Partai Gelora Buka Ruang Pendampingan Usaha dan Literasi Finansial Berkelanjutan

Partaigelora.id-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melalui Koordinator Bidang (Korbid) Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora memulai program Kajian Pengembangan Wawasan Kewirausahaan yang digelar secara daring pada Selasa (27/1/2026) malam, yang disiarkan secara langsung dari studio DPW Partai Gelora Yogyakarta.

Program ini diasuh langsung dua pentolan Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora, Muhammad Zuhrif Hudaya dan Arifin Wicaksono . Tema pertama yang dipilih adalah ‘Mengelola Pendapatan Menjadi Kekayaan, Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat’.

Ketua Korbid Ekonomi dan Bisnis DPP Partai Gelora Muhammad Zuhrif Hudaya mengatakan, program ini digagas atas instruksi langsung Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta guna memperkuat kesadaran finansial para pengurus, kader, serta masyarakat luas.

Ia menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan secara berkala untuk meletakkan fondasi berpikir yang tepat mengenai ekonomi tingkat keluarga maupun individu.

“Partai Gelora senantiasa berkomitmen memberikan pembekalan wawasan. Kami ditugasi oleh Pak Ketum untuk menyampaikan wawasan ekonomi dan bisnis. Langkah awal membangun kemandirian ekonomi dimulai dari pemahaman bagaimana mengelola pendapatan yang ada agar dapat dikonversi menjadi kekayaan yang berkelanjutan,” ujar Zuhrif saat membuka sesi kajian.

Zuhrif mengatakan, Korbid  Ekonomi dan Bisnis Partai Gelora yang dipimpinnya berkomitmen untuk mengawal program literasi finansial ini secara berkesinambungan.

Ia menyatakan bahwa kajian perdana ini merupakan pembuka dari serangkaian modul pelatihan ekonomi dan kewirausahaan yang dirancang khusus untuk memperkuat basis ekonomi para pengurus, kader, serta masyarakat umum.

“Pertemuan malam ini baru tahap fondasi awal untuk menyatukan pemahaman. Ke depan, kami akan masuk ke simulasi praktis penganggaran, perhitungan kelayakan proyek usaha, hingga strategi entrepreneurship yang komprehensif,” kata Zuhrif.

Ia menjelaskan bahwa amanah utama yang diberikan oleh Ketua Umum Partai Gelora kepada bidangnya mencakup dua agenda strategis.

Baca juga:

Pertama, mendorong redistribusi ekonomi agar perputaran modal tidak hanya terkonsentrasi di kelompok elit, melainkan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Kedua, memberikan pendampingan kapasitas bagi kader agar mampu membangun portofolio bisnis dan investasi yang sehat secara mandiri.

Sedangkan Wakil Korbid Ekonomi & Bisnis DPP Partai Gelora, Arifin Wicaksono, menekankan bahwa tingkat kesejahteraan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kelimpahan sumber daya alam, melainkan oleh perilaku dan kesadaran finansial masyarakatnya.

Arifin memaparkan bahwa sumber pendapatan masyarakat pada dasarnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu profesional (pekerja/karyawan), investor, dan wirausahawan (entrepreneur).

Namun, berapa pun tingkat pendapatan seseorang, hal itu tidak akan otomatis mengubah taraf hidup jika tidak dipahami cara pengelolaannya.

“Banyak orang terjebak fokus hanya pada memperbesar pendapatan atau income, tetapi tidak tahu cara mengubahnya menjadi kekayaan. Berapa pun penghasilan kita tidak akan pernah cukup membiayai gaya hidup jika mentalitas finansialnya tidak diperbaiki. Prinsip sederhananya: sedikit kurang, banyak pun habis,” kata Arifin.

Dalam pemaparannya, Arifin merinci perbedaan mendasar antara kondisi ‘tampak kaya’ dan ‘kaya sesungguhnya’.

Menurutnya, orang yang kaya sesungguhnya selalu disiplin membatasi pengeluaran berdasarkan batasan anggaran (budgeting) dan berfokus pada pertumbuhan kekayaan bersih (equity), yakni total aset dikurangi seluruh beban kewajiban atau utang.

Lebih lanjut, Arifin mengingatkan pentingnya sikap rasional dan berhati-hati dalam berinvestasi maupun mengelola utang—baik utang ke lembaga keuangan formal, paylater, maupun pinjaman personal. Investasi menurutnya harus berpijak pada pemahaman mendasar (ilmu fundamental dan teknikal), bukan dorongan spekulatif instan.

Ia menekankan pentingnya mindset pengelolaan risiko dalam setiap tindakan ekonomi. Baik saat memilih instrumen investasi maupun dalam mengambil keputusan pembiayaan rumah tangga seperti KPR, masyarakat dituntut untuk berpijak pada kalkulasi rasional.

“Kemandirian ekonomi tidak tercipta secara instan. Ia lahir dari kedisiplinan mengelola pendapatan, keberanian membatasi konsumsi, serta konsistensi untuk terus belajar meningkatkan kompetensi diri,” ujar Arifin.

Sementara itu, Zuhrif menambahkan pentingnya disiplin keuangan bagi para pelaku bisnis dalam menghadapu berbagai persoalan dunia usaha. Ia mengingatkan para wirausahawan untuk tidak terkecoh oleh besarnya angka omzet (top line).

“Dalam bisnis, alurnya harus jelas: dari omzet menjadi profit, dan dari profit harus terealisasi menjadi tunai (cash). Banyak usaha terganggu bukan karena tidak ada pengerjaan, melainkan karena keuntungannya tidak berubah menjadi cash flow yang sehat,” katanya

Program kajian daring ini rencananya akan diselenggarakan secara rutin dengan mengangkat topik-topik teknis lanjutan, termasuk bedah model bisnis UMKM, strategi pemasaran ekspor komoditas daerah, serta manajemen arus kas usaha (cash flow management).

Melalui langkah ini, Partai Gelora optimistis mampu melahirkan wirausahawan baru yang tangguh dan berdampak bagi perekonomian nasional.

Selain itu, Partai Gelora juga berharap dapat melahirkan kader dan masyarakat yang tangguh secara finansial, memiliki kesadaran usaha yang matang, serta mampu membangun kemandirian ekonomi dari skala rumah tangga hingga nasional.

No comments
Leave Your Comment

No comments

Alamat Dewan Pengurus Nasional

Jl. Minangkabau Barat Raya No. 28 F Kel. Pasar Manggis Kec. Setiabudi – Jakarta Selatan 12970 Telp. ( 021 ) 83789271

Newsletter

Berlangganan Newsletter kami untuk mendapatkan kabar terbaru.

X