Category: Gelora Terkini

Partai Gelora Kebanjiran Ucapan Selamat Milad ke-1 Mulai dari Presiden, Tokoh Nasional Hingga Artis, Ini Harapannya!

, , , , , , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia kebanjiran ucapan selamat Milad ke-1 yang jatuh pada 28 Oktober 2020 dari Presiden, sejumlah tokoh nasional, tokoh pers, kepala daerah, pengamat hingga artis. Mereka berharap Partai Gelora Indonesia bisa membawa perubahan dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

Harapan tersebut salah satunya disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan selamat Milad ke-1 Partai Gelora. Dalam rekaman resmi yang dibuat Sekretariat Negara (Setneg) itu, Presiden berharap Partai Gelora menjadi kekuatan demokrasi baru yang memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.

“Saya menyampaikan selamat ulang tahun yang pertama pada tanggal 28 Oktober 2020, semoga Partai Gelora bisa memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai kekuatan demokrasi baru dan menggelombangkan semangat rakyat dan menjadikan rakyat sebagai kekuatan ekonomi kelima dunia,” kata Jokowi saat menyampaikan Milad-1 Partai Gelora Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Harapan serupa juga disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Bamsoet mengatakan, kehadiran Partai Gelora Indonesia akan menjadi oase dari dahaga demokrasi Indonesia dalam memperjuangkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Partai Gelora yang lahir 28 Oktober 2019 ini oleh tangan dingin para tokoh bangsa yang memiliki idealisme. Karena itu, saya percaya Partai Gelora akan terus menerus dan tak kenal lelah melakukan perbaikan keadaan negeri tercinta ini,” katanya.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, Partai Gelora akan menjelma sebagai kekuatan politik baru dan menjadi harapan bagi rakyat dalam memperjuangkan aspirasi mereka. Partai Gelora juga akan membawa Indonesia menjadi kekuatan kelima dunia bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Selamat ulang tahun yang pertama, partai ini akan menjelma sebagai harapan baru rakyat yang memperuangkan aspirasi dan memimpin kami (Indonesia, red) menjadi lima besar duna,” kata Gatot yang juga tokoh Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin berharap Partai Gelora bisa menjadi kekuatan politik baru dan teladan bagi partai poliitik di Indonesia saat ini.

“Memomentum Sumpah Pemuda dapat diambil Partai Gelora untuk dapat kiranya menggerakkan kaum muda Indonesia, khususnya mileneal untuk bangkit bersama memajukan Indonesia dengan semangat satu nusa satu bangsa,” kata Din Syamsuddin.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Partai Gelora memiliki teknik pemasaran yang canggih dalam mengenalkan keberadaannya ke publik, meski kerap mendapatkan cibiran dan sinisme dari publik.

“Selamat menikmati cercaan, tapi saya kira itu teknik pemasaran politik yang canggih, asal jangan lupa selalu ke jalan yang benar,” kata Rocky Gerung.

Sedangkan tokoh pers Najwa Shihab meminta Partai Gelora bisa memberikan pendidikan politik ke rakyat, dan bukan sekedar piawai dalam bermanuver atau berintrik politik saja.

“Tidak menjadi partai saat pemilu saja berburu suara, tapi juga membuka mata dan telinga dan menjadi partai yang tidak hanya jago usurusan elit saja, tapi juga telaten urusan publik,” kata Najwa.

Artis dan yang juga presenter Deddy Corbuzer yakin Partai Gelora akan berkembang pesat di Indonesia, serta bisa ikut berperan dalam menegakkan keadilan dan hukum di Indonesia lebih baik lagi.

Karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengajak semua pihak bergabung dengan Partai Gelora untuk mewujudan kemajuan Indonesia. “Maju terus, terus berkarya bersama Partai Gelora, maju dan jaya bersama untuk negeri tercinta indonesia,” kata Fahri.

Tokoh lain yang juga memberikan ucapan selamat antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, politisi Nasdem Akbar Faisal, Presiden ILC Karni Ilyas, Ketua PA 212 Yusuf Martak, pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, artis Yati Octavia dan lain-lain.

Partai Gelora Rayakan Milad ke-1 Secara Sederhana dan Serukan Kerja Kolaborasi

, , , ,

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia akan menggelar pelaksanaan milad ke-1 yang jatuh pada Rabu (28/10/2020), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara sederhana. Tidak ada acara perayaan yang akan dilakukan, hanya sekedar menggelar acara syukuran biasa, dan rangkaian kegiatan lainnya.

Hal itu sebagai bentuk empati Partai Gelora terhadap kondisi bangsa dan rakyat Indonesia yang saat ini masih berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan krisis berlarut, korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.

“Tak terasa hampir 1 tahun sejak kelahirannya, Partai Gelora Indonesia akan ultah pertamanya pada 28 Oktober 2020, setelah resmi disahkan oleh Kemenkumham pada 2 Juni 2020 lalu,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Mahfuz menegaskan, dalam memperingati milad ke-1, Partai Gelora tidak menggelar perayaan pada Rabu (28/10/2020), tapi akan diisi dengan pengumuman kelengkapan kepengurusan dari tingkat DPN, DPW dan DPD, serta rangkaian kegiatan acara lainnya seperti Rakornas.

“Partai Gelora insya Allah akan mengumumkan kelengkapan pengurus 100% DPD (Kota dan Kabupaten). Akan banyak rangkaian acara, tapi yang lebih penting adalah rasa syukur, dan dorongan untuk kerja lebih besar. Menebar harapan dan optimisme bersama rakyat dalam situasi tak mudah yang sedang Indonesia hadapi,” kata Mahfuz.

Namun, meski disibukkan pemenuhan struktur dan pengembangan organisas, menurut Mahfuz, Partai Gelora juga ikut berpartipasi dalam Pilkada Serentak 2020, baik pemilihan gubernur, walikota dan bupati.

Partai Gelora Indonesia hingga kini diketahui telah menandatangani 197 Surat Keputusan (SK) dukungan paslon untuk pemilihan gubernur (Pilgub), pemilihan walikota (Pilwakot), pemilihan bupati (Pilbup) dari 270 Pilkada. Partai Gelora mengikuti 70 persen kontestasi Pilkada, yakni mengikuti 100 persen Pilgub, 86 persen Pilwakot dan 66 persen Pilbup.

Hingga 15 Oktober 2020, ke-197 SK dukungan Pilkada tersebut, terdiri dari 9 pemilihan gubernur (Pilgub) dari 9 daerah yang menggelar Pilgub, 33 pemilihan walikota (Pilwakot) dari 37 Pilwakot, dan 155 pemilihan bupati (Pilbup) dari 224 Pilbup.

Kerja kolaborasi
Sementara itu, Ketua Panitia HUT-1 Partai Gelora Indonesia Ahmad Yani mengatakan, semangat Sumpah Pemuda akan menjadi dasar bagi Partai Gelora untuk lebih fokus dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Sehingga mempercepat Indonesia masuk lima besar kekuatan dunia duduk sejajar satu meja bersama Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

“Partai Gelora akan lebih fokus kepada semangat memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa sesuai kompetensi kita masing-masing. Kemudian kita rajut dengan semangat kerja kolaborasi, sehingga menjadi kekuatan yang sangat besar hingga mampu menjadi 5 besar dunia,” kata Ahmad Yani.

Karena itu pada milad ke-1 ini, tidak ada perayaan dan hanya bentuk ucapan rasa syukur bahwa Partai Gelora telah hadir dalam memberikan warna baru dalam perpolitikan di Indonesia. Sebab, dalam tempo satu tahun sudah bisa menyelesaikan 100% struktur partai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah.

“Harapannya, Partai Gelora bisa menjadi kontributor positif baik secara personal maupun struktural, dan juga mampu menjadi perekat seluruh elemen bangsa. Sehingga bisa menghadirkan orkestrasi politik yang harmoni dengan semangat gotong royong dan kebinekaan,” katanya.

Tingkatkan Kualitas SDM di Daerah, Partai Gelora Launching AMI Bengkulu

, , , , , ,

BENGKULU – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaunching feature utama Partai Gelora yang disebut Akademi Manusia Indonesia (AMI) di tingkat provinsi. Provinsi Bengkulu tingkat yang ke-20 sesudah Provinsi Jambi.

Kegiatan AMI di Provinsi Bengkulu dilaksanakan di Hotel Splash, Pintu Batu Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, Jum’at (23/10/2020).

Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Gunawan menjelaskan, “Alhamdulillah AMI tingkat Provinsi kembali kami launching. Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi ke-20 sesudah Provinsi Jambi,” ujar Coach Gunawan sapaan akrabnya.

Acara Launching AMI Bengkulu dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia yaitu Ketua Pengembangan Teritorial (Bangter) I Drs. H. Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM KH. Musyaffa Ahmad Rahim.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Provinsi Bengkulu Dedi Haryono, ST dalam acara tersebut didampingi pengurus DPW Provinsi Bengkulu dan 9 DPD Kabupaten dan 1 DPD Kota dari 9 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bengkulu.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Bengkulu Dedi Haryono, ST dalam laporannya menyampaikan, tentang pembentukan kepengurusan struktur organisasi partai tingkat daerah (DPD) dan tingkat kecamatan (DPC).

“Alhamdulillah tingkat kepengurusan DPW sudah clear tidak ada masalah begitu juga dengan tingkat DPD, DPD di Provinsi Bengkulu sudah terpenuhi di seluruh Kabupaten/Kota. Tinggal kita memenuhi kepengurusan struktur organisasi ke tingkat kecamatan (DPC) saja. Hanya saja untuk struktur DPD tinggal merevisi kembali struktur organisasi sehingga anggota yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) siap berkomitmen untuk maju dan bergelora bersama di Pemilu 2024,” kata Dedi.

Dedi menegaskan, kunjungan Kabangter Drs. H. Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM KH. Musyaffa Ahmad Rahim, selain menghadiri launching AMI di Bengkulu juga memberikan aura positif bagi kader-kader yang ada di Gelora Bengkulu.

“Ini merupakan proses yang sangat luar biasa! Dengan adanya Pengurus DPN ke Bengkulu menjadi ruang proses transfer Knowladge dan semangat luar biasa tentang visi menjadikan Indonesia 5 besar kekuatan dunia. Lalu tentang tujuan bergabung ke Gelora menjadi sosok yang religius, berpengalaman dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang SDM di DPN Gelora Indonesia KH. Musyaffa Ahmad Rahim saat memberikan arahan dalam launching AMI Bengkulu mengatakan, penamaan Partai Gelora Indonesia memiliki makna yang mendalam.

“Makna dari Gelombang Rakyat Indonesia diambil menjadi nama partai. Gelora dijadikan simbol pemaknaan gerakan rakyat berkesinambungan dalam meningkatkan kapasitas individu, masyarakat hingga negara,” kata Musyaffa.

Menurut dia, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk tujuan pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, termasuk organisasi di Partai Gelora Indonesia.

“Pertumbuhan sebuah organisasi tidak akan melebihi pertumbuhan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Demikian pula pertumbuhan partai hingga bangsa tidak akan mungkin melampaui pertumbuhan kader dan leadernya,” jelasnya.

Coach Gunawan menambahkan, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

“Disinilah peran AMI sebagai salah satu feature utama Partai Gelora Indonesia,” kata Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Coach Gunawan.

Anis Matta: Saifuddin Zuhri Jadi Inpirasinya Selama Nyantri di Gombara

, , ,

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini, ia teringat sebuah buku yang saya baca waktu nyantri di PP Darul Arqam, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan beberapa puluh tahun silam. Anis Matta sendiri nyantri di Gombara selama 6 tahun dari 1980 -1986.

“Saya mengingatnya karena buku itu sangat menggugah. Judulnya ‘Guruku Orang-Orang dari Pesantren’ yang ditulis Saifuddin Zuhri, pejuang, wartawan, dan politisi Ini buku lama, kalau tidak salah edisi pertamanya tahun 1974 atau 1975. Saya senang karena saya baca di internet buku ini masih diterbitkan ulang sampai sekarang,” kata Anis dalam keterangannya, Jumat (23/10/2020).

Saifuddin Zuhri adalah Menteri Agama dalam masa penting transisi dari Orde Lama ke Orde Baru, yaitu dari 1962 – 1967.

“Taqdir Allah menentukan salah satu anaknya juga kemudian menjadi Menteri Agama, yakni sahabat saya Lukman Hakim Saifuddin,” katanya.

Menurut Anis, buku ini juga banyak mengambil inspirasi dari guru-guru yang pernah mengajar Saifuddin.

“Dari situ juga sebenarnya kita bisa melihat bagaimana peran pesantren dalam membentuk jati diri bangsa,” katanya.

Anis menegaskan, Santri adalah elemen yang selalu menyertai perjalanan bangsa ini. “Krisis yang kini berlangsung adalah panggilan sejarah uuntuk para santri terjun ke gelanggang pengabdian yng lebih besar. Selamat Hari Santri, selama kita belajar, selama itu pula kita menjadi santri,” katanya.

Sementara Ketua Bidang Hubungan Keumatan DPN Gelora Indonesia Raihan Iskandar Indonesia mengatakan, peran ulama dan santri dan begitu besar dalam membangun persatuan dan kesatuan Indonesia yang religius dan berkarakter.

“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai disisi Allah dibandingkan mukmin yang lemah. Dan dari masa dahulu hingga kini jika ingin melihat generasi terbaik dan berupaya meraih cinta Allah SWT itu ada di kalangan Pesantren,” tegasnya.

Generasi Terbaik Ada Di Kalangan Pesantren

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang terdiri 17.491 pulau dengan 1.340 suku bangsa serta didalamnya terdiri dari 718 bahasa daerah adalah sebuah keberagaman yang sangat kompleks.
Membangun sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidaklah mudah. Terlebih negeri ini tidak lepas dari perhatian bangsa di dunia.

Pada sisi lain keragaman bahasa dan suku bangsa dipisahkan dengan pulau dan lautan ini disatukan dengan satu gerakan perlahan namun pasti, membangun satu warna dari Sabang sampai Merauke dengan satu bahasa, satu karakter budaya yang beraroma kental dengan nilai-nilai keislaman.

Mengaji atau pendekatan dengan nilai religi di Nusantara di masyarakat terasa warnanya hingga sekarang dan kalau diperhatikan dari kitab-kitab pengajian tersebut dijumpai satu bahasa, bahasa Melayu, bahasa Indonesia.
Bahasa ini adalah bahasa yang luar biasa yang bisa menyatukan dari 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerahnya.

Bahasa Indonesia membuat mereka menjadi satu kesatuan jiwa, simbol semangat perlawanan terhadap semua yang berupaya menguasai Indonesia dengan cara-cara yang tidak benar.
bahasa ini menjadi filter terhadap semua upaya untuk merusak falsafah hidup bangsa yang kental dengan nilai-nilai religius. Terbukti hingga kini semua bahasa para penjajah yang pernah hadir di negeri Indonesia tidak ada satupun yang mampu menguasai karakter bangsa .

Penyebaran bahasa Indonesia menyadarkan kita bersama bahwa peran santri dan ulamanya begitu besar untuk membangun persatuan dan kesatuan Indonesia yang religius dan berkarakter.

Nilai utama gerakan Santri dan para ulama meraih cinta dan posisi yang terbaik dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala digambarkan dalam sebuah hadits: al Mu’min Al qowi Khoirun wa ahabbu illallah min Al Mukmin ad dha’if . Mukmin yang kuat itu _lebih baik dan lebih dicintai disisi Allah dibandingkan mukmin yang lemah.

Dari masa dahulu hingga kini jika ingin melihat generasi terbaik dan berupaya meraih cinta Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu ada di kalangan Pesantren. Selamat Hari Santri Nasional.

Raihan Iskandar

Ketua Bidang Hubungan Keumatan DPN Gelora Indonesia

Launching AMI Jambi, Coach Gunawan: AMI Berperan sebagai Feature Utama Partai Gelora

, , , , , , , , ,

JAMBI – Akademi Manusia Indonesia (AMI) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melaunching wadahnya untuk tingkat provinsi yang ke-19 di Provinsi Jambi berlangsung di Sukakarya, Kota Jambi, Jambi, Minggu (18/10/2020).

“Alhamdulillah kami kembali me-launching AMI wilayah Provinsi Jambi,” terang Direktur Akademi Manusia Indonesia Partai Gelora Indonesia Gunawan, yang akrab dipanggil Coach Gunawan, Senin (19/10/2020).

Acara launching AMI Jambi ini dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia lainnya seperti Ketua Pengembangan Teritorial I (Kabangter) Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim.

Sementara Ketua DPW Mahyudi dalam acara tersebut didampingi pengurus DPW Provinsi Jambi dan 9 DPD kabupaten/kota dari 11 kabupaten/kota di Jambi.

Ketua DPW Partai Gelora Jambi, Mahyudi dalam laporannya menyampaikan, tentang pembentukan kepengurusan struktur organisasi partai tingkat wilayah ( DPW) dan tingkat daerah ( DPD).

“AlhamdulilLah kepengurusan DPW Jambi telah membentuk 9 DPD dari 11 kabupaten-kota di Jambi . DPD tersebut untuk tingkat Kota meliputi Kota Jambi dan Sei Penuh . Di tingkat kabupaten meliputi Kabupaten Bungo, Muaro Jambi, Batang Hari, Kerinci, Merangin, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun,” kata Mahyudi.

Mahyudi menegaskan, kunjungan Kabangter Syahfan Badri Sampurno dan Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim, selain meghadiri launching AMI Jambi memberikan aura postif bagi kader Partai Gelora Jambi.

“Terjadi proses transfer knowlegde dan semangat luar biasa tentang visi 5 besar dunia. Lalu, tentang tujuan bergabug dengan Gelora, menjadi sosok sosok yang religius berpengalaman dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang SDM Musyaffa Ahmad Rahim saat memberikan arahan dalam launchig AMI Jambi yang dihadiri 90 orang tersebut mengatakan, penamaan Partai Gelora Indonesia memiliki makna yang mendalam.

“Makna dari Gelombang Rakyat Indonesia diambil menjadi nama partai. Adalah merupakan simbol pemaknaan gerakan rakyat berkesinambungan dalam meningkatkan kapasitas individu, masyarakat, hingga negara,” Musyaffa

Menurut dia, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk tujuan pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, termasuk organisasi di Partai Gelora Indonesia.

“Pertumbuhan sebuah organisasi tidak akan melebihi pertumbuhan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Demikian pula pertumbuhan partai hingga bangsa tidak mungkin melampui pertumbuhan kader dan leadernya,” kataya.

Coach Gunawan menambahkan, pembinaan SDM merupakan sebuah kebutuhan mutlak untuk pertumbuhan organisasi secara keseluruhan.

“Disinilan peran AMI sebagai salah satu feature utama Partai Gelora Indonesia,” pungkas Direktur AMI Partai Gelora Indonesia Coach Gunawan ini.

Pemimpin Harus Matang dalam Hadapi Krisis agar Punya Kemampuan Navigasi

, , , , , ,

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, merespons positif Akademi Manusia Indonesia (AMI) dan Akademi Pemimpin Indonesia (API) melalui OKEFEST20 yang dilaksanakan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara virtual. Kilahnya, menjadi candradimuka calon pemimpin.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kesadaran akan krisis seperti kini, saat terjadi pandemi coronavirus baru (Covid-19). Dengan demikian, mempunyai kemampuan navigasi yang tepat berbekal pengalaman matang dan keterbukaan.

“Situasi krisis harus dipahami sebagai perjalanan baru dengan perubahan keadaan yang dipercepat, accelerated change. Maka, kepemimpinan dalam suasana seperti ini haruslah matang,” ucapnya saat menyampaikan kuliah umum “Kepemimpinan di Tengah Krisis” saat OKEFEST20, Sabtu (17/10/2020).

Bagi Anies, krisis kesehatan yang tengah terjadi harus diambil hikmahnya sebagai langkah perubahan cepat menuju pola kebiasaan hidup bersih sehat yang baru.

“Kala krisis kesehatan seperti saat ini, misalnya, maka harus disadari akan adanya perubahan baru dalam pola kebiasaan hidup bersih sehat di masyarakat. Begitu juga dalam ruang lingkup kepemimpinan dan politik,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, menilai, Indonesia dapat dipersatukan sampai sekarang sekalipun penuh dengan keberagaman. Karenanya, perlu pemimpin yang mengerti tantangan bangsa.

“Pemimpin Indonesia harus mampu memahami ke mana arah kepemimpinannya, sehingga Indonesia tetap ada selamanya,” katanya.

Karenanya, Fahri menekankan pentingnya pemimpin berkualitas. Ini menjadi dasar partainya mengadakan AMI dan API agar melahirkan pemimpin yang memenuhi kualifikasi dan berkompeten.

Sedangkan Ketua DPW Gelora Jakarta, Triwisaksana, sesumbar, partainya bukan kelompok politik seperti pada umumnya. Dalihnya, mengedepankan gagasan dan narasi keindonesiaan.

“Selain itu, Partai Gelora menawarkan Akademi Manusia Indonesia dan Akademi Pemimpin Indonesia dalam acara Festival Orientasi Keanggotaan hari ini,” ujarnya.

OKEFEST20 digelar dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya Gelora. Kegiatan mengambil tajuk “Imajinaksi Untuk Negeri.”

Acara ditutup dengan rekrutmen anggota baru secara virtual melalui aplikasi. Karen, Sammy, dan Naufal dinobatkan sebagai kader anyar baru secara simbolis dalam hajat tersebut.

DPW Gelora Sumsel Gelar Orientasi untuk Fungsionaris dan Ketua DPD se-Sumsel

, ,

PALEMBANG – DPW Partai Gelora Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan Orientasi untuk semua Fungsionaris Wilayah dan para Ketua DPD se-Sumsel, bertempat di Hotel Bantiqa, Palembang, Sabtu (17/10/2020).

Kegiatan ini diikuti 100 orang lebih dari berbagai DPD se-Sumsel mengambil tema ‘Mencetak Model Manusia Indonesia yang Mempunyai Kapasitas Kemimpinan Berskala Nasional dan Global’ yang di buka oleh Ketua Pengembangan Teritori Syahfan Badri Sampurno.

Syahfan menegaskan pentingnya kualifikasi dan kapasitas fungsionaris sebagai pengemban narasi Arah baru Indonesia.

“Pertumbuhan struktur harus berbanding lurus dengan pertumbuhan kapasitas fungsionaris.” kata Syahfan.

Ketua DPW Sumsel Erza Saladin dalam sambutannya menyampaikan, capaian pemenuhan struktur pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Sumsel sudah terpenuhi 100 persen, dimana sebanyak 17 pengurus DPD sudah terbentuk semuanya.

“Hal ini merupakan kerja keras struktur DPW dalam menyambut antusiasme masyarakat yang menginginkan perubahan signifikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” kata Ezra.

Dala kesempatan itu, Ezra Saladin memperkenalkan pengurus DPW Sumsel, yakni Sekretaris Amril Sudiono, para wakil Ketua DPW H Abdul Wahab Nawawi, Taufik Toha, Taufik Husni, dan Siska Windiyarti.

Hadir pula pada kesempatan ini Ketua Bidang Pengembangan SDM DPN Partai Gelora, KH Musyafa Ahmad Rahim, didampingi Wakil Ketua Bidang SDM DPN Gunawan dan Ketua Biro Pengembangan Wilayah SDM, Muhammad Rahman.

Pada sesi pembekalan pertama oleh Coach Gunawan, memaparkan tentang fakta sejarah Sriwijaya dalam percaturan politik regional dan global saat itu. Kemudian berlanjut ke sejarah Majapahit hingga lahir kemerdekaan Indonesia.

Setelah itu, pembekalan selanjutnya oleh Muhammad Rahman, dan ditutup KH. Musyafa Ahmad Rahim.

Kegiatan ini diikuti 100 orang lebih dari berbagai DPD se-Sumsel ini berlangsung dari pagi sorehingga menjelang maghrib, diikuti dengan khidmat dan penuh antusiasme.

Mia: Diplomasi Celemek, Diplomasi Pie

, , , , , ,

JAKARTA – Celemek buat Ratu Ratna Damayani, mantan jurnalis yang kini menjadi pengusaha sukses di bidang makanan ini memiliki makna mendalam bukan sekedar pelengkap ketika berkegiatan di dapur .

Hal Itu tampak ketika menanggapi permintaan reporter stasiun TV nasional Trans7 sebelum memulai wawancara agar membuka celemek yang masih dikenakan Mia.

“Saya pake saja ya,” pintanya tegas kepada Trans7 saat meliput lengkap proses pembuatan produk kue Pie ‘Zeytin’ di dapur Mia pada Sabtu (17/10/2020).

“Ndak tau rupanya reporter ini kalau buat saya celemek ini mengandung color of future movement,“ terang Ketua Bidang Jaringan dan Kerjasama Partai Gelora Indonesia ini.

Celemek menurut Mia mengandung banyak makna. “Buat saya , celemek Itu maknanya Color of Smart Power. Color of Winning and Justice Spirit, Color of Collaboration, serta Color of Happiness”.

Mia mengatakan lebih lanjut , celemek selama ini sering dipandang hanya sebagai layar penghalang , padahal banyak manfaatnya dan makna filosofiya yang terkandung.

“Celemek memang sering dipandang hanya sebagai layar penghalang cipratan aktivitas dapur mengenai pakaian. Namun, menurut saya dengan memakai celemek, seseorang itu ditandai sedang bekerja, sedang beraktivitas, sedang berproses. Sedang mematangkan adonan, masakan, dan ide,” jelasnya.

Dengan masih bercelemek berarti kerja belum usai meski makanan sudah tersaji di meja.

Lalu, berikutnya, kapankah saat yang tepat melepas celemek? Jawabannya,”Yaitu kalau sudah tak bekerja, tak beraktivitas, tak berproses, tak bergelora lagi. Jadi buat jantung berdebar terus.”

Pertanyaan berikutnya celemeknya atau birunya? Menurut saya, “Ya keduanya karena celemek dan biru keduanya sudah telanjur ‘built in’ menyatu”.

“Menjelang satu tahun mendarah biru Partai Gelora Indonesia. Terus bergerak menembus batas,” pungkas Mia.

Fahri: Omnibus Law Tidak Cocok Dengan Demokrasi Kita !

, , , , , ,

JAKARTA – Gelombang penolakan rakyat terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR pada Senin (5/10/2020) lalu, semakin membesar dari hari ke hari. Hal itu terlihat dari aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta kemarin, yang dihadiri jutaan massa.

Mantan Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

“Tradisi demokrasi yang demokratis selama ini, falsafahya akan diganti dengan nilai-nilai kapitalisme baru yang merampas hak-hak individual dan berserikat atau berkumpul. Mereka juga diberikan kewenangan untuk memobilisasi dana, tanpa dikenai peradilan. Ini anomali yang berbahaya sekali,” kata Fahri dalam keterangannya,Kamis (15/10/2020).

Fahri menegaskan, UU Omnibus Law Cipta Kerja itu diadopsi pemerintah dan DPR dari sistem komunis China, yang melihat kapitalisme baru ala China ini lebih menjanjikan ketimbang kapitalisme konservatif model Amerika dan Eropa.

“Sekarang ada kapitalisme baru yang lebih menjanjikan kapitalisme komunis China. Dari situ diambil kesimpulan, kita harus mengambil jalan mengikuti pola perkembangan ekonomi kapitalisme China yang sebenarnya tidak cocok dengan kita. China dikendalikan dengan sistem komunis, sementara Indonesia dikendalikan dengan sistem demokrasi,” katanya.

Hal inilah, menurut Fahri, tidak disadari pemerintah dan DPR yang ternyata tidak mampu memahami madzab atau falsafah dibelakang UU Omnibus Law Cipta Kerja ini secara utuh.

Ketidakpahaman terhadap madzab kapitalisme baru China ini dialami seluruh partai politik. Karena sejak awal, seluruh partai politik terlibat secara aktif melakukan sosialisasi dan pembahasan, termasuk partai yang diujungnya menolak, karena ingin mengambil keuntungan dari peristiwa ini saja.

“Jangan lupa dibalik keputusan ini, ada persetujuan lembaga DPR dan proposal dari pemerintah, banyak hal yang diabaikan tiba-tiba disahkan, ini menjadi pertanyaan besar. Disinilah, saatnya kita harus melakukan reformasi terhadap partai politik dan lembaga perwakilan,” katanya.

Karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini mempertanyakan untuk kepentingan siapa, sebenarnya UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut yang dipaksakan keberadaannya segera ada dengan pengesahan percepatan.

Sebab, para investor dari Amerika dan Eropa justru ramai-ramai mengirimkan surat ke pemerintah Indonesia menolak UU Cipta Kerja, karena tidak diangggap tidak bersahabat dengan investor.

“Sekarang investor Amerika dan Eropa ramai-ramai menulis surat, ini kekeliruan dan mereka menolak undang-undang ini. Kalau investor Amerika dan Eropa menolak, undang-undang ini untuk investor yang mana,? tanya Fahri.

Lebih lanjut Fahri mempertanyakan, hal ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah dalam menarik investasi asing agar menanamkan modalnya di Indonesia.

Disamping itu, investor juga kerap mempersyaratkan, apakah negara tersebut menghargai demokrasi atau tidak merusak lingkungan dalam menanamkan modalnya di suatu negara.

“Ini akan menjadi problem tersendiri, karena madzab UU Omnibus Law Cipta Kerja ini tidak berasal dari pemikiran negara demokrasi sepert Perancis, yang menghargai demokrasi dan tidak merusak lingkungan, serta tidak merampas hak individu dan berserikat. Undang-undang ini, madzabnya dari kapitalisme China,” tegasnya.

Fahri mengaku sejak awal sudah mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak membuat UU Omnibus Law Cipta Kerja yang menggabungkan 79 UU menjadi 1.200 pasal, karena akan memicu gelombang demontrasi rakyat besar-besaran dan ujung-ujungnya akan dibatalkan Mahkamah Konstitusi.

“Dari awal saya sarankan ke Presiden, ngapain bapak membuat undang-undang baru. Duduklah satu meja dengan konstituen dan stakeholder, apa yang mau dipercepat, misalkan perizinan, kepastian dalam berusaha dan akuisisi lahan, pakai saja undang-undang yang ada. Di sinkronisasi saja, lalu buatlah peraturan pemeritahnya, PP-nya,” ujarnya.

Namun, sekarang nasi sudah menjadi bubur, UU Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan DPR bersama pemerintah, sehingga menimbulkan kemarahan rakyat dimana-mana.

UU tersebut dinilai tidak sesuai dengan kehendak rakyat dan menciptakan ketidakpastian baru bagi rakyat dan investor. Akibatnya UU Omnibus Law Cipta Kerja ini akan menjadi sia-sia.

“Untuk teman-teman yang demonstrasi harus punya konsep dasar dan teori gambar besarnya. Agar kita tidak dijebak terus untuk marah, saling menfitnah, saling ngomel, tapi pada dasarnya tidak menyelesaikan masalah. Sementara disana ada pesta pora orang lain diatas perkelahian kita yang terus menerus tidak ada henti-hentinya,” pungkas Fahri.

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X