harus laksanakan amanah sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia,” pungkasnya.

Gelar ‘GELORA DIGIFEST 2020’, Partai Gelora Indonesia Mulai Lakukan Rekrutmen Anggota Secara Digital

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bakal menggelar acara ‘GELORA DIGIFEST 2020’ selama tiga hari berturut-turut dari hari Jumat-Minggu, tanggal 17-19 Juli 2020 dengan platform digital. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan peluncuran website, aplikasi dan sosial media oleh Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Muhammad Anis Matta pada hari Minggu (19/7/2020).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah bakal membuka acara ‘GELORA DIGIFEST 2020’ pada Jumat (17/7/2020) malam. Pembukaan acara ini akan diramaikan hiburan Stand Up Comedy oleh Komika Fico Fachriza yang akan dipandu Fahri Hamzah.

Waketum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah sendiri juga bakal mengisi Stand Up Comedy dan mengeluarkan seluruh kepandaiannya dalam lawakan pada keesokan harinya, Sabtu (18/7/2020).

Meski selama ini Fahri Hamzah dikenal sebagai politisi yang kritis, jangan salah mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 itu, memiliki bakat terpendam sebagai komika. Nah, Fahri Hamzah akan mengeluarkan semua stok lawakan dan kelucuannya.

GELORA DIGIFEST 2020 ini mengambil tema ‘Indonesia Win From Home’, berisi kegiatan Education (pendidikan), Entertainment (hiburan) dan Enlightenment (pencerahan).

Education berisi kegiatan Rakornas Humas, diisi narasumber yang mengedukasi pengurus tingkat wilayah dengan tema-tema perpolitikan, digital dan pengelolaan kehumasan yang dihadiri seluruh bidang Humas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora dari 34 provinsi di Indonesia.

Rakornas Humas Partai Gelora Indonesia secara digital ini, sekaligus menjadikan Partai Gelora sebagai partai pertama di Indonesia yang menggelar Rakornas secara digital dan layak mendapatkan penghargaan Rekor MURI.

Sedangkan Entertainment menghadirkan talent yang memberikan kegembiraan bagi masyarakat luas yang dimeriahkan oleh komika Fico Fachriza, Turah Parthayana seorang Youtube content creator yang bermukim di Rusia dan Ziva ‘Indonesian Idol’ Magnolya. Tidak ketinggalan Waketum Partai Gelora Indonesia akan mengeluarkan lawakannya.

Sementara Enlightenment, adalah kegiatan yang bisa menjadi inspirasi untuk menjalani dan memenangi masa pandemi Covid-19 yang akan diisi narasumber antara lain Ratih Sanggarwati dan Deddy Mizwar. Keduanya adalah juga Ketua Bidang di DPN Partai Gelora.

Ketua Umum Anis Matta akan menutup acara ‘GELORA DIGIFEST 2020’ pada Minggu (19/7/2020) siang setelah meluncurkan secara resmi website, aplikasi Partai Gelora dan kanal-kanal media sosial. Setelah itu, dilanjutkan Rakornas Humas 34 DPW se-Indonesia secara digital melalui virtual Zoom.

Seperti diketahui, Partai Gelora Indonesia resmi menjadi partai politik (baru) di Indonesia, setelah mengantongi secara formal Surat Keputusan (SK) Menkumham RI Nomor M.HH-11.AH.11.01.01 Tahun 2020 pada 2 Juni 2020 lalu.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly secara resmi menyerahkan SK tentang pengesahan Badan Hukum Partai Gelombang Rakyat Indonesia kepada Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam pertemuan virtual Zoom.

SK Menkumham tentang Badan Hukum itu berisikan tiga SK, yakni SK Badan Hukum Partai Gelora, SK AD dan ART, serta SK Kepengurusan DPN.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X