Mental Flexibility Penting Bagi Setiap Individu dalam Menghadapi Disrupsi Era Modern yang Bergerak Sangat Cepat

Partaigelora.id-Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Manajemen Organisasi DPP Partai Gelora Indonesia, Gunawan, menegaskan pentingnya memiliki kelenturan mental (mental flexibility) bagi setiap individu dalam menghadapi dinamika zaman yang bergerak sangat cepat.

Menurutnya, pola pikir lama yang kaku sudah tidak lagi relevan untuk menjamin kesuksesan di era modern saat ini.

Pesan tersebut disampaikan dalam program kajian Pengembangan Wawasan Kepribadian atau  Internal Arsitecture  Mindset Series bertajuk  ‘Mental Flexibility: Mengapa Pola Pikir Lama Bisa Menghambat Kesuksesan Anda di Era Modern?’, Selasa (29/9/2026) malam.

Dalam Kajian kali ini, Coach Gunawan menghadirkan diskusi lintas generasi bersama perwakilan anak muda dan kader partai. Hadir Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Selatan, Wahyudi, serta dua narasumber muda, Ismi  Afifah seorang mahasiswi  dan Nur Helda Wati, kreator konten.

Acara ini menyoroti bagaimana anak muda menyikapi tantangan zaman dengan ketahanan mental dan adaptasi yang luar biasa.

Coach Gunawan menjelaskan bahwa dunia saat ini telah bergeser dari era VUKA menuju era BANI (Brittle, Anxiety, Nonlinear, Incomprehensible).

Dimana kerapuhan global, kecemasan massal, perubahan yang tidak linear, serta peristiwa yang sulit dipahami telah menjadi kenormalan baru (new normal).

Perubahan perilaku global ini tanpa disadari didorong oleh tiga kebiasaan tersembunyi (hidden drivers), yaitu:

  • Addiction of Certainty: Ketergantungan psikologis pada gawai dan informasi konstan, di mana seseorang merasa gelisah jika terputus dari internet.
  • Identity Trap: Kerentanan personal akibat umpan balik media sosial yang kerap memicu perasaan terancam atau dikritik.
  • Comparison Trap: Jebakan membandingkan pencapaian hidup dengan orang lain di media sosial yang mayoritas justru memicu rasa inferior, insecure, dan overthinking.

Sementara untuk bertahan dan bertumbuh di tengah disrupsi yang konstan, Coach Gunawan memaparkan bahwa setiap orang memerlukan tiga pilar kelenturan mental antara lain Cognitive Flexibility, Psycological Flexibility dan Behavior Flexibility.

Cognitive Flexibility atau kelenturan kognitif adalah kelincahan akal dan pikiran untuk terbuka serta menerima ide-ide baru yang keluar dari pola lama.

Baca juga:

Sedangkan Psychological Flexibility atau kelenturan psikologis adalah ketahanan mental untuk tetap melangkah, bertahan, dan memperluas zona nyaman meskipun berada di bawah tekanan berat.

Adappun Behavior Flexibility atau kelenturan perilaku adalah kesiapan tindakan nyata untuk mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri dengan cara-cara kerja yang segar, meski proses adaptasinya menuntut pengorbanan dan ketidaknyamanan.

Coach Gunawan menyoroti bagaimana generasi muda mampu menunjukkan fleksibilitas mental yang tinggi dalam merespons kegagalan dan mengolah peluang.

Ia mengingatkan bahwa orang-orang yang paling sukses dengan cara-cara masa lalu seringkali justru menjadi pihak yang paling berat untuk mengubah pola pikirnya di masa kini.

Wasekjen Bidang Manajemen Organisasi DPP Partai Gelora ini menegaskan,bahwa kelenturan mental (mental flexibility) merupakan kunci utama bagi setiap individu, termasuk generasi muda, untuk bertahan dan sukses di tengah ketidakpastian era modern.

“Sekali lagi bahwa fleksibilitas mental itu melibatkan keselarasan tiga aspek: kognitif (kelincahan berpikir dan menerima ide baru), psikologis (ketahanan mental di bawah tekanan dan kemauan memperluas zona nyaman), serta perilaku (kesiapan mengambil tindakan nyata dalam situasi yang tidak biasa),” kata Coach Gunawan.

Pada kajian ini, Ismi  Afifah dan Nur Helda Wati berbicara mengenai kesadaran mental generasi muda. Mereka berbagi pengalaman nyata bagaimana mereka menghadapi ekspektasi keluarga, kegagalan akademik (seperti gap year karena belum lolos PTN impian), hingga tekanan psikologis di media sosial.

Mereka juga menekankan pentingnya self-awareness terhadap kesehatan mental serta kemampuan berdamai dengan keadaan tanpa kehilangan prinsip dan tujuan hidup.

Menjawab hal itu, Coach Gunawan mengatakan, bahwa pertanyaan seputar perubahan dan batasan waktu adaptasi, dimana fleksibilitas itu adalah tentang bagaimana seseorang melenturkan cara dan strategi (layar), tanpa harus mengubah prinsip dasar atau nilai-nilai inti (lunas) yang dipegang teguh.

“Di sinilah pentingnya keterbukaan mental bagi para pemimpin dan pengurus partai senior untuk melibatkan generasi muda secara aktif, bukan sekadar memposisikan mereka sebagai objek, melainkan sebagai subjek penggerak perubahan yang solutif,” katanya.

Sementara Ketua DPW Partai Gelora Kalimantan Selatan, Wahyudi, menyampaikan refleksi penting terkait tantangan politik ke depan, khususnya dalam menghadapi kontestasi pemilu mendatang.

Ia menyoroti tantangan klasik di daerah seperti dominasi kelompok tertentu atau tingginya ketergantungan pada modal finansial.

Namun, melalui semangat mental flexibility dan kolaborasi yang erat bersama generasi muda, Partai Gelora optimis dapat membangun model politik baru yang lebih gagap gilir, inklusif, dan berbasis pada kerja nyata di tengah masyarakat.

Partai Gelora untuk terus membuka ruang dialog yang setara, di mana pengalaman para senior dan energi segar dari anak muda berpadu menjadi kekuatan kolektif untuk membawa perubahan positif bagi Indonesia.

Wahyudi menegaskan komitmen partai untuk terus merangkul dan memberi ruang bagi anak muda, terutama generasi Z.

Ia mengatakan,  tantangan kontestasi politik ke depan, di mana politik uang dan politik kelompok kerap menjadi hambatan bagi partai baru.

Namun, Partai Gelora optimistis dapat menemukan cara-cara baru yang lebih mencerahkan untuk merebut hati rakyat, khususnya di  Kalimantan.

Coach Gunawan menambahkan bahwa kehadiran generasi muda seperti Ismi dan Helda membuktikan bahwa sudut pandang baru dan semangat segar adalah kunci utama bagi arah kemajuan Indonesia.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para narasumber muda yang telah hadir. Kehadiran sosok seperti Ismi dan Helda membuktikan bahwa anak muda masa kini memiliki cara pandang yang matang, adaptif, dan sarat inspirasi.

Coach Gunawan optimistiis bahwa keterlibatan aktif generasi muda akan membawa warna dan transformasi nyata bagi masa depan bangsa.

Menurutnya, apa yang disuarakan oleh generasi muda bukanlah sekadar persoalan kelompok umur tertentu, melainkan cerminan dari dinamika dan kejujuran perasaan yang juga dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Oleh karena itu, melibatkan pemikiran baru dan energi segar dari generasi muda merupakan kunci penting untuk menghadirkan arah baru bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Acara ini ditutup dengan pekikan semangat bersama, menumbuhkan keyakinan bahwa dengan kolaborasi lintas generasi yang solid, Partai Gelora siap melangkah optimis menyongsong kontestasi Pemilu 2029 demi membawa perubahan yang mencerahkan bagi bangsa.

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X